<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Apang_Paranggi</id>
	<title>Apang Paranggi - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Apang_Paranggi"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Apang_Paranggi&amp;action=history"/>
	<updated>2026-04-05T03:52:48Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Apang_Paranggi&amp;diff=3767&amp;oldid=prev</id>
		<title>Putri.ayu: ←Membuat halaman berisi &#039;Apang Paranggi atau juga dikenal dengan nama Bolu Paranggi. Kudapan ini menjadi salah satu bukti jejak Portugis di Kota Makassar di abad ke-17. Kendati Kesultanan Gowa-Tallo hanya memiliki hubungan diplomatik selama 125 tahun, Portugis banyak memengaruhi budaya lokal. Mulai dari serapan kosakata, nama tempat, termasuk kuliner.  Kata &quot;&#039;&#039;bolu&#039;&#039;&quot; berasal dari bahasa Portugis &quot;&#039;&#039;bolo&#039;&#039;&quot;, yang juga berarti kue. Adapun &quot;&#039;&#039;paranggi&#039;&#039;&quot;, menurut Zainuddin Tika dalam buku...&#039;</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Apang_Paranggi&amp;diff=3767&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-02-07T12:30:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;←Membuat halaman berisi &amp;#039;Apang Paranggi atau juga dikenal dengan nama Bolu Paranggi. Kudapan ini menjadi salah satu bukti jejak Portugis di Kota Makassar di abad ke-17. Kendati Kesultanan Gowa-Tallo hanya memiliki hubungan diplomatik selama 125 tahun, Portugis banyak memengaruhi budaya lokal. Mulai dari serapan kosakata, nama tempat, termasuk kuliner.  Kata &amp;quot;&amp;#039;&amp;#039;bolu&amp;#039;&amp;#039;&amp;quot; berasal dari bahasa Portugis &amp;quot;&amp;#039;&amp;#039;bolo&amp;#039;&amp;#039;&amp;quot;, yang juga berarti kue. Adapun &amp;quot;&amp;#039;&amp;#039;paranggi&amp;#039;&amp;#039;&amp;quot;, menurut Zainuddin Tika dalam buku...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;[[Apang]] Paranggi atau juga dikenal dengan nama Bolu Paranggi. Kudapan ini menjadi salah satu bukti jejak Portugis di Kota Makassar di abad ke-17. Kendati Kesultanan Gowa-Tallo hanya memiliki hubungan diplomatik selama 125 tahun, Portugis banyak memengaruhi budaya lokal. Mulai dari serapan kosakata, nama tempat, termasuk kuliner.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata &amp;quot;&amp;#039;&amp;#039;bolu&amp;#039;&amp;#039;&amp;quot; berasal dari bahasa Portugis &amp;quot;&amp;#039;&amp;#039;bolo&amp;#039;&amp;#039;&amp;quot;, yang juga berarti kue. Adapun &amp;quot;&amp;#039;&amp;#039;paranggi&amp;#039;&amp;#039;&amp;quot;, menurut Zainuddin Tika dalam buku &amp;#039;&amp;#039;Makassar Tempo Doeloe&amp;#039;&amp;#039; (Pustaka Taman Ilmu, 2019), adalah sebutan bahasa Makassar untuk Portugis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kategori ==&lt;br /&gt;
Kudapan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Pembuatan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Pertama-tama, siapkan 250 gram tepung [[beras]], 250 mililiter air biasa, 100 mililiter santai plus 150 gram tapai [[singkong]] atau ragi, 150 mililiter air [[kelapa]], 150 gram gula merah, 50 gram gula pasir dan minyak goreng secukupnya.&lt;br /&gt;
# Masukkan tapai singkong, gula merah dan gula pasir ke dalam wadah. Campurkan ketiga bahan baku tersebut selama kira-kira sepuluh menit hingga semuanya tercampur rata.&lt;br /&gt;
# Setelah ketiga bahan tadi telah tercampur merata tambahkan air kelapa dan air biasa. Campurkan kembali adonan hingga akhirnya terasa halus. Lalu saring adonan untuk membuang ampas tapai singkong.&lt;br /&gt;
# Selanjutnya, campur adonan dengan air tapai dan tepung beras. Ulen selama sekitar 15 menit sampai adonan terlihat mengembang. &lt;br /&gt;
# Masukkan santan secara perlahan-lahan lalu aduk rata.&lt;br /&gt;
# Setelah adonan siap diolah, panaskan dandang dengan api kecil. Olesi mangkuk cetakan dengan sedikit minyak, kemudian isi seluruh cetakan dengan adonan. &lt;br /&gt;
# Masukkan ke dalam dandang, lalu kukus adonan selama 15 menit. Setelah masak, sajikan Apang Paranggi selagi masih hangat.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Putri.ayu</name></author>
	</entry>
</feed>