<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Pijar.anugerah</id>
	<title>WikiPangan - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Pijar.anugerah"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Pijar.anugerah"/>
	<updated>2026-04-05T19:23:51Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Gogosok&amp;diff=750</id>
		<title>Gogosok</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Gogosok&amp;diff=750"/>
		<updated>2024-03-22T00:11:20Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Pijar.anugerah: /* Rujukan: */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Gogosok.jpg|jmpl|al=Gogosok|Gogosok (Sumber: KataKerja)]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Gogosok&#039;&#039;&#039;, atau Gogos, adalah makanan khas Makassar yang penampilannya mirip dengan lemper dari Jawa atau Lalampa dari Manado. Dibandingkan dua hidangan tersebut, Gogosok berbentuk lebih panjang dan agak langsing, dan dapat memiliki isian atau tanpa isian. Gogosok yang memiliki isian disebut dengan Gogos Kambu yang biasanya diisi ikan tongkol dicampur dengan kelapa sangrai dan bumbu.&amp;lt;ref&amp;gt;Febriady, A. (2021). Gurih pedas gogos kambu, lontong ketan khas Polewali Mandar. &#039;&#039;Detikfood&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://food.detik.com/berita-boga/d-5683587/gurih-pedas-gogos-kambu-lontong-ketan-khas-polewali-mandar&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan baku Gogosok sama dengan [[songkolo]], yaitu beras ketan (hitam maupun putih). Gogosok banyak dijajakan di daerah pantai Losari atau di pinggir-pinggir jalan Kota Makassar dengan telur asin dan kacang rebus sebagai pendamping. Ia juga biasa disajikan saat hari raya Idul Fitri bersama hidangan khas Sulsel lainnya seperti [[Lemang]] dan [[Barongko]].&amp;lt;ref&amp;gt;Alsair, A. H. (2023). Buras, Gogos, dan Barongko: Hidangan Lebaran Khas Sulawesi Selatan. &#039;&#039;IDN Times Sulsel&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://sulsel.idntimes.com/food/dining-guide/ahmad-hidayat-alsair/buras-gogos-dan-barongko-hidangan-lebaran-khas-sulawesi-selatan?page=all&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gogosok biasa disajikan dalam kondisi hangat. Biasanya, gogosok dimakan dengan telur asin atau lauk lain sesuai selera masing-masing. Selain terbuat dari beras ketan hitam atau putih, Gogosok juga biasanya dibuat dari banne, sejenis biji-bijian berwarna cokelat khas Sulawesi.&amp;lt;ref&amp;gt;Katakerja. (2022). &#039;&#039;Ensiklopedia Pangan Olahan SulSelBar.&#039;&#039; Makassar: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Pengolahan ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan utama:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 500 gram ikan tuna/tongkol/cakalang&lt;br /&gt;
* 100 ml air&lt;br /&gt;
* 3 lembar daun jeruk, iris halus&lt;br /&gt;
* 2 sendok makan minyak goreng untuk menumis&lt;br /&gt;
* 1 ikat daun kemangi&lt;br /&gt;
* 1 lembar daun salam&lt;br /&gt;
* Minyak goreng secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bumbu:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 5 siung bawang merah&lt;br /&gt;
* 3 buah cabai merah besar&lt;br /&gt;
* 3 buah cabai rawit merah&lt;br /&gt;
* 3 buah kemiri&lt;br /&gt;
* 2 siung bawang putih&lt;br /&gt;
* 1 sendok teh ketumbar&lt;br /&gt;
* 1 sendok teh gula merah sisir&lt;br /&gt;
* 1 sendok teh garam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Langkah-langkah pengolahan:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Beras ketan dicuci dan direndam selama 2 jam.&lt;br /&gt;
