<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Wilhelmina.seran</id>
	<title>WikiPangan - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Wilhelmina.seran"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Wilhelmina.seran"/>
	<updated>2026-04-05T10:14:32Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Aka_Bilan&amp;diff=336</id>
		<title>Aka Bilan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Aka_Bilan&amp;diff=336"/>
		<updated>2023-12-13T22:07:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Wilhelmina.seran: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:NENEK.jpg|jmpl|Cara Pengolahan[[Berkas:Nenek 2.jpg|jmpl|Bahan- bahan]]]]&lt;br /&gt;
Aka Bilan adalah makanan tradisional dari Kabupaten Malaka. Bahan utama Aka Bilan adalah sagu/putak dalam bahasa Timor yang diambil dari batang pohon gewang (Corypha utan Lamk). Empulur batang gewang yang sudah tua (umur di atas 20 tahun) dikenal sebagai putak oleh masyarakat Timor telah lama dimanfaatkan sebagai sumber pakan maupun pangan. Untuk tujuan pangan, putak biasanya diproses dengan cara ekstraksi sederhana untuk diambil pati kasar. Pati tersebut kemudian diolah menjadi makanan baik berupa sejenis roti tipis (pan cake) yang oleh masyarakat Malaka dikenal sebagai Aka Bilan (Lalel,H.J.D dan Riwu Kaho, N.P.L.B., 2018). Untuk pembuatan Aka bilan, sagu dicampur dengan kacang hijau, parutan kelapa dan sedikit garam atau gula sesuai dengan selera, juga bisa ditambahkan kacang tanah yang di tumbuk halus untuk menambah cita rasa lebih enak. aka Bilan juga bisa dimakan dengan kuah ikan. Aka Bilan mempunyai cita rasa khas yang bisa dinikmati sebagai makanan pokok di musim paceklik atau sebagai teman minum teh dan kopi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Pengolahan: ==&lt;br /&gt;
1.    Sagu dipotong kecil-kecil, diekstraksi secara sederhana dengan  ditumbuk, ayak, dan diendapkan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.    Gumpalan hasil endapan sagu dihaluskan setelah itu disaring&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.    Menyiapkan juga parutan kelapa, kacang hijau, gula dan kelapa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.    Mencampur semua bahan-bahan hingga tercampur dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.    Wadah yang digunakan untuk memanggang adalah babilak yang terbuat dari tanah liat, pastikan wadah tersebut bersih dan dioles menggunakan parutan kelapa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6.    Panaskan babilak diatas bara api, ambil sejumlah adonan aka bilan di letakkan pada babilak. Ratakan adonan membentuk lapisan tipis, Setelah beberapa menit ditambahkan topping kacang hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7.    Pada saat pembuatan menggunakan 2 babilak setelah bergantian. Babilak juga sebagai penutup babilak yang lain. Proses pemanggangan membutuhkan waktu 5-7 menit. Setelah matang langsung disantap selagi panas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kalau berkunjung ke Betun ibu kota Malaka jangan lupa mampir di pasar mingguan dari Jumat Sore- Sabtu Siang, Anda akan menemukan ibu-ibu menjual sagu mentahan dan Aka Bilan&#039;&#039;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Wilhelmina.seran</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Jagung_titi&amp;diff=330</id>
		<title>Jagung titi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Jagung_titi&amp;diff=330"/>
		<updated>2023-12-13T22:01:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Wilhelmina.seran: /* Sejarah dan Asal Daerah */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== &#039;&#039;&#039;Sejarah dan Asal Daerah&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
[[Berkas:Jagung Titi.jpg|jmpl|349x349px|&#039;&#039;Sumber : Kompasiana.com&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
