<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=M.judha</id>
	<title>WikiPangan - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=M.judha"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/M.judha"/>
	<updated>2026-04-05T03:38:27Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Rujak_Natsepa&amp;diff=3950</id>
		<title>Rujak Natsepa</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Rujak_Natsepa&amp;diff=3950"/>
		<updated>2026-02-12T14:59:53Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Rujak Natsepa&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Rujak Natsepa merupakan kuliner khas pesisir Ambon, Maluku, yang menjadi penanda identitas gastronomi Pantai Natsepa. Berbeda dari rujak pada umumnya, keistimewaannya terletak pada sambal kacang yang bercita rasa manis legit dari gula merah, diperkaya [[pala]] dan pangkal belimbing, dengan sentuhan pedas yang lembut namun membekas. Bumbu tersebut berpadu dengan aneka buah tropis—seperti [[nanas]], bengkuang, mentimun, kedondong, belimbing, pepaya, dan mangga golek Pulau Seram—dalam porsi melimpah dan mengenyangkan. Praktik penjualannya yang didominasi perempuan, diwariskan secara turun-temurun, menunjukkan peran perempuan dalam ekonomi kuliner lokal. Rujak ini tidak dijajakan sembarangan, melainkan dikenal terbatas di kawasan Pantai Natsepa, Tapal Kuda, dan Benteng Amsterdam, sehingga memperkuat statusnya sebagai pengalaman rasa yang lekat dengan lanskap pesisir Ambon dan menjadi daya tarik penting bagi masyarakat maupun wisatawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
Buah (sesuai selera, potong-potong):&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 1 buah nanas&lt;br /&gt;
* 1 buah bengkuang&lt;br /&gt;
* 1 buah mentimun&lt;br /&gt;
* 1 buah kedondong&lt;br /&gt;
* 1 buah belimbing&lt;br /&gt;
* ½ buah pepaya mengkal&lt;br /&gt;
* 1 buah mangga golek (atau mangga muda)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambal kacang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 200 gram kacang tanah, goreng&lt;br /&gt;
* 150–200 gram gula merah (diserut)&lt;br /&gt;
* 3–5 buah cabai rawit (sesuai selera)&lt;br /&gt;
* ½ sdt garam&lt;br /&gt;
* 1 sdm parutan pala segar (ciri khas Natsepa)&lt;br /&gt;
* 1–2 sdm irisan tipis pangkal belimbing (opsional, untuk rasa khas)&lt;br /&gt;
* Air matang secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Haluskan kacang tanah goreng bersama cabai dan garam.&lt;br /&gt;
# Tambahkan gula merah, parutan pala, dan irisan pangkal belimbing, lalu ulek hingga tercampur rata.&lt;br /&gt;
# Beri sedikit air matang hingga mencapai kekentalan yang diinginkan (biasanya agak kental).&lt;br /&gt;
# Campurkan sambal dengan potongan buah atau siramkan di atasnya, aduk rata sebelum disajikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/citarasa-khas-bumi-rempah-pada-rujak-natsepa/&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Manisan_Pala&amp;diff=3949</id>
		<title>Manisan Pala</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Manisan_Pala&amp;diff=3949"/>
		<updated>2026-02-12T14:47:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Manisan Pala&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Manisan [[pala]] merupakan kuliner khas Kepulauan Banda, Maluku, yang merepresentasikan jejak sejarah dan kearifan lokal masyarakat penghasil pala (&#039;&#039;Myristica fragrans&#039;&#039;), rempah yang dahulu diperebutkan pada masa kolonial. Diolah dari buah pala segar hasil kebun petani setempat, manisan ini dibuat melalui perendaman dalam air garam atau air laut untuk mengurangi rasa sepat dan melunakkan tekstur, kemudian direndam kembali dalam gula hingga menghasilkan cita rasa manis dan empuk. Sebagai produk olahan tradisional, manisan pala tidak hanya menjadi konsumsi harian, tetapi juga oleh-oleh khas yang memperkuat identitas budaya sekaligus mendukung ekonomi lokal Banda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 1 kg buah pala segar (kupas dan belah sesuai selera)&lt;br /&gt;
* 1 liter air (atau sesuaikan dengan wadah yang dipakai)&lt;br /&gt;
* 3–4 sdm garam (atau secukupnya, bisa gunakan air laut)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 500–700 gram gula pasir (sesuai tingkat kemanisan yang diinginkan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Cuci bersih buah pala, lalu rendam dalam campuran air dan garam selama ±24 jam untuk mengurangi rasa sepat dan melunakkan tekstur.&lt;br /&gt;
# Setelah direndam, tiriskan dan bilas secukupnya, lalu keringkan.&lt;br /&gt;
# Campurkan pala dengan gula pasir hingga merata (atau rendam dalam larutan gula kental), diamkan selama beberapa jam sampai gula meresap.&lt;br /&gt;
# Manisan pala siap disajikan atau dikemas sebagai oleh-oleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://www.kompasiana.com/rurikaimudin/5a067ed8fcf6816f98232cd2/manisan-pala-kuliner-khas-maluku&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Talam_Sagu_Bakar&amp;diff=3943</id>
		<title>Talam Sagu Bakar</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Talam_Sagu_Bakar&amp;diff=3943"/>
		<updated>2026-02-11T16:14:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Talam Sagu Bakar&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Talam [[sagu]] bakar adalah kudapan tradisional Maluku yang terbuat dari sagu, gula merah, kacang, dan [[kenari]], dipanggang hingga matang dengan tekstur lembut, legit, dan rasa manis-gurih. Makanan ini tidak hanya menjadi camilan favorit masyarakat Ambon untuk sarapan atau menemani sore hari bersama kopi dan teh, tetapi juga mencerminkan tradisi kuliner yang diwariskan dari generasi ke generasi, diolah dengan cara tradisional di rumah maupun dijual di pasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 250–300 gram sagu (tepung sagu)&lt;br /&gt;
* 150 gram gula merah, direbus dan disaring airnya&lt;br /&gt;
* 50 gram gula pasir&lt;br /&gt;
* 50 gram mentega&lt;br /&gt;
* 50 gram kacang brenebon atau kacang merah, sangrai dan cincang kasar&lt;br /&gt;
* 30–50 gram kenari, cincang kasar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Loyang, dioles mentega&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Rendam dan Haluskan Sagu Rendam sagu hingga lembut, kemudian haluskan dengan tangan agar teksturnya ringan dan mudah diolah.&lt;br /&gt;
# Larutkan [[Gula Merah]]  Rebus gula merah hingga larut, saring airnya, dan tiriskan.&lt;br /&gt;
# Campur Adonan  Campurkan sagu dan air gula merah dalam satu wadah. Tambahkan gula pasir, aduk rata hingga adonan mengental.&lt;br /&gt;
# Tambahkan Mentega dan Kacang  Masukkan mentega, kacang brenebon atau kacang merah, dan kenari ke adonan. Aduk hingga tercampur rata.&lt;br /&gt;
# Siapkan Loyang  Olesi loyang dengan mentega agar adonan tidak lengket, kemudian tuang adonan ke dalam loyang.&lt;br /&gt;
# Panggang  Panggang adonan di atas bara api atau oven hingga matang dan bagian atasnya kering sedikit.&lt;br /&gt;
# Sajikan  Biarkan sedikit mendingin, potong sesuai selera, dan sajikan hangat bersama kopi atau teh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://bake.co.id/talam-sagu-bakar-kudapan-tradisional-dari-maluku/2/&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sagu_gula&amp;diff=3942</id>
		<title>Sagu gula</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sagu_gula&amp;diff=3942"/>
