<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Risma.haris</id>
	<title>WikiPangan - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Risma.haris"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Risma.haris"/>
	<updated>2026-04-05T10:16:40Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Pengguna:Risma.haris&amp;diff=1287</id>
		<title>Pengguna:Risma.haris</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Pengguna:Risma.haris&amp;diff=1287"/>
		<updated>2024-10-29T12:26:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Risma.haris: Sunting bio&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Risma Haris.jpg|kiri|jmpl|Risma Haris]]&lt;br /&gt;
Risma Haris, pustakawan di perpustakaan komunitas bernama Katakerja. Katakerja pernah melakukan penelitian dan pengarsipan makanan lokal di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dalam buku &amp;quot;Ensiklopedia Pangan Olahan Sulselbar&amp;quot;. Risma memiliki ketertarikan mengenai isu pangan lokal dan mengikuti berbagai kegiatan yang berkenaan dengan pangan lokal. Pernah mengikuti lokakarya konten audio visual di Bacarita Digital vol.2 Kekayaan Pangan Nusantara dan menjadi produser dan penulis di serial web &amp;quot;Temu Rasa&amp;quot;(2023). Bersama teman-teman pustakawan, membuat sebuah permainan gawai mengenai pengenalan pangan lokal kepada anak-anak dan remaja bernama &amp;quot;Warung Rasa&amp;quot;(2024). Kini menjadi bagian dari komunitas Wikipangan Sulawesi Selatan dan penulis kontributor di wikipangan.id.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Risma.haris</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Pengguna:Risma.haris&amp;diff=1286</id>
		<title>Pengguna:Risma.haris</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Pengguna:Risma.haris&amp;diff=1286"/>
		<updated>2024-10-29T12:25:28Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Risma.haris: penambahan kalimat&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Risma Haris.jpg|kiri|jmpl|Risma Haris]]&lt;br /&gt;
Risma Haris, pustakawan di perpustakaan komunitas bernama Katakerja. Katakerja pernah melakukan penelitian dan pengarsipan makanan lokal di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dalam buku &amp;quot;Ensiklopedia Pangan Olahan Sulselbar&amp;quot;. Risma memiliki ketertarikan mengenai isu pangan lokal dan mengikuti berbagai kegiatan yang berkenaan dengan pangan lokal. Pernah mengikuti lokakarya konten audio visual di Bacarita Digital vol.2 Kekayaan Pangan Nusantara dan menjadi produser dan penulis di serial web &amp;quot;Temu Rasa&amp;quot;(2023). Bersama teman-teman pustakawan, membuat sebuah permainan gawai mengenai pengenalan pangan lokal kepada anak-anak dan remaja bernama &amp;quot;Warung Rasa&amp;quot;(2024). Kini menjadi bagian dari komunitas Wikipangan Sulawesi Selatan dan penulis kontributor di wikipangan.id dengan fokus memperkenalkan pangan olahan dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Risma.haris</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Jepa&amp;diff=1274</id>
		<title>Jepa</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Jepa&amp;diff=1274"/>
		<updated>2024-09-12T07:59:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Risma.haris: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;== Tentang == Jepa merupakan salah satu kuliner lokal khas Suku Mandar. Makanan ini terbuat dari parutan singkong/ubi kayu dan kelapa yang dibakar menggunakan panjepangan di atas tungku. Panjepangan merupakan alat pemanggang jepa yang terbuat dari tanah liat dan berbentuk lingkaran pipih menyerupai piring.  Masyarakat Suku Mandar kerap mengkonsumsi Jepa sebagai makanan utama pengganti nasi. Mudah dibuat  dan tahan lama, membuat Jepa dijadikan bekal bagi para nela...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Tentang ==&lt;br /&gt;
Jepa merupakan salah satu kuliner lokal khas Suku Mandar. Makanan ini terbuat dari parutan singkong/ubi kayu dan kelapa yang dibakar menggunakan panjepangan di atas tungku. Panjepangan merupakan alat pemanggang jepa yang terbuat dari tanah liat dan berbentuk lingkaran pipih menyerupai piring.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masyarakat Suku Mandar kerap mengkonsumsi Jepa sebagai makanan utama pengganti nasi. Mudah dibuat  dan tahan lama, membuat Jepa dijadikan bekal bagi para nelayan yang hendak melaut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan: ==&lt;br /&gt;