# Santan direbus bersama garam dan daun salam hingga mendidih. Setelah itu, diangkat dan disisihkan.&lt;br /&gt;
# Beras ketan yang sudah direndam dikukus selama 15 menit. Kemudian, diangkat dan dipindahkan dari kukusan.&lt;br /&gt;
# Santan rebus dimasukkan ke dalam beras ketan yang sudah dimasak. Aduk hingga santan meresap ke dalam beras ketan.&lt;br /&gt;
# Beras ketan dikukus kembali selama 30 menit.&lt;br /&gt;
# Fillet ikan dikukus hingga matang, kemudian ditunggu sampai dingin dan disuwir.&lt;br /&gt;
# Minyak goreng dipanaskan, kemudian bumbu halus ditumis bersama daun salam, daun jeruk, dan daun kemangi.&lt;br /&gt;
# Ikan suwir dimasukkan ke dalam tumisan bumbu halus, kemudian diaduk hingga tercampur rata.&lt;br /&gt;
# Air dan daun jeruk ditambahkan. Masak hingga air menyusut dan ikan dalam kondisi yang cukup kering&lt;br /&gt;
# Daun pisang yang sudah dibersihkan disiapkan.&lt;br /&gt;
# Beberapa sendok ketan diletakkan di atas daun pisang, kemudian diberi isian ikan suwir.&lt;br /&gt;
# Daun pisang dibungkus dan dipadatkan, lalu kedua ujungnya disematkan dengan tusuk gigi atau lidi.&lt;br /&gt;
# Gogosok dipanggang di atas kompor atau wajan anti lengket, cukup sampai daun pisang pembungkus berwarna kecoklatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Rujukan&#039;&#039;&#039; ==&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Pijar.anugerah</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Gogosok&amp;diff=749</id>
		<title>Gogosok</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Gogosok&amp;diff=749"/>
		<updated>2024-03-22T00:08:48Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Pijar.anugerah: Memperbaiki tata bahasa, struktur kalimat, dan gaya penulisan; menambahkan rujukan dan tautan ke artikel lain&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Gogosok.jpg|jmpl|al=Gogosok|Gogosok (Sumber: KataKerja)]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Gogosok&#039;&#039;&#039;, atau Gogos, adalah makanan khas Makassar yang penampilannya mirip dengan lemper dari Jawa atau Lalampa dari Manado. Dibandingkan dua hidangan tersebut, Gogosok berbentuk lebih panjang dan agak langsing, dan dapat memiliki isian atau tanpa isian. Gogosok yang memiliki isian disebut dengan Gogos Kambu yang biasanya diisi ikan tongkol dicampur dengan kelapa sangrai dan bumbu.&amp;lt;ref&amp;gt;Febriady, A. (2021). Gurih pedas gogos kambu, lontong ketan khas Polewali Mandar. &#039;&#039;Detikfood&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://food.detik.com/berita-boga/d-5683587/gurih-pedas-gogos-kambu-lontong-ketan-khas-polewali-mandar&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan baku Gogosok sama dengan [[songkolo]], yaitu beras ketan (hitam maupun putih). Gogosok banyak dijajakan di daerah pantai Losari atau di pinggir-pinggir jalan Kota Makassar dengan telur asin dan kacang rebus sebagai pendamping. Ia juga biasa disajikan saat hari raya Idul Fitri bersama hidangan khas Sulsel lainnya seperti [[Lemang]] dan [[Barongko]].&amp;lt;ref&amp;gt;Alsair, A. H. (2023). Buras, Gogos, dan Barongko: Hidangan Lebaran Khas Sulawesi Selatan. &#039;&#039;IDN Times Sulsel&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://sulsel.idntimes.com/food/dining-guide/ahmad-hidayat-alsair/buras-gogos-dan-barongko-hidangan-lebaran-khas-sulawesi-selatan?page=all&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gogosok biasa disajikan dalam kondisi hangat. Biasanya, gogosok dimakan dengan telur asin atau lauk lain sesuai selera masing-masing. Selain terbuat dari beras ketan hitam atau putih, Gogosok juga biasanya dibuat dari banne, sejenis biji-bijian berwarna cokelat khas Sulawesi.&amp;lt;ref&amp;gt;Katakerja. (2022). &#039;&#039;Ensiklopedia Pangan Olahan SulSelBar.&#039;&#039; Makassar: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Pengolahan ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan utama:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 500 gram ikan tuna/tongkol/cakalang&lt;br /&gt;
* 100 ml air&lt;br /&gt;
* 3 lembar daun jeruk, iris halus&lt;br /&gt;
* 2 sendok makan minyak goreng untuk menumis&lt;br /&gt;
* 1 ikat daun kemangi&lt;br /&gt;
* 1 lembar daun salam&lt;br /&gt;
* Minyak goreng secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bumbu:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 5 siung bawang merah&lt;br /&gt;
* 3 buah cabai merah besar&lt;br /&gt;
* 3 buah cabai rawit merah&lt;br /&gt;
* 3 buah kemiri&lt;br /&gt;