		<updated>2026-02-11T15:58:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Sagu Gula&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Sagu]] gula merupakan kue tradisional khas Maluku, khususnya Pulau Ambon, yang berbahan dasar sagu dengan isian gula [[aren]] di bagian tengah atau sampingnya. Camilan berbentuk balok ini memiliki variasi tekstur dan bentuk di tiap daerah, bergantung pada komposisi [[kelapa]] serta cetakan tanah liat yang disebut &#039;&#039;porna&#039;&#039;. Di wilayah pesisir seperti Liang dan Natsepa, sagu gula cenderung lebih empuk karena campuran kelapa yang lebih banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses pembuatannya dilakukan dengan memanggang campuran sagu dan kelapa dalam &#039;&#039;porna&#039;&#039; panas, menambahkan gula aren, lalu menutupnya kembali dengan adonan dan daun pisang hingga matang. Sagu gula lazim dinikmati hangat bersama kopi atau teh pada pagi dan sore hari sebagai bagian dari tradisi berkumpul. Kini, keberadaannya semakin terbatas di wilayah kota akibat berkurangnya ketersediaan gula aren, namun masih dapat ditemukan di kawasan pantai dan pasar tradisional di Ambon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Tepung sagu&lt;br /&gt;
# Kelapa parut (sesuaikan, lebih banyak untuk tekstur lebih empuk)&lt;br /&gt;
# Cula aren, serut atau potong kecil&lt;br /&gt;
# Daun pisang secukupnya (untuk alas/penutup)&lt;br /&gt;
# Sejumput garam (opsional)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Aalat Yang Digunakan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Cetakan tanah liat (&#039;&#039;porna&#039;&#039;) atau cetakan kue tebal/panggangan tertutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Tungku atau kompor&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Siapkan Adonan Sagu  Campurkan sagu dengan kelapa parut dan sedikit garam. Aduk hingga rata dan teksturnya lembap (tidak terlalu kering).&lt;br /&gt;
# Panaskan Cetakan  Panaskan cetakan (&#039;&#039;porna&#039;&#039;) di atas api hingga benar-benar panas. Jika tidak menggunakan &#039;&#039;porna&#039;&#039;, panaskan loyang atau cetakan tebal di atas kompor.&lt;br /&gt;
# Bentuk dan Isi  Masukkan sebagian adonan sagu ke dalam cetakan panas sebagai lapisan dasar.  Tambahkan gula aren di bagian tengah atau sisi adonan.  Tutup kembali dengan adonan sagu hingga gula tertutup sempurna.&lt;br /&gt;
# Tutup dan Panggang  Tutup bagian atas adonan dengan daun pisang agar aromanya harum.  Panggang selama kurang lebih 15 menit hingga matang dan bagian luar terasa padat.&lt;br /&gt;
# Angkat dan Sajikan  Keluarkan sagu gula dari cetakan. Sajikan dalam keadaan hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://travel.kompas.com/read/2017/11/15/223000927/liburan-ke-ambon-wajib-coba-kuliner-sagu-gula-aren-yang-kian-langka-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Bubur_Ne&amp;diff=3941</id>
		<title>Bubur Ne</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Bubur_Ne&amp;diff=3941"/>
		<updated>2026-02-11T15:20:39Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Bubur Ne&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Di Maluku, selain dikenal karena bentang alamnya, masyarakat juga mewarisi ragam kuliner tradisional yang menjadi bagian dari kehidupan sosial sehari-hari. Salah satu di antaranya adalah Bubur Ne, hidangan berbahan dasar [[sagu]] yang populer sebagai sajian berbuka puasa pada bulan Ramadan. Kehadirannya pada momen tersebut menunjukkan posisi Bubur Ne bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari praktik konsumsi musiman yang terkait dengan tradisi keagamaan masyarakat setempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bubur Ne memiliki cita rasa manis dan gurih dengan tekstur sagu yang kenyal. Hidangan ini diolah dari bahan-bahan yang relatif sederhana, sehingga mudah dibuat di lingkungan rumah tangga. Kesederhanaan bahan dan proses pengolahannya memperlihatkan pola pemanfaatan sumber daya lokal, sekaligus menjadikan Bubur Ne sebagai kudapan yang menghadirkan kehangatan dan kebersamaan dalam konteks sosial masyarakat Maluku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 250 gram sagu mutiara&lt;br /&gt;
* 1 liter air&lt;br /&gt;
* 500 gram gula pasir&lt;br /&gt;
* 4 lembar daun pandan&lt;br /&gt;
* 2 liter santan&lt;br /&gt;
* 1 sendok teh garam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 2 butir gula merah, diiris tipis (opsional)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;1. Mengolah Sagu Mutiara&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hancurkan sagu mutiara dengan cara diremas hingga butirannya terpisah. Rebus air sampai mendidih, lalu masukkan sagu mutiara dan masak hingga matang serta mengapung. Setelah itu, tiriskan dan siram dengan air dingin agar tidak saling menempel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;2. Menyiapkan Kuah Santan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panaskan santan dalam panci lain bersama gula pasir, daun pandan, dan garam. Aduk perlahan hingga santan mendidih dan seluruh gula larut sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;3. Proses Akhir&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masukkan sagu mutiara yang telah matang ke dalam kuah santan. Aduk hingga tercampur rata dan biarkan beberapa saat sampai kuah meresap serta tekstur bubur mengental. Masak hingga seluruh bahan matang sempurna dan siap disajikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://musianapedia.pikiran-rakyat.com/lifestyle/pr-2268143364/bubur-ne-manisnya-kolak-sagu-khas-maluku-yang-menggugah-selera?page=all&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Bubur_sagu_ubi&amp;diff=3940</id>
		<title>Bubur sagu ubi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Bubur_sagu_ubi&amp;diff=3940"/>
		<updated>2026-02-11T14:42:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Bubur Sagu Ubi&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Bubur [[sagu]] ubi merupakan kuliner tradisional khas Maluku yang merefleksikan peran penting sagu sebagai sumber pangan pokok masyarakat Indonesia timur. Sejak lama, sagu diolah menjadi berbagai makanan tradisional lintas generasi, seperti [[papeda]] dan olahan lainnya. Ketersediaan sagu yang melimpah di wilayah ini membentuk pola konsumsi sekaligus identitas kuliner lokal, di mana bahan pangan lokal dimanfaatkan secara optimal dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bubur sagu ubi dinamai berdasarkan dua bahan utamanya, yakni sagu dan ubi jalar, yang dipadukan dengan gula merah, santan [[kelapa]], serta bahan pelengkap lain. Perpaduan tersebut menghasilkan cita rasa manis dan gurih dengan tekstur lembut. Kandungan karbohidrat dari sagu dan ubi menjadikan hidangan ini sebagai sumber energi yang lazim dikonsumsi, terutama pada pagi hari, sekaligus mencerminkan praktik pangan berbasis hasil bumi setempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 250 gram sagu (atau sesuai kebutuhan)&lt;br /&gt;