-         1 kg Singkong atau Ubi Kayu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-         ½ butir kelapa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat: ==&lt;br /&gt;
1.      Kupas dan cuci singkong/ubi kayu, lalu diparut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.      Peras parutan singkong/ubi kayu menggunakan paepeang (penje[it tradisional) atau alat peras lainnya, hingga kering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.      Kupas dan parut kelapa, lalu diperas hingga kering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.      Campur singkong/ubi kayu dan kelapa yang telah diperas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.      Panaskan pajepangan (wadah pembuat jepa dari tanah liat) di atas tungku atau kompor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6.      Ambil 5 sdm adonan pencampuran singkong/ubi kayu, lalu ratakan di atas seluruh panjepangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7.      Tindih adonan menggunakan panjepangan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8.      Panggang adonan jepa sambil dibolak-balik hingga kedua sisinya matang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9.      Jepa yang telah matang ditandai dengan kedua sisi yang berwarna kecokelatan dan tekstur yang padat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10.  Lanjutkan proses pemanggangan sampai seluruh adonan habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11.  Hidangkan Jepa selagi hangat.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Risma.haris</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Pengguna:Risma.haris&amp;diff=1261</id>
		<title>Pengguna:Risma.haris</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Pengguna:Risma.haris&amp;diff=1261"/>
		<updated>2024-09-12T07:45:50Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Risma.haris: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Risma Haris.jpg|kiri|jmpl|Risma Haris]]&lt;br /&gt;
Risma Haris, pustakawan di perpustakaan komunitas bernama Katakerja. Katakerja pernah melakukan penelitian dan pengarsipan makanan lokal di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dalam buku &amp;quot;Ensiklopedia Pangan Olahan Sulselbar&amp;quot;. Risma memiliki ketertarikan mengenai isu pangan lokal dan mengikuti berbagai kegiatan yang berkenaan dengan pangan lokal. Pernah mengikuti lokakarya konten audio visual di Bacarita Digital vol.2 Kekayaan Pangan Nusantara dan menjadi produser dan penulis di serial web &amp;quot;Temu Rasa&amp;quot;(2023). Bersama teman-teman pustakawan, membuat sebuah permainan gawai mengenai pengenalan pangan lokal kepada anak-anak dan remaja bernama &amp;quot;Warung Rasa&amp;quot;(2024). Kini menjadi penulis kontributor di wikipangan.id dengan fokus memperkenalkan pangan olahan dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Risma.haris</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Pengguna:Risma.haris&amp;diff=1259</id>
		<title>Pengguna:Risma.haris</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Pengguna:Risma.haris&amp;diff=1259"/>
		<updated>2024-09-12T07:44:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Risma.haris: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;Risma Haris, pustakawan di perpustakaan komunitas bernama Katakerja. Katakerja pernah melakukan penelitian dan pengarsipan makanan lokal di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dalam buku &amp;quot;Ensiklopedia Pangan Olahan Sulselbar&amp;quot;. Risma memiliki ketertarikan mengenai isu pangan lokal dan mengikuti berbagai kegiatan yang berkenaan dengan pangan lokal. Pernah mengikuti lokakarya konten audio visual di Bacarita Digital vol.2 Kekayaan Pangan Nusantara dan menjadi produse...