Ketika zaman penjajahan NTT masuk dalam provinsi Sunda Kecil. Pada saat itu, NTT terdiri dari beberapa kepulauan dengan 3 pulau utama yaitu Flores, Sumba dan Timor Barat. Dari dahulu NTT menjadi incaran negara-negara lain, karena mempunyai alam yang kaya akan rempah-rempah, hal ini yang membuat kuliner khas NTT kaya dengan bumbu rempah. Menurut sejarah, menyebutkan bahwa kuliner kawasan Indonesia Timur mirip dengan seni memasak dari Polinesia dan Melanesia, dengan ciri khas sajian yang didominasi rasa rempah dan gurih. Pada saat itu, jagung titi menjadi makanan pokok masyarakat setempat sebagai pengganti beras. [[Jagung Goreng|Jagung]] titi yang merupakan salah satu makanan khas NTT, terutama di pulai Flores seperti pulau Solor, Adonara, Lembata dan Pulau Alor. Jagung titi dimakan dengan kenari, kacang tanah atau ikan asin sesuai selera. Masyarakat setempat menyebutnya dengan nama Watta Bitti yang berarti jagung yang di tumbuk (dititi) dengan menggunakan batu. Pada saat itu, jagung titi menjadi makanan pokok masyarakat setempat sebagai pengganti beras.&amp;lt;ref&amp;gt;Jagung Titi (Wata Bitti) Makanan Khas NTT yang Jarang Diketahui Orang Halaman 1 - Kompasiana.com&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jagung titi ini biasanya disantap pada saat &#039;&#039;&#039;sarapan pagi&#039;&#039;&#039; seperti sereal jagung. Berhubung makanan jagung titi ini makanan khas NTT, yang biasanya akan disajikan untuk menjamu tamu atau bekal ke suatu tempat yang jauh karena tahan sampai berbulan-bulan di wadah yang kering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Deskripsi dan Cara Memasak&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Pembuatan jagung titi terbilang unik dan sederhana. Hanya menggunakan 2 buah batu yang berbeda ukuran. Batu pertama diletakan di atas tanah dan batu lainnya sebesar kepalan tangan digunakan untuk menumbuk jagung,yang sudah digoreng tanpa minyak di dalam wajan yang terbuat dari tanah liat. Jagung titi tergolong sangat muda, akan tetapi alat yang dipakai masih tradisional. Alat dan bahan yang dibutuhkan, yaitu : batu besar berpermukaan datar, batu bulat seukuran kepalan tangan orang dewasa, batu tungku, kayu bakar, alat pengaduk dan jagung (bahan dasar).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama jagung dipipil dari tongkolnya, disangrai 5-7 menit hingga setengah matang. Penyangraian harus di periuk/belanga tanah liat. Agar proses transfer panas lebih lambat, tapi merata ke seluruh bagian jagung pipilan. Jangan sekali-kali menggunakan periuk/wajan dari logam karena dijamin akan rusak berat. Setelah proses penyangraian (roasting), dimulailah proses penempaan atau pemukulan. Ambil 5-7 butir jagung panas, lalu taruh di atas batu landasan. Butiran jagung panas pun langsung memipih. Jadilah jagung titi. Dua tiga butir berdempetan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Kandungan Gizi&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Kandungan jagung titi di antaranya adalah &#039;&#039;&#039;374 kkal energi; 9.40 gram protein; 2.20 gram lemak; 79.10 karbohidrat; 14.00 mg kalsium; 142 mg fosfor; 2.90 mg zat besi; 0 IU vitamin A; 0.20 mg vitamin B; dan 0 mg vitamin C.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;ref&amp;gt;Kandungan Jagung Aneka Jenis, Mana Paling Bergizi? (doktersehat.com)&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Budaya, Mitos dan Fakta Menarik Lainnya&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Perkembangan zaman menjadikan jagung titi bukan lagi makanan pokok melainkan menjadi makanan khas daerah setempat. Walaupun tekstur keras, namun tidak bisa dihilangkan karena warisan nenek moyang. Biasanya jagung titi dihidangkan ketika ada tamu dari daerah luar sebagai bentuk penghormatan tamu tersebut. Jagung titi ini juga bisa di jadikan cemilan (emping jagung), dinikmati sembari minum kopi atau teh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengerjaannya yang mudah, akhirnya ibu-ibu rumah tangga menggunakannya sebagai mata pencaharian untuk menambah penghasilan keluarga. Setelah selesai pembuatan, jagung titi akan di simpan dan menunggu pembeli. Olahan jagung titi dapat bertahan beberapa hari, bahkan mungkin sampai berminggu-minggu. Walaupun begitu, makanan ini akan tetap terjaga dan awet karena di goreng tanpa menggunakan minyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Referensi&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Wilhelmina.seran</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Rumpu_Rampe&amp;diff=295</id>
		<title>Rumpu Rampe</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Rumpu_Rampe&amp;diff=295"/>