* 2–3 buah ubi jalar, kupas dan potong dadu&lt;br /&gt;
* 150–200 gram gula merah, serut&lt;br /&gt;
* 2–3 sdm gula pasir (sesuai selera)&lt;br /&gt;
* 1 lembar daun pandan, simpulkan&lt;br /&gt;
* 500 ml santan kelapa&lt;br /&gt;
* Sejumput garam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Air secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Membuat Bubur (langkah pertama)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Rendam sagu dalam air selama kurang lebih 5 jam, lalu tiriskan dan buang air rendamannya.&lt;br /&gt;
# Rebus ubi jalar dalam air mendidih sekitar 10 menit hingga setengah empuk.&lt;br /&gt;
# Masukkan sagu dan daun pandan ke dalam rebusan ubi.&lt;br /&gt;
# Aduk terus dengan api sedang hingga sagu dan ubi matang serta mengental.&lt;br /&gt;
# Tambahkan gula merah dan gula pasir, aduk hingga larut.&lt;br /&gt;
# Masak sambil terus diaduk hingga bubur meletup-letup dan matang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Membuat Kuah Santan (langkah kedua)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Rebus santan bersama daun pandan dan sejumput garam.&lt;br /&gt;
# Aduk perlahan agar santan tidak pecah, masak hingga mendidih dan matang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyajian:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuang bubur sagu ubi ke dalam mangkuk, lalu siram dengan kuah santan hangat di atasnya. Sajikan selagi hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://www.goodnewsfromindonesia.id/2025/01/23/bubur-sagu-ubi-makanan-tradisional-yang-patut-dicoba-ketika-datang-ke-maluku&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Karmanaci&amp;diff=3889</id>
		<title>Karmanaci</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Karmanaci&amp;diff=3889"/>
		<updated>2026-02-09T18:38:56Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Karmanaci&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Karmanaci, semur daging khas Nusa Tenggara Timur, mencerminkan akulturasi kuliner antara tradisi lokal dan pengaruh kolonial Portugis sejak abad ke-16. Hidangan ini dibuat dari daging sapi atau kambing yang dimasak dengan bumbu rempah kental, seperti [[kemiri]], bawang merah, bawang putih, dan asam kawak, yang dicampur santan hingga menghasilkan kuah pekat meresap ke dalam daging. Proses unik pemanggangan setelah direbus menambahkan aroma berasap khas, teknik yang diadaptasi dari kebiasaan memasak Portugis namun dikembangkan masyarakat NTT menggunakan arang kayu lokal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karmanaci memiliki peran sosial dan budaya yang kuat di NTT, sering disajikan pada acara adat, pernikahan, syukuran, atau penyambutan tamu penting, biasanya dipadukan dengan nasi putih atau [[jagung]] bose. Beberapa varian resep bahkan menggunakan anggur merah atau cuka, menunjukkan adaptasi bahan dari Eropa. Meskipun berakar dari pengaruh luar, karmanaci kini menjadi identitas kuliner NTT, mulai dikenal di luar daerah, dan dihidangkan di restoran dengan sentuhan modern tanpa menghilangkan cita rasa tradisionalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 500 gr daging sapi has atau kambing, potong sesuai selera&lt;br /&gt;
* 4 sdm Bango Kecap Manis&lt;br /&gt;
* 3 siung bawang putih&lt;br /&gt;
* 5 siung bawang merah&lt;br /&gt;
* 2 butir kemiri, sangrai&lt;br /&gt;
* 2 cm [[jahe]]&lt;br /&gt;
* 2 cm [[lengkuas]]&lt;br /&gt;
* 1 sdt ketumbar&lt;br /&gt;
* 1 sdt adas manis&lt;br /&gt;
* 2 sdm air asam kawak atau air asam jawa&lt;br /&gt;
* 200 ml santan&lt;br /&gt;
* Garam dan merica secukupnya&lt;br /&gt;
* Minyak untuk menumis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Arang kayu (opsional, untuk memberi aroma panggang khas)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Haluskan bumbu: bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, lengkuas, ketumbar, dan adas manis.&lt;br /&gt;
# Marinasi daging: campur daging dengan bumbu halus, Bango Kecap Manis, garam, merica, dan air asam. Diamkan 30–60 menit agar meresap.&lt;br /&gt;
# Tumis bumbu: panaskan minyak, tumis bumbu marinasi hingga harum.&lt;br /&gt;
# Rebus daging: masukkan daging, tuang santan, masak dengan api kecil hingga daging empuk dan bumbu meresap.&lt;br /&gt;
# Panggang (opsional): angkat daging, panggang sebentar di atas arang kayu atau teflon agar muncul aroma berasap khas Karmanaci.&lt;br /&gt;
# Sajikan: hidangkan panas bersama nasi putih atau jagung bose khas NTT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://www.liputan6.com/regional/read/6054843/karmanaci-jejak-kolonial-portugis-dalam-semur-khas-nusa-tenggara-timur&lt;br /&gt;
# https://www.masakapahariini.com/r/resep-karmanaci,-berkenalan-lebih-jauh-dengan-kuliner-indonesia-timur.html/257805&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Ka%27pu_Pantunnu&amp;diff=3888</id>
		<title>Ka&#039;pu Pantunnu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Ka%27pu_Pantunnu&amp;diff=3888"/>
		<updated>2026-02-09T18:18:50Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Ka&amp;#039;pu Pantunnu&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Ka’pu pantunnu adalah tumisan jantung pisang khas Sumba Barat yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi salah satu hidangan paling disukai masyarakat setempat. Keistimewaannya terletak pada aroma segar daun kemangi dan rasa khas dari bumbu lokal yang tersedia di sekitar pemukiman. Ibu-ibu secara teliti memilih bagian jantung pisang yang lembut untuk menjaga kualitas rasa, menunjukkan pengetahuan kuliner lokal yang terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan Utama ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Jantung pisang&lt;br /&gt;
# Sayuran bunga (bunga kol atau [[brokoli]])&lt;br /&gt;
# Parutan [[kelapa]]&lt;br /&gt;
# Daun pepaya&lt;br /&gt;
# Daun [[singkong]]&lt;br /&gt;
# Minyak goreng&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bumbu &amp;amp; Rempah ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Cabai&lt;br /&gt;
# Bawang merah&lt;br /&gt;
# Daun jeruk&lt;br /&gt;
# Daun salam&lt;br /&gt;
# [[Terasi]]&lt;br /&gt;
# Lada&lt;br /&gt;
# Laos&lt;br /&gt;
# Serai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
1.     Persiapan Jantung Pisang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Bakar jantung pisang terlebih dahulu hingga matang.&lt;br /&gt;
* Potong kecil-kecil dan campurkan dengan parutan kelapa yang sudah dipanggang serta daun kemangi.&lt;br /&gt;