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Risma Haris, pustakawan di perpustakaan komunitas bernama Katakerja. Katakerja pernah melakukan penelitian dan pengarsipan makanan lokal di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dalam buku &amp;quot;Ensiklopedia Pangan Olahan Sulselbar&amp;quot;. Risma memiliki ketertarikan mengenai isu pangan lokal dan mengikuti berbagai kegiatan yang berkenaan dengan pangan lokal. Pernah mengikuti lokakarya konten audio visual di Bacarita Digital vol.2 Kekayaan Pangan Nusantara dan menjadi produser dan penulis di serial web &amp;quot;Temu Rasa&amp;quot;(2023). Bersama teman-teman pustakawan, membuat sebuah permainan gawai mengenai pengenalan pangan lokal kepada anak-anak dan remaja bernama &amp;quot;Warung Rasa&amp;quot;(2024). Kini menjadi penulis kontributor di wikipangan.id dengan fokus memperkenalkan pangan olahan dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Risma.haris</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Risma_Haris.jpg&amp;diff=1255</id>
		<title>Berkas:Risma Haris.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Risma_Haris.jpg&amp;diff=1255"/>
		<updated>2024-09-12T07:25:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Risma.haris: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Potret pribadi&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Risma.haris</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Bau_Peapi&amp;diff=562</id>
		<title>Bau Peapi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Bau_Peapi&amp;diff=562"/>
		<updated>2024-02-05T08:21:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Risma.haris: Menambahkan gambar&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Bau Peapi (2).jpg|al=Bau Peapi|jmpl|Bau Peapi]]&lt;br /&gt;
[[Berkas:DSC00213.jpg|jmpl|bahan-bahan pembuatan &#039;&#039;bau peapi&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
[[Berkas:2021 0909 21300300.jpg|al=Bau Peapi|jmpl|Bau Peapi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bau Peapi&#039;&#039;&#039;&amp;lt;ref&amp;gt;Katakerja. (2022). &#039;&#039;Ensiklopedia Pangan Olahan SulSelBar.&#039;&#039; Makassar: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt; dalam Bahasa Mandar berasal dari kata ‘&#039;&#039;bau&#039;&#039;’ yang berarti ikan dan ‘&#039;&#039;peapi&#039;&#039;’ yang berarti dimasak. Bau peapi biasanya disajikan sebagai lauk yang dikonsumsi oleh masyarakat Suku Mandar. Makanan ini tergolong mudah dibuat, sehingga kerap ditemukan dalam makanan sehari-hari. Ada pepatah Mandar yang mengatakan “&#039;&#039;indappao mainda’i Mandar mua indappao maande bau peapi&#039;&#039;” yang berarti “kamu belum ke tanah Mandar kalau belum menyantap Bau Peapi.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bau Peapi menjadi makanan yang khas karena dibuat dari beberapa bahan yang hanya didapatkan di tanah Mandar saja, seperti: &#039;&#039;pammaissang&#039;&#039; (asam mangga) yang terbuat dari mangga kecil &#039;&#039;ka’loli&#039;&#039; atau mangga &#039;&#039;cammi&#039;&#039; yang kemudian dipotong-potong dan dikeringkan; &#039;&#039;lasuna mandar&#039;&#039; (bawang mandar) tumbuh di tanah bebatuan yang berkapur sehingga &#039;&#039;lasuna mandar&#039;&#039; tidak dapat tumbuh di sembarang tempat; &#039;&#039;minna mandar&#039;&#039; yang merupakan minyak kelapa asli yang diolah masyarakat Suku Mandar dengan cara konvensional, sehingga rasa dan aroma yang dihasilkan berbeda dengan minyak kelapa pada umumnya yang ada di pasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cita rasa yang khas dari Bau Peapi juga diperoleh dari cara memasak yang masih tradisional, yakni menggunakan kuali tanah liat di atas &#039;&#039;pallu&#039;&#039; (tungku dari tanah liat) yang dibakar menggunakan kayu. Namun seiring berjalannya waktu, &#039;&#039;pallu&#039;&#039; diganti dengan kompor gas. Sementara kuali tanah liat diganti dengan kuali yang berbahan dasar aluminium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Bahan:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Ikan tuna, ikan cakalang, layang, atau ikan tongkol&lt;br /&gt;