* 2 siung bawang putih&lt;br /&gt;
* 1 sendok teh ketumbar&lt;br /&gt;
* 1 sendok teh gula merah sisir&lt;br /&gt;
* 1 sendok teh garam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Langkah-langkah pengolahan:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Beras ketan dicuci dan direndam selama 2 jam.&lt;br /&gt;
# Santan direbus bersama garam dan daun salam hingga mendidih. Setelah itu, diangkat dan disisihkan.&lt;br /&gt;
# Beras ketan yang sudah direndam dikukus selama 15 menit. Kemudian, diangkat dan dipindahkan dari kukusan.&lt;br /&gt;
# Santan rebus dimasukkan ke dalam beras ketan yang sudah dimasak. Aduk hingga santan meresap ke dalam beras ketan.&lt;br /&gt;
# Beras ketan dikukus kembali selama 30 menit.&lt;br /&gt;
# Fillet ikan dikukus hingga matang, kemudian ditunggu sampai dingin dan disuwir.&lt;br /&gt;
# Minyak goreng dipanaskan, kemudian bumbu halus ditumis bersama daun salam, daun jeruk, dan daun kemangi.&lt;br /&gt;
# Ikan suwir dimasukkan ke dalam tumisan bumbu halus, kemudian diaduk hingga tercampur rata.&lt;br /&gt;
# Air dan daun jeruk ditambahkan. Masak hingga air menyusut dan ikan dalam kondisi yang cukup kering&lt;br /&gt;
# Daun pisang yang sudah dibersihkan disiapkan.&lt;br /&gt;
# Beberapa sendok ketan diletakkan di atas daun pisang, kemudian diberi isian ikan suwir.&lt;br /&gt;
# Daun pisang dibungkus dan dipadatkan, lalu kedua ujungnya disematkan dengan tusuk gigi atau lidi.&lt;br /&gt;
# Gogosok dipanggang di atas kompor atau wajan anti lengket, cukup sampai daun pisang pembungkus berwarna kecoklatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Rujukan:&#039;&#039;&#039; ==&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Pijar.anugerah</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Gogosok&amp;diff=745</id>
		<title>Gogosok</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Gogosok&amp;diff=745"/>
		<updated>2024-03-22T00:02:18Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Pijar.anugerah: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Gogosok.jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Gogosok&#039;&#039;&#039;, atau gogos, adalah makanan khas Makassar yang penampilannya mirip dengan lemper dari Jawa atau Lalampa dari Manado. Dibandingkan dua hidangan tersebut, Gogosok berbentuk lebih panjang dan agak langsing, dan dapat memiliki isian atau tanpa isian. Gogosok yang memiliki isian disebut dengan gogoso’ kambu yang biasanya diisi ikan tongkol dicampur dengan kelapa sangrai dan bumbu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan baku gogosok sama dengan [[songkolo]], yaitu beras ketan (hitam maupun putih). Gogosok banyak dijajakan di daerah pantai Losari atau di pinggir-pinggir jalan Kota Makassar dengan telur asin dan kacang rebus sebagai pendamping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gogosok biasa disajikan dalam kondisi hangat. Biasanya, gogosok dimakan dengan telur asin atau lauk lain sesuai selera masing-masing. Selain terbuat dari beras ketan hitam atau putih, Gogosok juga biasanya dibuat dari banne, sejenis biji-bijian berwarna cokelat khas Sulawesi.&amp;lt;ref&amp;gt;Katakerja. (2022). &#039;&#039;Ensiklopedia Pangan Olahan SulSelBar.&#039;&#039; Makassar: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Pengolahan ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan utama:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 500 gram ikan tuna/tongkol/cakalang&lt;br /&gt;
* 100 ml air&lt;br /&gt;
* 3 lembar daun jeruk, iris halus&lt;br /&gt;
* 2 sendok makan minyak goreng untuk menumis&lt;br /&gt;
* 1 ikat daun kemangi&lt;br /&gt;
* 1 lembar daun salam&lt;br /&gt;
* Minyak goreng secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bumbu:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 5 siung bawang merah&lt;br /&gt;
* 3 buah cabai merah besar&lt;br /&gt;
* 3 buah cabai rawit merah&lt;br /&gt;
* 3 buah kemiri&lt;br /&gt;
* 2 siung bawang putih&lt;br /&gt;
* 1 sendok teh ketumbar&lt;br /&gt;