* Hasilnya akan menghasilkan aroma wangi khas dari kemangi dan jantung pisang bakar berpadu dengan parutan kelapa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.     Menumis Bumbu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Panaskan minyak, kemudian tumis semua rempah hingga setengah matang.&lt;br /&gt;
* Masukkan campuran jantung pisang dan kelapa ke dalam tumisan.&lt;br /&gt;
* Aduk merata dengan cara oseng-oseng hingga semua bahan matang dan bumbu meresap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penyajian ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Sajikan hangat sebagai pendamping nasi putih, nasi [[jagung]], atau nasi milu.&lt;br /&gt;
* Ka’pu pantunnu merupakan sayur tradisional yang menambah cita rasa khas Sumba pada hidangan sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://www.suguhanku.com/2022/09/kapu-pantunnu-sayur-khas-sumba-nusa.html&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Manggulu&amp;diff=3876</id>
		<title>Manggulu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Manggulu&amp;diff=3876"/>
		<updated>2026-02-09T17:24:59Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Manggulu&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Kue Manggulu adalah salah satu makanan tradisional khas Sumba Timur yang dikenal dengan rasa uniknya. Kue ini memiliki bentuk mirip [[dodol]], namun dibungkus dengan daun pisang kering, sehingga dapat bertahan lama. Manggulu tidak menggunakan gula atau bahan pengawet, menjadikannya camilan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain sebagai hidangan, Manggulu juga berperan sebagai camilan untuk menunda lapar, mencerminkan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Keberadaan kue ini menunjukkan bagaimana kuliner tradisional tidak hanya memenuhi kebutuhan makan, tetapi juga mengandung nilai budaya dan praktik lokal yang diwariskan turun-temurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Pisang kepok, dikupas&lt;br /&gt;
# Kacang tanah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan Pelengkap ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Daun pisang kering untuk membungkus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Masak pisang kepok yang sudah dikupas hingga matang, lalu keringkan dengan cara dijemur.&lt;br /&gt;
# Sangrai kacang tanah hingga matang, kemudian buang kulit arinya.&lt;br /&gt;
# Tumbuk kacang tanah bersama pisang yang sudah dikeringkan hingga halus dan tercampur merata.&lt;br /&gt;
# Ambil adonan yang sudah halus, bentuk sesuai keinginan, lalu bungkus dengan daun pisang kering.&lt;br /&gt;
# Gulung adonan di dalam daun pisang hingga berbentuk oval, kemudian ikat bagian atas dan bawahnya.&lt;br /&gt;
# Manggulu siap disimpan atau disajikan. Daun pisang kering berfungsi sekaligus sebagai pengawet alami dan wadah tradisional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://www.merdeka.com/peristiwa/proses-pembuatan-manggulu-oleh-oleh-khas-sumba-timur.html&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Muku_Loto&amp;diff=3869</id>
		<title>Muku Loto</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Muku_Loto&amp;diff=3869"/>
		<updated>2026-02-09T17:10:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Muku Loto&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Muku loto adalah makanan tradisional dari Nagekeo, Flores, yang sudah ada sejak zaman leluhur. Nama hidangan ini berasal dari kata &#039;&#039;muku&#039;&#039; yang berarti pisang dan &#039;&#039;loto&#039;&#039; yang berarti hancur, merujuk pada pisang muda yang dihancurkan sebagai bahan utamanya. Biasanya, pisang ini dipadukan dengan daging babi untuk menciptakan rasa gurih yang khas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidangan ini umumnya disajikan dalam konteks adat, seperti pesta tradisional atau pernikahan lokal, sehingga sulit ditemui di rumah makan biasa di Nusa Tenggara Timur. Keberadaannya lebih dari sekadar makanan; muku loto juga berperan sebagai simbol budaya dan identitas masyarakat Nagekeo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Pisang muda, dikupas (kulit hijau)&lt;br /&gt;
* Jeroan sapi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Batang pisang muda&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bumbu-Bumbu ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Bawang Merah|Bawang merah]] 5 buah&lt;br /&gt;
* Bawang putih 3 siung&lt;br /&gt;
* Kencur secukupnya&lt;br /&gt;
* [[Gula Merah|Gula merah]] 1 sendok teh&lt;br /&gt;
* Garam 2 sendok teh&lt;br /&gt;
* Lombok rawit 5 biji&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Daun salam 2 lembar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Kupas pisang muda dan potong-potong sekitar 3 cm.&lt;br /&gt;
# Rebus pisang bersama jeroan sapi. Masukkan semua bumbu sekaligus saat direbus.&lt;br /&gt;
# Setelah pisang menjadi empuk, aduk-aduk campuran tersebut menggunakan batang pisang muda. Proses ini akan membuat muku loto sedikit mengental.&lt;br /&gt;
# Masak hingga warnanya berubah menjadi agak abu-abu.&lt;br /&gt;
# Angkat dan sajikan muku loto selagi hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://makananoleholeh.com/makanan-khas-ntt/&lt;br /&gt;
# https://budaya-indonesia.org/&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Ubi_Noabosi&amp;diff=3862</id>
		<title>Ubi Noabosi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Ubi_Noabosi&amp;diff=3862"/>
		<updated>2026-02-09T16:51:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Ubi Noabosi&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Ubi Nuabosi adalah umbi-umbian khas Ende yang secara tradisional digunakan sebagai pengganti nasi karena kandungan karbohidratnya cukup tinggi. Selain populer di Ende, ubi ini juga menjadi makanan favorit di Kupang, menunjukkan pola penyebaran dan adaptasi pangan lokal di Nusa Tenggara Timur. Teksturnya lebih lembut dan mudah dikunyah dibanding umbi lain, dengan aroma dan rasa yang khas. Dalam praktik konsumsi masyarakat, ubi ini biasanya direbus dan dimakan dengan garam, atau dipadukan dengan ikan asin dan sambal goreng, mencerminkan cara lokal memadukan rasa dan sumber protein dalam pola makan sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Gunakan ubi jenis Nuabosi yang segar dan berkualitas baik.&lt;br /&gt;
# Gula merah berfungsi untuk memberikan rasa manis alami serta aroma khas pada Ubi Nuabosi.&lt;br /&gt;
# Santan [[kelapa]], baik segar maupun instan, menambah rasa gurih dan aroma yang khas.&lt;br /&gt;
# Sesuaikan jumlah bahan sesuai dengan selera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Kupas ubi, cuci hingga bersih, lalu potong-potong sesuai ukuran yang diinginkan.&lt;br /&gt;
# Setelah ubi matang, haluskan menggunakan garpu atau blender hingga lembut.&lt;br /&gt;
# Campurkan ubi yang telah dihaluskan dengan gula merah, aduk rata.&lt;br /&gt;
# Tambahkan santan dan sedikit garam, aduk kembali hingga semua bahan tercampur. Rebus campuran hingga ubi benar-benar matang dan lembut.&lt;br /&gt;
# Masak terus hingga adonan mendidih dan mengental.&lt;br /&gt;
# Sajikan Ubi Nuabosi selagi hangat, bisa ditambahkan kelapa parut sebagai pelengkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://budaya-indonesia.org/Ubi-Nuabosi&lt;br /&gt;
# https://www.okelihat.com/kuliner/93902167/resep-ubi-nuabosi-hidangan-tradisional-yang-lezat-dan-sehat?page=2&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Pelepah_Manuk&amp;diff=3855</id>
		<title>Pelepah Manuk</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Pelepah_Manuk&amp;diff=3855"/>