		<updated>2023-12-13T21:43:38Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Wilhelmina.seran: /* Kandungan Gizi Rumpu Rampe */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan keanekaragaman budaya dan kuliner. Di antara banyaknya makanan khas NTT yang lezat dan unik, [[rumpu rampe]] adalah hidangan yang sangat terkenal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, rumpu rampe disajikan dalam acara adat dan upacara tradisional. Hidangan ini memiliki makna simbolis dalam budaya dan kehidupan keagamaan masyarakat NTT. Rumpu rampe terbuat dari bunga pepaya, daun kelor, buah pepaya muda, daun pepaya, daun singkong, serta jantung pisang. Seiring berjalannya waktu, Makanan khas NTT ini juga sering kali disajikan dengan tambahan kangkung, udang, dan ikan teri. Rumpu Rampe adalah istilah yang menggambarkan keberagaman dan kelimpahan. Biasanya, hidangan ini disantap bersama dengan Jagung Bose, makanan tradisional lain dari Nusa Tenggara Timur. Makanan tradisional ini mencerminkan kekayaan kuliner dan keanekaragaman hayati di wilayah Nusa Tenggara Timur, dengan menggunakan bahan-bahan lokal dan cita rasa khas.[[Berkas:14269034-183058168770463-1686893089-n-381e635754e046f635689515e36878b2.jpg|alt=Gambar Sayuran Rumpu Rampe|jmpl|301x301px|Gambar Sayuran Rumpu Rampe|kiri]]&#039;&#039;&#039;Rumpu Rampe&#039;&#039;&#039; merupakan salah satu jenis makanan khas dari Nusa Tenggara Timur. Makanan ini terbuat dari bunga pepaya, daun kelor, buah pepaya muda, daun pepaya, daun singkong, serta jantung pisang. Sekarang ini rumpu rampe juga sering dipadukan dengan kangkung, udang, dan ikan teri. Rumpu Rampe merupakan sebuah istilah yang memiliki arti ramai, banyak, dan beragam. Biasanya, Rumpu Rompe dimakan bersama dengan Jagung Bose, salah satu makanan tradisional Nusa Tenggara Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Cara Pembuat sayuran Rumpu rampe&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Pembuatannya sangat serderhana. Pertama bahan-bahan utama seperti daun pepaya, bunga pepaya, dan singkong direbus terlebih dahulu jangan sampai terlalu layu kemudian ditiriskan. Rebusan ini kemudian dipotong kecil-kecil supaya lebih mudah ketika memakannya. Sementara bagian dalam jantung pisang dipotong kecil-kecil dan dicampur garam lalu dikukus, bahan-bahan tersebut kemudian ditumis dengan bumbu hingga meresap. Rumpu rampe ditumis hingga aroma wangi keluar. Rumpu Rampe memiliki cita rasa gurih dengan campuran rasa pahit. Rumpu Rampe bisa ditumis, bisa juga langsung dicampur parutan kelapa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Kandungan Gizi Rumpu Rampe&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Rumpu rampe merupakan sayuran khas NTT yang tak hanya enak tetapi juga mengandung banyak gizi. Adapun beberapa kandungan gizi yang terdapat dalam per porsi sayur rumpu rampe, sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ø  Kalori: 150-200 kalor&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ø  Karbohidrat: 30-40 gram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ø  Protein: 5-10 gram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ø  Lemak: 2-5 gram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ø  Serat: 5-8 gram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ø  Vitamin A: 1000-2000 IU&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ø  Vitamin C: 20-30 mg&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ø  Zat besi: 1-2 mg&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==  &#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Fakta Menarik Rumpu Rampe&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== 1. Kekayaan Kuliner yang Unik ===&lt;br /&gt;
Rumpu rampe merupakan salah satu jenis makanan khas yang berasal dari Nusa Tenggara Timur di Indonesia. Makanan ini menawarkan pengalaman kuliner yang unik dan memikat, mencerminkan kekayaan alam dan kebudayaan wilayah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== 2. Gabungan Bahan yang Beragam ===&lt;br /&gt;
Rumpu rampe terdiri dari berbagai bahan seperti bunga pepaya, daun kelor, buah pepaya muda, daun pepaya, daun singkong, dan jantung pisang dan parutan kelapa.  Kombinasi bahan-bahan ini menciptakan citarasa yang beragam dan tekstur yang unik dalam hidangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== 3. Rasa dan Nutrisi yang Seimbang ===&lt;br /&gt;