* 1 sendok teh gula merah sisir&lt;br /&gt;
* 1 sendok teh garam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Langkah-langkah pengolahan:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Beras ketan dicuci dan direndam selama 2 jam.&lt;br /&gt;
# Santan direbus bersama garam dan daun salam hingga mendidih. Setelah itu, diangkat dan disisihkan.&lt;br /&gt;
# Beras ketan yang sudah direndam dikukus selama 15 menit. Kemudian, diangkat dan dipindahkan dari kukusan.&lt;br /&gt;
# Santan rebus dimasukkan ke dalam beras ketan yang sudah dimasak. Aduk hingga santan meresap ke dalam beras ketan.&lt;br /&gt;
# Beras ketan dikukus kembali selama 30 menit.&lt;br /&gt;
# Fillet ikan dikukus hingga matang, kemudian ditunggu sampai dingin dan disuwir.&lt;br /&gt;
# Minyak goreng dipanaskan, kemudian bumbu halus ditumis bersama daun salam, daun jeruk, dan daun kemangi.&lt;br /&gt;
# Ikan suwir dimasukkan ke dalam tumisan bumbu halus, kemudian diaduk hingga tercampur rata.&lt;br /&gt;
# Air dan daun jeruk ditambahkan. Masak hingga air menyusut dan ikan dalam kondisi yang cukup kering&lt;br /&gt;
# Daun pisang yang sudah dibersihkan disiapkan.&lt;br /&gt;
# Beberapa sendok ketan diletakkan di atas daun pisang, kemudian diberi isian ikan suwir.&lt;br /&gt;
# Daun pisang dibungkus dan dipadatkan, lalu kedua ujungnya disematkan dengan tusuk gigi atau lidi.&lt;br /&gt;
# Gogosok dipanggang di atas kompor atau wajan anti lengket, cukup sampai daun pisang pembungkus berwarna kecoklatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Rujukan:&#039;&#039;&#039; ==&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Pijar.anugerah</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Gantala_Jarang&amp;diff=737</id>
		<title>Gantala Jarang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Gantala_Jarang&amp;diff=737"/>
		<updated>2024-03-21T23:50:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Pijar.anugerah: /* Cara pengolahan */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Gantala Jarang Jeneponto.jpg|jmpl|&#039;&#039;Gantala Jarang&#039;&#039;]]&#039;&#039;&#039;Gantala Jarang&#039;&#039;&#039; (ejaan lain: Gantalak Jarang) adalah salah satu makanan khas dari Jeneponto, Sulawesi Selatan. Dalam bahasa lokal, &#039;&#039;gantala&#039;&#039; berarti kuah bening dan &#039;&#039;jarang&#039;&#039; berarti kuda. Berbeda dengan olahan daging yang kaya akan rempah khas Makassar, penampilan Gantala Jarang sangat sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan utama makanan ini adalah daging kuda, garam, dan sedikit kunyit. Karena itu rasa khas daging kuda sangat terasa pada makanan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidangan ini dipercaya oleh masyarakat setempat berkhasiat meningkatkan vitalitas pria. Pada zaman dahulu, gantala jarang menjadi sarapan atau makanan para tentara kerajaan.&amp;lt;ref&amp;gt;Katakerja. 2022. &#039;&#039;Ensiklopedia Pangan Olahan SulSelBar.&#039;&#039; Makassar: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Budaya ==&lt;br /&gt;
Gantala Jarang merupakan hidangan yang hampir selalu ada pada pesta pernikahan di Jeneponto. Keberadaannya di pesta pernikahan menandakan kemeriahan dan kehangatan acara. Para tamu undangan bahkan rela datang ke pesta hanya untuk mencicipi Gantala Jarang yang dimasak langsung dari kuda yang disembelih di tempat. Sajian ini hadir dalam acara sunatan, aqiqah, hingga perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.&amp;lt;ref&amp;gt;Nurdin. 2023. [https://blamakassar.e-journal.id/pusaka/article/view/1015 Budaya Gantala Jarang dalam Pesta Pernikahan pada Masyarakat di Kabupaten Jeneponto]. &#039;&#039;Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan, Vol. 11, No. 1.&#039;&#039; Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gantala Jarang, bersama [[Sop Saudara]], telah diusulkan sebagai bagian dari warisan budaya tak benda Sulawesi Selatan.&amp;lt;ref&amp;gt;Arman, R. S. A. (2023). Sop Saudara dan Gantala Jarang Diusulkan Menjadi Warisan Budaya Tak Benda dari Sulsel. &#039;&#039;kompas.id&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.kompas.id/baca/nusantara/2023/03/13/sop-saudara-dan-gantala-jarang-diusulkan-menjadi-warisan-budaya-tak-benda-dari-sulsel&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara pengolahan ==&lt;br /&gt;