		<updated>2026-02-09T16:30:00Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Pelepah Manuk&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Pelepah manuk merupakan olahan ayam kampung khas Nusa Tenggara Timur yang menampilkan kreativitas kuliner lokal dalam mengolah bahan sehari-hari. Meskipun istilah “manuk” berarti burung, masyarakat setempat menggunakan ayam sebagai bahan utama, dimasak dengan santan untuk menciptakan rasa kaya dan tekstur lembut, sekaligus menegaskan hubungan antara praktik pangan dan identitas budaya NTT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
Satu ekor ayam kampung ukuran sedang, dibelah di bagian dada tanpa sampai terputus; air perasan satu jeruk nipis; satu sendok teh garam; 800 ml santan dari satu [[kelapa]]; 3 sendok makan minyak untuk menumis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bumbu Halus ==&lt;br /&gt;
bawang putih, cabai merah besar, cabai merah keriting, [[kunyit]] yang telah dibakar, [[terasi]] goreng, [[kemiri]] sangrai, garam, dan gula pasir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
Ayam dibumbui dengan air jeruk nipis dan garam, kemudian didiamkan sekitar 20 menit. Selanjutnya ayam dibakar di atas bara arang batok hingga berwarna kecokelatan, lalu disisihkan. Bumbu halus ditumis sampai matang, kemudian ayam bakar dimasukkan dan diaduk merata. Santan ditambahkan, dimasak hingga kuah mengental dan bumbu meresap. Setelah matang, hidangan siap disajikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://women.okezone.com/read/2017/06/14/298/1715745/sedapnya-pelepah-manuk-makanan-khas-dari-ntt?page=4&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kue_Jawada&amp;diff=3847</id>
		<title>Kue Jawada</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kue_Jawada&amp;diff=3847"/>
		<updated>2026-02-09T16:12:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Kue Jawada&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Kue Jawada, atau dikenal sebagai kue rambut, merupakan kudapan tradisional masyarakat Pulau Flores dan Pulau Alor di Nusa Tenggara Timur yang mudah dikenali dari bentuknya yang menyerupai helaian rambut keriting. Kue ini umumnya dikonsumsi sebagai pendamping minum kopi atau teh, menandai praktik santai dalam keseharian masyarakat lokal. Dibuat dari campuran tepung tapioka, tepung [[beras]], dan pemanis berbasis gula lontar, adonan cairnya diteteskan melalui cetakan sederhana berlubang ke dalam minyak panas hingga membentuk helaian tipis yang kemudian dilipat menyerupai kerucut. Proses pembuatan yang masih mengandalkan alat tradisional ini memperlihatkan keterampilan kuliner turun-temurun serta keterikatan masyarakat setempat pada bahan dan teknik lokal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
Tepung beras digunakan sesuai kebutuhan, dipadukan dengan gula palem dan nira dalam takaran secukupnya, lalu ditambahkan air dan sedikit garam untuk menyeimbangkan rasa. Minyak disiapkan seperlunya sebagai media penggorengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
Semua bahan diaduk hingga tercampur rata dengan konsistensi adonan yang seimbang, tidak terlalu cair maupun terlalu kental. Adonan kemudian diambil menggunakan wadah kecil dan dituangkan melalui cetakan sederhana—dapat berupa batok [[kelapa]] atau kaleng yang telah diberi lubang-lubang kecil. Selanjutnya, adonan dialirkan ke dalam minyak panas sampai membentuk pola melingkar, lalu dilipat menjadi empat bagian. Proses penggorengan dilakukan dengan metode minyak banyak agar hasilnya tetap renyah, kemudian kue disajikan atau disimpan dalam wadah kering yang tertutup rapat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://dapur-teh-enur.blogspot.com/2016/04/cara-membuat-kue-jawada-khas-ntt.html?m=1&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Se%27i_Daging_Asap&amp;diff=3846</id>
		<title>Se&#039;i Daging Asap</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Se%27i_Daging_Asap&amp;diff=3846"/>
		<updated>2026-02-09T15:40:07Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Se&amp;#039;i Daging Asap&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Se’i merupakan hidangan daging asap khas Nusa Tenggara Timur yang merefleksikan pengetahuan kuliner lokal dalam teknik pengolahan pangan berbasis pengasapan. Daging sapi atau babi diasapi secara perlahan menggunakan kayu bakar tertentu, terutama kayu kosambi, sehingga menghasilkan tekstur empuk, rasa gurih, dan aroma asap yang khas. Dalam praktik konsumsi sehari-hari, Se’i disajikan bersama nasi, sayuran tumis, dan sambal lu’at bercita rasa pedas-asam yang membentuk kesatuan rasa khas NTT. Hidangan ini tidak hanya menonjol dari segi cita rasa, tetapi juga mengandung makna budaya yang kuat karena menjadi warisan kuliner yang diturunkan antar generasi di wilayah Flobamora, sekaligus menegaskan identitas kuliner masyarakat Nusa Tenggara Timur meskipun kini hadir dalam berbagai variasi dan ruang konsumsi modern.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 500 gr daging sapi (iris panjang)&lt;br /&gt;
* 5 siung bawang putih&lt;br /&gt;
* 7 siung [[Bawang Merah|bawang merah]]&lt;br /&gt;
* 10 buah cabai rawit merah&lt;br /&gt;
* 5 buah cabai keriting merah&lt;br /&gt;
* 1 sdt ketumbar bubuk&lt;br /&gt;
* Garam secukupnya&lt;br /&gt;
* Jeruk nipis secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Lumuri daging sapi dengan garam dan jeruk nipis, diamkan 15 menit.&lt;br /&gt;
# Asap daging di atas bara api dengan kayu kosambi/kayu keras lainnya hingga matang merata dan beraroma khas.&lt;br /&gt;
# Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai keriting, dan ketumbar. Tumis hingga harum.&lt;br /&gt;
# Masukkan potongan sei sapi asap, aduk rata dengan bumbu.&lt;br /&gt;
# Sajikan panas dengan nasi putih dan sambal lu’at khas NTT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://www.indonesia.travel/id/id/travel-ideas/gastronomy/sei/&lt;br /&gt;
# https://www.gemapos.id/resepedia/2781629255/Resep-Sei-Sapi-Asap-Khas-NTT-Gurih-Asap-yang-Menggoda&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Catemak_Jagung&amp;diff=3845</id>
		<title>Catemak Jagung</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Catemak_Jagung&amp;diff=3845"/>