# Pammaissang&lt;br /&gt;
# Lasuna Mandar&lt;br /&gt;
# Minna Mandar&lt;br /&gt;
# Cabai merah besar&lt;br /&gt;
# Cabai rawit&lt;br /&gt;
# Kunyit bubuk&lt;br /&gt;
# Merica&lt;br /&gt;
# Garam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Cara Pembuatan:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Bersihkan ikan dengan menggunakan bilasan terakhir cucian pammaissang.&lt;br /&gt;
# Haluskan cabai besar, merica, dan garam.&lt;br /&gt;
# Bumbu yang telah halus dicampurkan dengan irisan lasuna Mandar dan pammaissang.&lt;br /&gt;
# Tambahkan kunyit bubuk dan minyak.&lt;br /&gt;
# Bumbu dan bahan dicampurkan dengan cara diremas di dalam kuali yang terbuat dari tanah liat.&lt;br /&gt;
# Setelah tercampur, masukkan ikan yang telah dibersihkan dan tambahkan air secukupnya&lt;br /&gt;
# Ikan dimasak di tungku tradisional berbahan tanah liat dengan bahan bakar kayu.&lt;br /&gt;
# Dimasak kurang lebih 20 menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Rujukan:&#039;&#039;&#039; ==&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Risma.haris</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Bau_Peapi&amp;diff=558</id>
		<title>Bau Peapi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Bau_Peapi&amp;diff=558"/>
		<updated>2024-02-05T08:14:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Risma.haris: Merapikan penulisan&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Bau Peapi (2).jpg|al=Bau Peapi|jmpl|Bau Peapi]]&lt;br /&gt;
[[Berkas:DSC00213.jpg|jmpl|bahan-bahan pembuatan &#039;&#039;bau peapi&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bau Peapi&#039;&#039;&#039;&amp;lt;ref&amp;gt;Katakerja. (2022). &#039;&#039;Ensiklopedia Pangan Olahan SulSelBar.&#039;&#039; Makassar: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt; dalam Bahasa Mandar berasal dari kata ‘&#039;&#039;bau&#039;&#039;’ yang berarti ikan dan ‘&#039;&#039;peapi&#039;&#039;’ yang berarti dimasak. Bau peapi biasanya disajikan sebagai lauk yang dikonsumsi oleh masyarakat Suku Mandar. Makanan ini tergolong mudah dibuat, sehingga kerap ditemukan dalam makanan sehari-hari. Ada pepatah Mandar yang mengatakan “&#039;&#039;indappao mainda’i Mandar mua indappao maande bau peapi&#039;&#039;” yang berarti “kamu belum ke tanah Mandar kalau belum menyantap Bau Peapi.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bau Peapi menjadi makanan yang khas karena dibuat dari beberapa bahan yang hanya didapatkan di tanah Mandar saja, seperti: &#039;&#039;pammaissang&#039;&#039; (asam mangga) yang terbuat dari mangga kecil &#039;&#039;ka’loli&#039;&#039; atau mangga &#039;&#039;cammi&#039;&#039; yang kemudian dipotong-potong dan dikeringkan; &#039;&#039;lasuna mandar&#039;&#039; (bawang mandar) tumbuh di tanah bebatuan yang berkapur sehingga &#039;&#039;lasuna mandar&#039;&#039; tidak dapat tumbuh di sembarang tempat; &#039;&#039;minna mandar&#039;&#039; yang merupakan minyak kelapa asli yang diolah masyarakat Suku Mandar dengan cara konvensional, sehingga rasa dan aroma yang dihasilkan berbeda dengan minyak kelapa pada umumnya yang ada di pasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cita rasa yang khas dari Bau Peapi juga diperoleh dari cara memasak yang masih tradisional, yakni menggunakan kuali tanah liat di atas &#039;&#039;pallu&#039;&#039; (tungku dari tanah liat) yang dibakar menggunakan kayu. Namun seiring berjalannya waktu, &#039;&#039;pallu&#039;&#039; diganti dengan kompor gas. Sementara kuali tanah liat diganti dengan kuali yang berbahan dasar aluminium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Bahan:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Ikan tuna, ikan cakalang, layang, atau ikan tongkol&lt;br /&gt;
# Pammaissang&lt;br /&gt;
# Lasuna Mandar&lt;br /&gt;
# Minna Mandar&lt;br /&gt;
# Cabai merah besar&lt;br /&gt;
# Cabai rawit&lt;br /&gt;
# Kunyit bubuk&lt;br /&gt;
# Merica&lt;br /&gt;
# Garam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Cara Pembuatan:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Bersihkan ikan dengan menggunakan bilasan terakhir cucian pammaissang.&lt;br /&gt;
# Haluskan cabai besar, merica, dan garam.&lt;br /&gt;
# Bumbu yang telah halus dicampurkan dengan irisan lasuna Mandar dan pammaissang.&lt;br /&gt;
# Tambahkan kunyit bubuk dan minyak.&lt;br /&gt;
# Bumbu dan bahan dicampurkan dengan cara diremas di dalam kuali yang terbuat dari tanah liat.&lt;br /&gt;
# Setelah tercampur, masukkan ikan yang telah dibersihkan dan tambahkan air secukupnya&lt;br /&gt;
# Ikan dimasak di tungku tradisional berbahan tanah liat dengan bahan bakar kayu.&lt;br /&gt;
# Dimasak kurang lebih 20 menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Rujukan:&#039;&#039;&#039; ==&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Risma.haris</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Coto&amp;diff=528</id>
		<title>Coto</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Coto&amp;diff=528"/>