Gantala Jarang dibuat dengan merebus daging kuda yang telah dipotong dadu dan menambahkan garam, serai, dan kunyit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pembuatan hidangan ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
# 250 gram daging sapi&lt;br /&gt;
# 2 batang serai&lt;br /&gt;
# 500 ml air&lt;br /&gt;
# Garam secukupnya&lt;br /&gt;
# Kunyit secukupnya&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Langkah-langkah pengolahan:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
# Daging kuda yang telah dipotong dadu direbus di dalam panci selama 30 menit&lt;br /&gt;
# Selama daging direbus, garam, serai, dan kunyit ditambahkan secukupnya&lt;br /&gt;
# Gantala jarang siap dihidangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Rujukan:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Pijar.anugerah</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Gantala_Jarang&amp;diff=735</id>
		<title>Gantala Jarang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Gantala_Jarang&amp;diff=735"/>
		<updated>2024-03-21T23:49:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Pijar.anugerah: Melengkapi referensi, menambah sub judul budaya, memperbaiki tata bahasa dan gaya penulisan&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Gantala Jarang Jeneponto.jpg|jmpl|&#039;&#039;Gantala Jarang&#039;&#039;]]&#039;&#039;&#039;Gantala Jarang&#039;&#039;&#039; (ejaan lain: Gantalak Jarang) adalah salah satu makanan khas dari Jeneponto, Sulawesi Selatan. Dalam bahasa lokal, &#039;&#039;gantala&#039;&#039; berarti kuah bening dan &#039;&#039;jarang&#039;&#039; berarti kuda. Berbeda dengan olahan daging yang kaya akan rempah khas Makassar, penampilan Gantala Jarang sangat sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan utama makanan ini adalah daging kuda, garam, dan sedikit kunyit. Karena itu rasa khas daging kuda sangat terasa pada makanan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidangan ini dipercaya oleh masyarakat setempat berkhasiat meningkatkan vitalitas pria. Pada zaman dahulu, gantala jarang menjadi sarapan atau makanan para tentara kerajaan.&amp;lt;ref&amp;gt;Katakerja. 2022. &#039;&#039;Ensiklopedia Pangan Olahan SulSelBar.&#039;&#039; Makassar: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Budaya ==&lt;br /&gt;
Gantala Jarang merupakan hidangan yang hampir selalu ada pada pesta pernikahan di Jeneponto. Keberadaannya di pesta pernikahan menandakan kemeriahan dan kehangatan acara. Para tamu undangan bahkan rela datang ke pesta hanya untuk mencicipi Gantala Jarang yang dimasak langsung dari kuda yang disembelih di tempat. Sajian ini hadir dalam acara sunatan, aqiqah, hingga perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.&amp;lt;ref&amp;gt;Nurdin. 2023. [https://blamakassar.e-journal.id/pusaka/article/view/1015 Budaya Gantala Jarang dalam Pesta Pernikahan pada Masyarakat di Kabupaten Jeneponto]. &#039;&#039;Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan, Vol. 11, No. 1.&#039;&#039; Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gantala Jarang, bersama [[Sop Saudara]], telah diusulkan sebagai bagian dari warisan budaya tak benda Sulawesi Selatan.&amp;lt;ref&amp;gt;Arman, R. S. A. (2023). Sop Saudara dan Gantala Jarang Diusulkan Menjadi Warisan Budaya Tak Benda dari Sulsel. &#039;&#039;kompas.id&#039;&#039;. &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://www.kompas.id/baca/nusantara/2023/03/13/sop-saudara-dan-gantala-jarang-diusulkan-menjadi-warisan-budaya-tak-benda-dari-sulsel&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara pengolahan ==&lt;br /&gt;
Gantala Jarang dibuat dengan merebus daging kuda yang telah dipotong dadu dan menambahkan garam, serai, dan kunyit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pembuatan hidangan ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