		<updated>2026-02-09T15:17:31Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Catemak Jagung&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Catemak [[jagung]] merupakan kuliner tradisional masyarakat Nusa Tenggara Timur yang berbahan dasar jagung dengan kuah melimpah, diperkaya kacang tanah, [[kacang hijau]], labu lilin, dan sayuran hijau. Hidangan ini mencerminkan pola pangan lokal yang sederhana, sehat, dan berbasis hasil pertanian setempat, serta kerap disajikan sebagai makanan penutup atau pelengkap santapan harian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses pengolahannya masih bersifat tradisional, menggunakan rempah-rempah dengan cita rasa dominan asin yang segar, berbeda dari kolak yang umumnya manis. Kuahnya berwarna kecoklatan dan berkarakter seperti sup, menegaskan fungsi Catemak jagung bukan hanya sebagai pencuci mulut, tetapi juga penambah selera makan. Penyajian sering dilengkapi perasan jeruk nipis, menandai preferensi rasa asam-asin yang khas dalam praktik kuliner lokal NTT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Biji jagung kualitas bagus 500 gram&lt;br /&gt;
# Kacang hijau segar 200 gram&lt;br /&gt;
# Kacang tanah sebanyak 100 gram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Panaskan air telebih dahulu, kemudian rebuskan bahan seperti biji jagung, kacang tanah dan kacang hijau sampai empuk, lalu biarkan air rebusan menyatu&lt;br /&gt;
# Selanjutnya masukkan garam dan bumbu penyedap rasa yang sesuai selera kedalam rebusan tadi&lt;br /&gt;
# Berikan tambahan seperti sayuran bunga pepaya, jantung pisang, pucuk labu dan daun ubi, kemudian masak&lt;br /&gt;
# Jika kuahnya sudah mengental dan semua bahan sudah masak, angkat lalu sajikan ditempat saji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://budaya-indonesia.org/cetamak-jagung-makanan-khas-ntt-1&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Ikan_bakar_dabu-dabu&amp;diff=3621</id>
		<title>Ikan bakar dabu-dabu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Ikan_bakar_dabu-dabu&amp;diff=3621"/>
		<updated>2026-02-05T16:15:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Ikan Bakar Dabu-Dabu&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Ikan bakar dabu-dabu adalah hidangan khas dari Maluku yang kini sangat digemari di seluruh Indonesia. Dengan rasa asam dan pedas yang khas, hidangan ini mampu menarik perhatian para penikmatnya, bahkan sejak pertama kali mencoba. Keistimewaan ikan bakar ini terletak pada sambal dabu-dabu yang disiramkan di atasnya. &amp;quot;Dabu-dabu&amp;quot; sendiri berarti sambal mentah, yang kaya akan rasa rempah. Ikan bakar ini disiapkan dengan cara yang sederhana, hanya diberi bumbu dasar berupa garam kasar dan perasan jeruk nipis, agar rasa ikan yang alami tetap terjaga. Sambal dabu-dabu yang segar menambah cita rasa yang menggugah selera pada hidangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan Ikan Bakar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 1 ekor ikan air kuwe (cuci bersih, beri perasan jeruk nipis)&lt;br /&gt;
* 1 sachet Saus Tiram Selera&lt;br /&gt;
* 2 sendok makan minyak sayur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan Sambal Dabu-Dabu ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 10 siung bawang merah, iris tipis&lt;br /&gt;
* 10 buah cabai merah, iris tipis&lt;br /&gt;
* 250 gr [[tomat]] sayur merah, potong dadu&lt;br /&gt;
* garam secukupnya&lt;br /&gt;
* 2 sendok makan minyak sayur matang&lt;br /&gt;
* 10 kuntum daun kemangi&lt;br /&gt;
* 4 sendok makan air jeruk nipis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat Ikan Bakar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Lumuri ikan dengan Saus Tiram Selera yang sudah dicampur minyak sayur. Diamkan minimal 15 menit.&lt;br /&gt;
# Bakar ikan hingga matang dan olesi dengan sisa bumbu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat Sambal Dabu-Dabu ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Campur semua bahan hingga rata.&lt;br /&gt;
# Tuang di atas ikan bakar. Ikan Bakar Dabu-Dabu siap disajikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://tribratanews.polri.go.id/blog/nasional-3/berikut-beberapa-makanan-khas-maluku-49246&lt;br /&gt;
# https://www.dapurkobe.co.id/ikan-bakar-dabu-dabu&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sagu_embal&amp;diff=3620</id>
		<title>Sagu embal</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sagu_embal&amp;diff=3620"/>
		<updated>2026-02-05T14:51:46Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Sagu Embal&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Sagu]] embal atau embal adalah makanan khas Maluku Tenggara yang terbuat dari [[singkong]] yang diolah menjadi tepung dan dijadikan berbagai varian menu, seperti Embal Kacang yang manis, Embal Bubuk Hug, Embal nasi goreng, dan Embal Love yang berbentuk hati. Proses pembuatannya dimulai dengan memarut singkong, menekan parutan untuk mengeluarkan air, dan mengubahnya menjadi tepung. Tepung ini kemudian diolah menjadi berbagai jenis embal, baik yang rasanya manis maupun hambar, yang sering disajikan dengan ikan atau sayur daun pepaya. Embal Love dan Embal Kacang bisa bertahan hingga tiga bulan dan umumnya dimakan bersama teh atau kopi sebagai cemilan pagi atau sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkong menjadi komoditas utama di Maluku Tenggara, ditanam terutama pada awal musim hujan dan dikenal karena daya simpan yang lama, hingga 1-2 tahun. Sejak suplai sagu berkurang pada tahun 1970-an, banyak petani beralih menanam singkong, menjadikannya makanan pokok baru di wilayah ini. Singkong dan olahan khasnya, embal, kemudian menggantikan sagu lempeng sebagai makanan utama, dan semakin populer di masyarakat Maluku Tenggara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Ketela pohon (singkong)&lt;br /&gt;
# Alat pemarut&lt;br /&gt;
# Karung atau alat untuk menekan&lt;br /&gt;
# Alat cetak (sagu)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
Langkah Pertama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Kupas Kulit Singkong: mulailah dengan mengupas kulit singkong (ketela pohon) hingga bersih.&lt;br /&gt;
# Parut Singkong: setelah singkong dikupas, parut singkong hingga halus menggunakan alat pemarut tradisional.&lt;br /&gt;
# Tekan untuk Menghilangkan Air: masukkan parutan singkong ke dalam karung atau kain, lalu tekan atau beri pemberat agar air dari parutan singkong keluar. Proses ini bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam singkong yang telah diparut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah Kedua&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Cetak Tepung Singkong: setelah air keluar dan parutan singkong menjadi setengah kering, masukkan tepung singkong ke dalam alat cetak yang telah dipanaskan sebelumnya. Pastikan cetakan sudah cukup panas agar tepung mudah dipadatkan.&lt;br /&gt;
# Panggang Tepung: panggang tepung singkong yang telah dicetak di atas cetakan sagu pada suhu sekitar 60°C. Proses pemanggangan ini bertujuan untuk mengeringkan tepung dan membentuk tekstur embal.&lt;br /&gt;
# Jemur di Sinar Matahari: setelah proses pemanggangan selesai, jemur embal di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering dan siap disimpan atau dikonsumsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://budaya-indonesia.org/Embal-1&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Nasi_jaha&amp;diff=3619</id>
		<title>Nasi jaha</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Nasi_jaha&amp;diff=3619"/>