		<updated>2024-02-05T07:36:46Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Risma.haris: Merapikan penulisan&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Gambar coto.jpg|jmpl|254x254px]]&lt;br /&gt;
Salah satu kuliner tradisional yang paling terkenal adalah coto makassar. Coto Makassar merupakan salah satu makanan khas yang sangat populer dikalangan masyarakat sulawesi selatan bahkan diseluruh nusantara jadi tidak heran jika banyak masyarakat yang merintis usaha coto makassar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Sejarah&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Versi cerita yang umum diyakini sebagai awal mula pembuatan coto dimulai dengan seorang juru masak Kerajaan Bantaeng bernama Toak. Toak memanfaatkan jeroan kerbau yang saat itu tidak dilirik sebagai bahan hidangan kerajaan. Jeroan seperti hati, usus dan organ kerbau lainnya, diramu bersama bumbu rempah lokal dan sambal tauco yang didapatkan dari kontak bersama pedangang Tiongkok di zaman itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sajian yang saat ini kita kenal sebagai coto mangkasara&#039; atau coto Makassar kemudian dibagikan oleh Toak kepada warga miskin disekitar istana, kepala prajurit kerajaan, dan kepada pedangang asing yang kebetulan berada di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lambat laun coto yang awalnya hanya berisi jeroan untuk dibagiakn ke rakyat biasa, disajikan pula bersama daging kerbau untuk disantap oleh raja. Raja menyukai dan menjadikannya sebagai sajian istimewa kerajaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coto memiliki cita rasa guring yang berasal dari rebusan daging, jeroan, dan rempah-rempah. Coto biasa dinikmati dengan ketupat yang dibungkus dengan daun kelapa dan buras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga saat ini, sajian coto cukup beragam. Ada yang menggunakan santan yang digabung air beras, ada pula yang menggunakan susu dan air beras, ada pula yang menggunakan cabai merah untuk memberikan aksen warna pada kuahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Bahan-Bahan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 1 Kg daging sapi cuci bersih½ kg jeroan sapi cuci bersih&lt;br /&gt;
* Air cucian beras (ke 2 dst) 2800 ml&lt;br /&gt;
* 10 lbr daun salam&lt;br /&gt;
* 10 lbr daun jeruk&lt;br /&gt;
* 400 gr kacang tanah&lt;br /&gt;
* Bumbu yang dihaluskan&lt;br /&gt;
* 20 siung bawang putih&lt;br /&gt;
* 34 siung bawang merah&lt;br /&gt;
* 14 kemiri sangria&lt;br /&gt;
* 2 ruas jari jahe&lt;br /&gt;
* 2 ruas laos yang agak muda&lt;br /&gt;
* 1 sdm jintan sangria&lt;br /&gt;
* 4 biji pala sangria&lt;br /&gt;
* 4 sdm ketumbar butiran sangria&lt;br /&gt;
* 8 batang sereh (ambil bagian putihnya)&lt;br /&gt;
* 1 sdt lada bubuk&lt;br /&gt;
* Garam secukupnya&lt;br /&gt;
* Kaldu sapi secukupnya&lt;br /&gt;
* Bahan buat rebusan daging&lt;br /&gt;
* 8 batang sereh bagian hijaunya sisa yang dihaluskan, geprek&lt;br /&gt;
* 5 cm kayu manis&lt;br /&gt;
* 2 ruas jari laos geprek&lt;br /&gt;
* Air secukupunya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Cara Membuat&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
1.    Blender kacang tanah yang sudah di sangria sampai halus, lalu sisihkan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.    Iris bahan bumbu halus (kecuali ketumbar, pala, dan jintan) tambahkan air sedikit blender sampai halus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.    Lumatkan kering, ketumbar, pala, dan jintan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.    Tumis bumbu halus, biarkan air menyusut tambahkan minyak goreng. Lalu masukkan daun jeruk dan daun salam, jintan, ketumbar, pala yang sudah halus. Tumis sampai matang dan harum. Kemudian Sisihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.    Siapkan 2 buah panci yang berisi air. 1 untuk merebus jeroan, dan 1 untuk merebus daging.