Bunga pepaya memberikan sentuhan manis dan sedikit pahit, sementara daun kelor memberikan kesegaran dengan kandungan nutrisi yang melimpah. Sedangkan daun singkong memberikan rasa dan tekstur yang unik dan jantung pisang memberikan kelezatan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== 4. Variasi Penyajian yang Menarik ===&lt;br /&gt;
Hidangan ini juga dapat disajikan dengan penambahan kangkung, udang, dan ikan teri. Kangkung memberikan rasa segar dan renyah, sementara udang memberikan kelezatan dan tekstur yang kenyal. Ikan teri memberikan rasa gurih dan renyah yang khas. Kombinasi ini menambah variasi rasa dan kelezatan dalam hidangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== 5. Pelestarian Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati ===&lt;br /&gt;
Rumpu rampe menggambarkan penggunaan bahan-bahan lokal dan alami dalam hidangan. Hal ini tidak hanya mencerminkan kearifan lokal, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan memanfaatkan tumbuhan dan bahan-bahan yang melimpah di daerah tersebut, makanan rumpu rampe menjadi simbol dari keanekaragaman hayati dan kekayaan alam Nusa Tenggara Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== 6. Makna Budaya yang Dalam ===&lt;br /&gt;
Selain menjadi hidangan yang lezat, sayur rumpu rampe juga memiliki makna budaya yang dalam. Nama &amp;quot;Rumpu Rampe&amp;quot; menggambarkan keberagaman dan kehidupan yang ramai, mencerminkan kehidupan masyarakat setempat dan keanekaragaman kuliner di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== 7. Warisan Budaya yang Perlu Diawetkan ===&lt;br /&gt;
Makanan khas NNT rumpu rampe merupakan warisan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan. Hidangan ini tidak hanya memberikan kenikmatan gastronomi, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas dan warisan masyarakat setempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== 8. Menjadi Wisata Kuliner ===&lt;br /&gt;
Rumpu rampe adalah cara yang baik untuk mengeksplorasi dan menghargai keanekaragaman kuliner Indonesia. Makanan ini dapat menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang ingin mencicipi kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Wilhelmina.seran</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Aka_Bilan&amp;diff=269</id>
		<title>Aka Bilan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Aka_Bilan&amp;diff=269"/>
		<updated>2023-12-13T21:29:07Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Wilhelmina.seran: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:NENEK.jpg|jmpl|Cara Pengolahan[[Berkas:Nenek 2.jpg|jmpl|Bahan- Bahan]]]]&lt;br /&gt;
Aka Bilan adalah makanan tradisional dari Kabupaten Malaka. Bahan utama Aka bilan adalah sagu yang diambil dari batang pohon gewang (Corypha utan Lamk). Empulur batang gewang yang sudah tua (umur di atas 20 tahun) dikenal sebagai putak oleh masyarakat Timor telah lama dimanfaatkan sebagai sumber pakan maupun pangan. Untuk tujuan pangan, putak biasanya diproses dengan cara ekstraksi sederhana untuk diambil pati kasar. Pati tersebut kemudian diolah menjadi makanan baik berupa sejenis roti tipis (pan cake) yang oleh masyarakat Malaka dikenal sebagai akabilan (Lalel,H.J.D.dan Riwu Kaho, N.P.L.B., 2018). Untuk pembuatan Aka bilan, sagu dicampur dengan, kacang hijau, parutan kelapa dan sedikit garam atau gula sesuai dengan selera. Aka Bilan mempunyai cita rasa khas yang bisa dinikmati sebagai makanan pokok di musim paceklik atau sebagai teman minum teh dan kopi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Pengolahan: ==&lt;br /&gt;
1.    Sagu dipotong kecil-kecil, diekstraksi secara sederhana dengan  ditumbuk, ayak,dan diendapkan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.    Gumpalan hasil endapan sagu dihaluskan setelah itu disaring&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.    Menyiapkan juga parutan kelapa, kacang hijau, gula dan kelapa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.    Mencampur semua bahan-bahan hingga tercampur dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.    Wadah yang digunakan untuk memanggang adalah babilak yang terbuat dari tanah liat, pastikan wadah tersebut bersih dan dioles menggunakan parutan kelapa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6.    Panaskan babilak diatas bara api, ambil sejumlah adonan aka bilan di letakkan pada babilak. Ratakan adonan membentuk lapisan tipis, Setelah beberapa menit ditambahkan topping kacang hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7.    