		<updated>2026-02-05T12:58:22Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Nasi Jaha&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Nasi jaha adalah hidangan khas Ternate, Maluku Utara, yang terbuat dari campuran [[beras]] ketan, beras biasa, [[jahe]], santan, daun jeruk, pandan, dan serei, yang dibungkus daun pisang muda dan dimasukkan ke dalam batang bambu sebelum dibakar. Awalnya diciptakan sebagai makanan sehari-hari dan dijual di pasar, nasi jaha kini tidak hanya menjadi makanan pokok bagi masyarakat Ternate, tetapi juga populer di kalangan wisatawan, baik domestik maupun asing, berkat cita rasa khas dan cara pembuatan yang menarik. Selain berfungsi sebagai makanan, nasi jaha juga telah berkembang menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat lokal dan menjadi bagian integral dari acara adat seperti pesta, pernikahan, dan ritual lainnya. Hidangan ini melestarikan tradisi kuliner yang telah diwariskan antar generasi dan menjadi simbol budaya Ternate yang dikenal luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 700 g beras ketan&lt;br /&gt;
* 100 g beras biasa&lt;br /&gt;
* 10 lembar daun pandan, iris halus&lt;br /&gt;
* 10 batang serai bagian putih, iris halus&lt;br /&gt;
* 50 ml air&lt;br /&gt;
* 350 ml santan dari 1½ butir [[kelapa]]&lt;br /&gt;
* Daun pisang muda untuk membungkus&lt;br /&gt;
* Bambu perling/cetakan lontong ukuran 20 cm, diameter 6 cm&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bumbu Halus ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 6  cm jahe&lt;br /&gt;
* 125 g bawang merah&lt;br /&gt;
* 2½  sdt garam&lt;br /&gt;
* 2  sdt gula pasir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Cuci beras ketan dan beras biasa hingga bersih, kemudian kukus hingga setengah matang selama sekitar 20 menit. Angkat dan pindahkan ke dalam panci, lalu sisihkan.&lt;br /&gt;
# Haluskan daun pandan dan serai, kemudian campurkan dengan air. Peras hasil tumbukan tersebut, lalu tambahkan ke dalam santan. Masukkan bumbu halus dan aduk rata. Panaskan di atas api hingga mendidih, kemudian angkat.&lt;br /&gt;
# Tuang campuran santan ke dalam ketan, aduk rata di atas api kecil hingga ketan menyerap santan. Angkat dan kukus kembali selama 30 menit hingga matang.&lt;br /&gt;
# Bagi ketan menjadi 3 hingga 4 bagian, lalu bungkus setiap bagian dengan daun pisang membentuk silinder sepanjang ± 5 cm. Sematkan kedua ujungnya dan masukkan ke dalam bambu atau cetakan lontong.&lt;br /&gt;
# Panggang nasi jaha selama 30 menit, balik sesekali agar matang merata. Angkat dan biarkan dingin. Setelah itu, keluarkan nasi jaha dari bambu atau cetakannya, lalu potong-potong sepanjang 5 hingga 6 cm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://kikomunal-indonesia.dgip.go.id/home/explore/traditional/31496&lt;br /&gt;
# https://www.primarasa.co.id/resep-primarasa/Nasi-Jaha&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Ikan_kuah_pala_banda&amp;diff=3565</id>
		<title>Ikan kuah pala banda</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Ikan_kuah_pala_banda&amp;diff=3565"/>
		<updated>2026-02-03T20:57:26Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Ikan kuah [[pala]] banda merupakan salah satu makanan tradisional dari Kepulauan Banda, Maluku. Dari tampilannya, hidangan ini pasti akan membuat selera makan Anda menjadi meningkat. Ikan kuah pala banda terdiri dari ikan sebagai bahan utamanya, umumnya disajikan dengan dengan nasi, urap daun papaya, sambal bekasang, dan ulang-ulang. Sambal bekasang merupakan sambal yang dibuat dari ikan cakalang, cabai, dan perasan jeruk limau. Sementara ulang-ulang adalah campuran beragam sayuran segar seperti [[kangkung]], kacang panjang, mentimun, wortel, terong, dan tauge yang dicampurkan dengan bumbu [[terasi]], [[kenari]] yang dihancurkan, cabai, serta sedikit cuka dan garam. Biasanya, ikan yang digunakan untuk membuat makanan ini adalah ikan tongkol, tengiri, kakap, atau gerapu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang tercermin dari namanya, bumbu utama dalam masakan ikan kuah ini adalah pala, yang merupakan rempah khas dari Kepulauan Banda. Selain itu, bumbu penyedap lainnya juga ditambahkan, seperti merica, cabai, garam, dan sebagainya. Ikan Kuah Pala Banda  cukup terkenal di Kepulauan Banda sejak lama. Meskipun banyak jenis masakan berkuah di Indonesia, tetapi Ikan Kuah Pala Banda tentu memiliki ciri khas dan cita rasa yang cukup berbeda karena perpaduan rasa asam dan ‘pedas pala’ yang merupakan salah satu rempah khas banda yang punya sejarah panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
• 500-750 gram ikan segar (kakap merah/kerapu/tongkol), dipotong sesuai keinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 1 sendok makan air asam jawa (untuk proses marinasi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• Garam secukupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• Air atau santan yang diencerkan secukupnya (opsional).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bumbu Halus ==&lt;br /&gt;
• 5-8 butir bawang merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 3-4 siung bawang putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 3-5 buah cabai merah keriting (sesuai preferensi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 2-3 buah cabai rawit (opsional, untuk meningkatkan kepedasan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 1 ruas jari [[jahe]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 2 ruas jari [[kunyit]] (atau 1 sendok teh kunyit bubuk).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 1 sendok teh merica biji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 1/2 - 1 butir pala (atau 1 sendok teh pala bubuk).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bumbu Aromatik ==&lt;br /&gt;
• 2 batang serai, dilumatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 3-5 lembar daun jeruk, diremas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 1 lembar daun kunyit (opsional).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tambahan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• Daun kemangi secukupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• Gula/Gula Jawa secukupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• Jeruk nipis (tambahan jika rasa asam kurang).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Marinasi Ikan: Bersihkan ikan dengan baik, lalu celupkan ke dalam air asam jawa dan garam. Biarkan selama 15-20 menit agar bumbu meresap, kemudian bilas lagi (atau bisa digoreng sebentar/setengah matang jika diinginkan).&lt;br /&gt;