# 250 gram daging sapi&lt;br /&gt;
# 2 batang serai&lt;br /&gt;
# 500 ml air&lt;br /&gt;
# Garam secukupnya&lt;br /&gt;
# Kunyit secukupnya&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Langkah-langkah pembuatan:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
# Daging kuda yang telah dipotong dadu direbus di dalam panci selama 30 menit&lt;br /&gt;
# Selama daging direbus, garam, serai, dan kunyit ditambahkan secukupnya&lt;br /&gt;
# Gantala jarang siap dihidangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Rujukan:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Pijar.anugerah</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Jagung_Bose&amp;diff=621</id>
		<title>Jagung Bose</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Jagung_Bose&amp;diff=621"/>
		<updated>2024-03-21T09:11:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Pijar.anugerah: Memperbaiki struktur kalimat dan salah ketik, menambah rujukan&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{DISPLAYTITLE:Jagung Katemak }}&lt;br /&gt;
[[Berkas:Jagung Bose.jpg|al=Jagung Bose|jmpl|Jagung bose yang sudah matang dan siap dihidangkan]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jagung Bose&#039;&#039;&#039; adalah olahan [[Pangan Lokal|pangan lokal]] dari Provinsi Nusa Tenggara Timur yang biasanya dihidangkan sebagai [[Makanan Pokok|makanan pokok]] sehari-hari sebagai pengganti nasi. Jagung Bose memiliki tekstur yang lebih lembut daripada [[Jagung Katemak]]. Bahan utama Jagung Bose adalah jagung kuning pipil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara pengolahan ==&lt;br /&gt;
Jagung Bose dibuat dengan menitik (menumbuk) jagung kering kemudian merebusnya bersama kacang-kacangan selama kurang-lebih empat jam &amp;lt;ref&amp;gt;Rosyid, N. 2014. Pandangan Petani Alor Mengenai Bose dan Ketema dalam Konteks Strategi Ekologi dan Kultural. Jurnal  JANTRA  Balai Pelestarian Nilai Budaya Yogyakarta. Vol. 9(1): 1–27&amp;lt;/ref&amp;gt;. Kacang-kacangan yang digunakan dalam Jagung Bose antara lain kacang turis, arbila biji besar, dan arbila biji loreng &amp;lt;ref&amp;gt;Puspita, et al. 2017. [https://www.researchgate.net/profile/Dhanang-Puspita/publication/323004145_Analisis_Proksimat_Berbagai_Jenis_Kacang-kacangan_yang_Tumbuh_di_Pulau_Timor-NTT/links/5a7bc03ca6fdcce697d75839/Analisis-Proksimat-Berbagai-Jenis-Kacang-kacangan-yang-Tumbuh-di-Pulau-Timor-NTT.pdf Analisis Proksimat Berbagai Jenis Kacang-kacangan yang Tumbuh di Pulau Timor-NTT]. Researchgate&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah-langkah pembuatan Jagung Bose adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Jagung kuning pipil ditumbuk menggunakan lesung sampai kulit arinya keluar kemudian dibersihkan&lt;br /&gt;
# Setelah dibersihkan, jagung direndam air beberapa jam untuk memudahkan proses pematangan jagung&lt;br /&gt;
# Jagung direbus sampai empuk, ditambahkan kacang-kacangan seperti kacang tanah atau kacang merah; bisa juga ditambahkan daging sapi&lt;br /&gt;
# Jika air rebusan jagung sudah menyusut, ditambahkan santan kelapa dan dimasak sampai matang&lt;br /&gt;
# Jagung Bose yang sudah matang dapat ditambahkan gula atau garam sesuai selera untuk penambah rasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jagung bose memiliki kandungan gizi berupa karbohidrat dan protein. Dinas Ketahanan Pangan NTT (2016), melaporkan kandungan gizi jagung &#039;&#039;bose&#039;&#039; terdapat karbohidrat (29,27 gr), protein (5,79 gr), dan lemak (4,97 gr) per 100 g. Jagung bose biasanya dihidangkan dengan sayur rumpu-rempe, serta lawar sambel mentah.&amp;lt;ref&amp;gt;Badan Ketahanan Pangan. 2017. [https://badanpangan.go.id/storage/app/media/Evalap/Laporan%20Tahunan%20BKP%20Tahun%202016_.pdf Laporan Tahunan Badan Ketahanan Pangan Tahun 2016.] Kementerian Pertanian &amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Pijar.anugerah</name></author>
	</entry>
</feed>