Pada saat pembuatan menggunakan 2 babilak setelah bergantian. Babilak juga sebagai penutup babilak yang lain. Proses pemanggangan membutuhkan waktu 5-7 menit. Setelah matang langsung disantap selagi panas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kalau berkunjung ke Betun ibu kota Malaka jangan lupa mampir di pasar mingguan dari Jumat Sore- Sabtu Siang, Anda akan menemukan ibu-ibu menjual sagu mentahan dan Aka Bilan&#039;&#039;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Wilhelmina.seran</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Aka_Bilan&amp;diff=246</id>
		<title>Aka Bilan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Aka_Bilan&amp;diff=246"/>
		<updated>2023-12-13T21:15:32Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Wilhelmina.seran: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;Bahan- Bahan]] Aka Bilan adalah makanan tradisional dari Kabupaten Malaka. Bahan utama Aka bilan adalah sagu yang diambil dari batang pohon gewang (Corypha utan Lamk). Untuk pembuatan Aka bilan, sagu dicampur dengan, kacang hijau, parutan kelapa dan sedikit garam atau gula sesuai dengan selera. Aka Bilan mempunyai cita rasa khas yang bisa dinikmati sebagai makanan pokok di musim paceklik atau seba...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:NENEK.jpg|jmpl|Cara Pengolahan[[Berkas:Nenek 2.jpg|jmpl|Bahan- Bahan]]]]&lt;br /&gt;
Aka Bilan adalah makanan tradisional dari Kabupaten Malaka. Bahan utama Aka bilan adalah sagu yang diambil dari batang pohon gewang (Corypha utan Lamk). Untuk pembuatan Aka bilan, sagu dicampur dengan, kacang hijau, parutan kelapa dan sedikit garam atau gula sesuai dengan selera. Aka Bilan mempunyai cita rasa khas yang bisa dinikmati sebagai makanan pokok di musim paceklik atau sebagai teman minum teh dan kopi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Pengolahan: ==&lt;br /&gt;
1.    Sagu dipotong kecil-kecil, setelah itu ditumbuk, ayak,dan diendapkan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.    Gumpalan hasil endapan sagu dihaluskan setelah itu disaring&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.    Menyiapkan juga parutan kelapa, kacang hijau, gula dan kelapa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.    Mencampur semua bahan-bahan hingga tercampur dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.    Wadah yang digunakan untuk memanggang adalah babilak yang terbuat dari tanah liat, pastikan wadah tersebut bersih dan dioles menggunakan parutan kelapa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6.    Panaskan babilak diatas bara api, ambil sejumlah adonan aka bilan di letakkan pada babilak. Ratakan adonan membentuk lapisan tipis, Setelah beberapa menit ditambahkan topping kacang hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7.    Pada saat pembuatan menggunakan 2 babilak setelah bergantian. Babilak juga sebagai penutup babilak yang lain. Proses pemanggangan membutuhkan waktu 5-7 menit. Setelah matang langsung disantap selagi panas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kalau berkunjung ke Betun ibu kota Malaka jangan lupa mampir di pasar mingguan dari Jumat Sore- Sabtu Siang, Anda akan menemukan ibu-ibu menjual sagu mentahan dan Aka Bilan&#039;&#039;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Wilhelmina.seran</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Nenek_2.jpg&amp;diff=238</id>
		<title>Berkas:Nenek 2.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Nenek_2.jpg&amp;diff=238"/>
		<updated>2023-12-13T21:08:02Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Wilhelmina.seran: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Bahan-bahan&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Wilhelmina.seran</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:NENEK.jpg&amp;diff=236</id>
		<title>Berkas:NENEK.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:NENEK.jpg&amp;diff=236"/>
		<updated>2023-12-13T21:07:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Wilhelmina.seran: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Proses memanggang Aka Bilan&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Wilhelmina.seran</name></author>
	</entry>
</feed>