<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Sagu_gula</id>
	<title>Sagu gula - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Sagu_gula"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sagu_gula&amp;action=history"/>
	<updated>2026-04-05T03:34:53Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sagu_gula&amp;diff=3942&amp;oldid=prev</id>
		<title>M.judha: Membuat halaman Sagu Gula</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sagu_gula&amp;diff=3942&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-02-11T15:58:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Membuat halaman Sagu Gula&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;[[Sagu]] gula merupakan kue tradisional khas Maluku, khususnya Pulau Ambon, yang berbahan dasar sagu dengan isian gula [[aren]] di bagian tengah atau sampingnya. Camilan berbentuk balok ini memiliki variasi tekstur dan bentuk di tiap daerah, bergantung pada komposisi [[kelapa]] serta cetakan tanah liat yang disebut &amp;#039;&amp;#039;porna&amp;#039;&amp;#039;. Di wilayah pesisir seperti Liang dan Natsepa, sagu gula cenderung lebih empuk karena campuran kelapa yang lebih banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses pembuatannya dilakukan dengan memanggang campuran sagu dan kelapa dalam &amp;#039;&amp;#039;porna&amp;#039;&amp;#039; panas, menambahkan gula aren, lalu menutupnya kembali dengan adonan dan daun pisang hingga matang. Sagu gula lazim dinikmati hangat bersama kopi atau teh pada pagi dan sore hari sebagai bagian dari tradisi berkumpul. Kini, keberadaannya semakin terbatas di wilayah kota akibat berkurangnya ketersediaan gula aren, namun masih dapat ditemukan di kawasan pantai dan pasar tradisional di Ambon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Tepung sagu&lt;br /&gt;
# Kelapa parut (sesuaikan, lebih banyak untuk tekstur lebih empuk)&lt;br /&gt;
# Cula aren, serut atau potong kecil&lt;br /&gt;
# Daun pisang secukupnya (untuk alas/penutup)&lt;br /&gt;
# Sejumput garam (opsional)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Aalat Yang Digunakan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Cetakan tanah liat (&amp;#039;&amp;#039;porna&amp;#039;&amp;#039;) atau cetakan kue tebal/panggangan tertutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Tungku atau kompor&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Siapkan Adonan Sagu  Campurkan sagu dengan kelapa parut dan sedikit garam. Aduk hingga rata dan teksturnya lembap (tidak terlalu kering).&lt;br /&gt;
# Panaskan Cetakan  Panaskan cetakan (&amp;#039;&amp;#039;porna&amp;#039;&amp;#039;) di atas api hingga benar-benar panas. Jika tidak menggunakan &amp;#039;&amp;#039;porna&amp;#039;&amp;#039;, panaskan loyang atau cetakan tebal di atas kompor.&lt;br /&gt;
# Bentuk dan Isi  Masukkan sebagian adonan sagu ke dalam cetakan panas sebagai lapisan dasar.  Tambahkan gula aren di bagian tengah atau sisi adonan.  Tutup kembali dengan adonan sagu hingga gula tertutup sempurna.&lt;br /&gt;
# Tutup dan Panggang  Tutup bagian atas adonan dengan daun pisang agar aromanya harum.  Panggang selama kurang lebih 15 menit hingga matang dan bagian luar terasa padat.&lt;br /&gt;
# Angkat dan Sajikan  Keluarkan sagu gula dari cetakan. Sajikan dalam keadaan hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://travel.kompas.com/read/2017/11/15/223000927/liburan-ke-ambon-wajib-coba-kuliner-sagu-gula-aren-yang-kian-langka-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
</feed>