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6.    Panci yang berisi daging, dimasukkan sereh geprek, laos geprek dan kayu manis. Masak sampai daging dan jeroan empuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7.    Angkat jeroan dan daging, lalu tiriskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8.    Air rebus yang berisi daging campurkan bersama air beras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9.    Masukkan bumbu yang telah ditumis dan kacang yang sudah dihaluskan ke dalam kuah coto. Masak sampai mendidih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10.  Iris daging dan jeroan sesuai selera. Siram denga kuah coto, taburi dengan daun bawang, seledri, dan bawang goreng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11.  Hidangkan coto selagi hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Kandungan Gizi&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Pasti banyak yang menginginkan mengkonsumsi coto dan ingin terus menerus memakannya, namun terdapat kekhawatiran terhadap kalori coto tersebut. Menurut Fatsecret Indonesia, ukuran coto 1 porsi/100g mengandung 289 kalori, total lemak 15,25g, karbohidrat 12,92g, protein 25,4g&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Risma.haris</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Bajabu_Bale&amp;diff=507</id>
		<title>Bajabu Bale</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Bajabu_Bale&amp;diff=507"/>
		<updated>2024-02-05T07:24:47Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Risma.haris: Penambahan sub menu dan bahan pembuatan&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Berkas:Bajabu Bale.jpg|jmpl|383x383px]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bajabu Bale &amp;lt;ref&amp;gt;Katakerja. (2022). Ensiklopedia Pangan Olahan SulSelBar. Makassar: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia&amp;lt;/ref&amp;gt; merupakan makanan khas beberapa daerah di Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat Bugis di Kabupaten Wajo. Makanan ini adalah olahan suwiran ikan gabus yang disangrai hingga kering bersama santan kelapa beserta bumbu. Bajabu bale biasa juga disebut abon ikan. Bajabu bale tidak memiliki hari istimewa untuk membuat olahan ini, Bajabu Bale merupakan olahan makanan yang biasa dibawa masyarakat Bugis sebagai perbekalan saat melaut maupun berladang di sawah, masyarakat Bugis di Wajo biasa menyantapnya sebagai lauk yang disandingkan dengan Songkolo Berre’ Taddaga atau beras merah sebagai makanan pokok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Resep Bajabu Bale ==&lt;br /&gt;
Bahan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Ikan gabus 1 ekor&lt;br /&gt;
* Kelapa parut 1 buah&lt;br /&gt;
* Ketumbar 2 sdm&lt;br /&gt;
* Lada 1 sdm&lt;br /&gt;
* Kunyit bubuk 1 sdm&lt;br /&gt;
* Serai 3 batang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara Pembuatan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Rebus ikan dan garam hingga matang.&lt;br /&gt;
* Pisahkan daging ikan dan tulangnya.&lt;br /&gt;
* Suwir-suwir daging ikan.&lt;br /&gt;
* Haluskan bawang putih, bawang merah, jahe, cabai besar, dan serai.&lt;br /&gt;
* Tumis bumbu yang sudah dihaluskan, masukkan santan dan juga suwiran ikan.&lt;br /&gt;
* Campurkan lada, ketumbar, garam, dan kunyit.&lt;br /&gt;
* Aduk sampai santan menyusut dan tidak menggumpal.&lt;br /&gt;
* Masak dengan api kecil sampai mengering.&lt;br /&gt;
* Setelah matang, Bajabu Bale siap disajikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Referensi&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Risma.haris</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Bau_Peapi&amp;diff=499</id>
		<title>Bau Peapi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Bau_Peapi&amp;diff=499"/>
		<updated>2024-02-05T07:15:45Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Risma.haris: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Bau Peapi (2).jpg|al=Bau Peapi|jmpl|Bau Peapi]]&lt;br /&gt;
[[Berkas:DSC00213.jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bau peapi dalam Bahasa Mandar berasal dari kata ‘bau’ yang berarti ikan dan ‘peapi’ yang berarti dimasak. Bau peapi biasanya disajikan sebagai lauk yang dikonsumsi oleh masyarakat Suku Mandar. Makanan ini tergolong mudah dibuat, sehingga kerap ditemukan dalam kudapan sehari-hari. Ada pepatah Mandar yang mengatakan “indappao mainda’i Mandar mua indappao maande bau peapi” yang berarti kamu belum ke tanah Mandar kalau belum menyantap Bau Peapi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bau Peapi menjadi makanan yang khas karena dibuat dari beberapa bahan yang hanya didapatkan di tanah Mandar saja, seperti: Pammaissang (Asam Mangga) yang terbuat dari mangga kecil ka’loli atau mangga cammi yang kemudian dipotong-potong dan dikeringkan; Lasuna Mandar (Bawang Mandar) tumbuh di tanah bebatuan yang berkapur sehingga lasuna Mandar tidak dapat tumbuh di sembarang tempat; Minna Mandar (Minyak Mandar) yang merupakan minyak kelapa asli yang diolah masyarakat Mandar dengan cara konvensional, sehingga rasa dan aroma yang dihasilkan berbeda dengan minyak kelapa pada umumnya yang ada di pasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cita rasa yang khas dari Bau Peapi juga diperoleh dari cara memasak yang masih tradisional, yakni menggunakan kuali dari tanah liat di atas tungku kayu bakar. Namun seiring berjalannya waktu, tungku kayu bakar diganti dengan kompor gas. Sementara tungku tanah liat diganti dengan kuali yang berbahan dasar aluminium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Resep: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Ikan Cakalang, Layang, atau ikan Tongkol &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Pammaissang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Lasuna Mandar &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Minna Mandar &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Cabai merah besar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Cabai rawit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Kunyit bubuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Merica&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Garam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pembuatan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Bersihkan ikan dengan menggunakan bilasan terakhir cucian pammaissang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Haluskan cabai besar, merica, dan garam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Bumbu yang telah halus dicampurkan dengan irisan lasuna Mandar dan pammaissang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Tambahkan kunyit bubuk dan minyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Bumbu dan bahan dicampurkan dengan cara diremas di dalam kuali yang terbuat dari tanah liat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Setelah tercampur, masukkan ikan yang telah dibersihkan dan tambahkan air secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Ikan dimasak di tungku tradisional berbahan tanah liat dengan bahan bakar kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Dimasak kurang lebih 20 menit.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Risma.haris</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:DSC00213.jpg&amp;diff=496</id>
		<title>Berkas:DSC00213.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:DSC00213.jpg&amp;diff=496"/>
		<updated>2024-02-05T07:15:10Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Risma.haris: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Bahan pembuat Bau Peapi&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Risma.haris</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Bau_Peapi&amp;diff=487</id>
		<title>Bau Peapi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Bau_Peapi&amp;diff=487"/>
		<updated>2024-02-05T07:09:15Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Risma.haris: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;Bau Peapi   Bau peapi dalam Bahasa Mandar berasal dari kata ‘bau’ yang berarti ikan dan ‘peapi’ yang berarti dimasak. Bau peapi biasanya disajikan sebagai lauk yang dikonsumsi oleh masyarakat Suku Mandar. Makanan ini tergolong mudah dibuat, sehingga kerap ditemukan dalam kudapan sehari-hari. Ada pepatah Mandar yang mengatakan “indappao mainda’i Mandar mua indappao maande bau peapi” yang berarti kamu bel...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Bau Peapi (2).jpg|al=Bau Peapi|jmpl|Bau Peapi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bau peapi dalam Bahasa Mandar berasal dari kata ‘bau’ yang berarti ikan dan ‘peapi’ yang berarti dimasak. Bau peapi biasanya disajikan sebagai lauk yang dikonsumsi oleh masyarakat Suku Mandar. Makanan ini tergolong mudah dibuat, sehingga kerap ditemukan dalam kudapan sehari-hari. Ada pepatah Mandar yang mengatakan “indappao mainda’i Mandar mua indappao maande bau peapi” yang berarti kamu belum ke tanah Mandar kalau belum menyantap Bau Peapi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bau Peapi menjadi makanan yang khas karena dibuat dari beberapa bahan yang hanya didapatkan di tanah Mandar saja, seperti: Pammaissang (Asam Mangga) yang terbuat dari mangga kecil ka’loli atau mangga cammi yang kemudian dipotong-potong dan dikeringkan; Lasuna Mandar (Bawang Mandar) tumbuh di tanah bebatuan yang berkapur sehingga lasuna Mandar tidak dapat tumbuh di sembarang tempat; Minna Mandar (Minyak Mandar) yang merupakan minyak kelapa asli yang diolah masyarakat Mandar dengan cara konvensional, sehingga rasa dan aroma yang dihasilkan berbeda dengan minyak kelapa pada umumnya yang ada di pasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cita rasa yang khas dari Bau Peapi juga diperoleh dari cara memasak yang masih tradisional, yakni menggunakan kuali dari tanah liat di atas tungku kayu bakar. Namun seiring berjalannya waktu, tungku kayu bakar diganti dengan kompor gas. Sementara tungku tanah liat diganti dengan kuali yang berbahan dasar aluminium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Resep: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Ikan Cakalang, Layang, atau ikan Tongkol &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Pammaissang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Lasuna Mandar &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Minna Mandar &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Cabai merah besar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Cabai rawit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Kunyit bubuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Merica&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Garam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pembuatan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Bersihkan ikan dengan menggunakan bilasan terakhir cucian pammaissang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Haluskan cabai besar, merica, dan garam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Bumbu yang telah halus dicampurkan dengan irisan lasuna Mandar dan pammaissang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Tambahkan kunyit bubuk dan minyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Bumbu dan bahan dicampurkan dengan cara diremas di dalam kuali yang terbuat dari tanah liat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Setelah tercampur, masukkan ikan yang telah dibersihkan dan tambahkan air secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Ikan dimasak di tungku tradisional berbahan tanah liat dengan bahan bakar kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Dimasak kurang lebih 20 menit.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Risma.haris</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Bau_Peapi_(2).jpg&amp;diff=486</id>
		<title>Berkas:Bau Peapi (2).jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Bau_Peapi_(2).jpg&amp;diff=486"/>
		<updated>2024-02-05T07:08:12Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Risma.haris: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Bau Peapi&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Risma.haris</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:2021_0909_21300300.jpg&amp;diff=462</id>
		<title>Berkas:2021 0909 21300300.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:2021_0909_21300300.jpg&amp;diff=462"/>
		<updated>2024-02-05T06:52:59Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Risma.haris: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Bau Peapi yang dimasak menggunakan kuali tanah liat&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Risma.haris</name></author>
	</entry>
</feed>