# Tumis Bumbu: Panaskan bumbu yang sudah dihaluskan bersama serai dan daun jeruk hingga mengeluarkan aroma yang wangi dan matang (bumbu terlihat lebih gelap dan minyaknya jernih).&lt;br /&gt;
# Masak Kuah: Tuangkan air atau santan ke dalam tumisan bumbu. Rebus hingga mendidih.&lt;br /&gt;
# Masukkan Ikan: Tambahkan ikan yang telah dimarinasi. Masak dengan api yang sedang rendah agar ikan tetap utuh dan bumbu meresap dengan baik.&lt;br /&gt;
# Tambahkan Perasa: Masukkan garam, gula, dan sedikit gula jawa (jika digunakan). Sesuaikan rasa (asam, pedas, dan gurih).&lt;br /&gt;
# Penyelesaian: Tambahkan daun kemangi dan cabai rawit utuh menjelang akhir memasak. Matikan api.&lt;br /&gt;
# Sajikan: Nikmati hidangan selagi panas bersama nasi atau [[sagu]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://budaya-indonesia.org/Ikan-Kuah-Pala-Banda-4&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Ikan_kuah_pala_banda&amp;diff=3564</id>
		<title>Ikan kuah pala banda</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Ikan_kuah_pala_banda&amp;diff=3564"/>
		<updated>2026-02-03T20:47:38Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Ikan Kuah Pala Banda&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Ikan kuah [[pala]] banda merupakan salah satu kuliner tradisional dari Maluku, terutama berasal dari Kepulauan Banda. Dari tampilannya, hidangan ini pasti akan membuat selera makan Anda menjadi meningkat. Ikan kuah pala banda terdiri dari ikan sebagai bahan utamanya, umumnya disajikan dengan dengan nasi, urap daun papaya, sambal bekasang, dan ulang-ulang. Sambal bekasang merupakan sambal yang dibuat dari ikan cakalang, cabai, dan perasan jeruk limau. Sementara ulang-ulang adalah campuran beragam sayuran segar seperti [[kangkung]], kacang panjang, mentimun, wortel, terong, dan tauge yang dicampurkan dengan bumbu [[terasi]], [[kenari]] yang dihancurkan, cabai, serta sedikit cuka dan garam. Biasanya, ikan yang digunakan untuk membuat makanan ini adalah ikan tongkol, tengiri, kakap, atau gerapu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang tercermin dari namanya, bumbu utama dalam masakan ikan kuah ini adalah pala, yang merupakan rempah khas dari Kepulauan Banda. Selain itu, bumbu penyedap lainnya juga ditambahkan, seperti merica, cabai, garam, dan sebagainya. Ikan Kuah Pala Banda  cukup terkenal di Kepulauan Banda sejak lama. Meskipun banyak jenis masakan berkuah di Indonesia, tetapi Ikan Kuah Pala Banda tentu memiliki ciri khas dan cita rasa yang cukup berbeda karena perpaduan rasa asam dan ‘pedas pala’ yang merupakan salah satu rempah khas banda yang punya sejarah panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
• 500-750 gram ikan segar (kakap merah/kerapu/tongkol), dipotong sesuai keinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 1 sendok makan air asam jawa (untuk proses marinasi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• Garam secukupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• Air atau santan yang diencerkan secukupnya (opsional).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bumbu Halus ==&lt;br /&gt;
• 5-8 butir bawang merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 3-4 siung bawang putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 3-5 buah cabai merah keriting (sesuai preferensi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 2-3 buah cabai rawit (opsional, untuk meningkatkan kepedasan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 1 ruas jari [[jahe]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 2 ruas jari [[kunyit]] (atau 1 sendok teh kunyit bubuk).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 1 sendok teh merica biji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 1/2 - 1 butir pala (atau 1 sendok teh pala bubuk).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bumbu Aromatik ==&lt;br /&gt;
• 2 batang serai, dilumatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 3-5 lembar daun jeruk, diremas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• 1 lembar daun kunyit (opsional).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tambahan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• Daun kemangi secukupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• Gula/Gula Jawa secukupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• Jeruk nipis (tambahan jika rasa asam kurang).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Marinasi Ikan: Bersihkan ikan dengan baik, lalu celupkan ke dalam air asam jawa dan garam. Biarkan selama 15-20 menit agar bumbu meresap, kemudian bilas lagi (atau bisa digoreng sebentar/setengah matang jika diinginkan).&lt;br /&gt;
# Tumis Bumbu: Panaskan bumbu yang sudah dihaluskan bersama serai dan daun jeruk hingga mengeluarkan aroma yang wangi dan matang (bumbu terlihat lebih gelap dan minyaknya jernih).&lt;br /&gt;
# Masak Kuah: Tuangkan air atau santan ke dalam tumisan bumbu. Rebus hingga mendidih.&lt;br /&gt;
# Masukkan Ikan: Tambahkan ikan yang telah dimarinasi. Masak dengan api yang sedang rendah agar ikan tetap utuh dan bumbu meresap dengan baik.&lt;br /&gt;
# Tambahkan Perasa: Masukkan garam, gula, dan sedikit gula jawa (jika digunakan). Sesuaikan rasa (asam, pedas, dan gurih).&lt;br /&gt;
# Penyelesaian: Tambahkan daun kemangi dan cabai rawit utuh menjelang akhir memasak. Matikan api.&lt;br /&gt;
# Sajikan: Nikmati hidangan selagi panas bersama nasi atau [[sagu]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://budaya-indonesia.org/Ikan-Kuah-Pala-Banda-4&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sagu_tumbu&amp;diff=3563</id>
		<title>Sagu tumbu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sagu_tumbu&amp;diff=3563"/>
		<updated>2026-02-03T18:18:31Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Sagu Tumbu&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Sagu]] [[Tumbu]] adalah salah satu kuliner tradisional dari daerah Maluku  yang mempunyai nilai khas karena bahan utamanya yang terbuat dari tepung sagu kering, [[kenari]] dan gula merah. Dengan bahan utama yang merupakan kombinasi antara Tepung Sagu Kering, [[Gula Merah]], dan Kenari membuat kuliner ini memiliki cita rasa yang sangat kaya.  Komponen tersebut diolah dengan metode tradisional, diaduk atau ditumbuk dalam alat lesung yang terbuat dari kayu. Disebut sagu tumbu karena proses pembuatannya yang ditumbuk. Meskipun secara umum dikenal dengan nama sagu tumbu, tetapi di beberapa daerah di Maluku  juga punya penyebutannya masing-masing, misal di Seram Timur lebih dikenal dengan nama Kori. Bagi masyarakat Maluku sagu tumbu lebih nikmat dikonsumsi dengan pisang yang sudah matang di waktu senggang bersama teh atau kopi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Siapkan tepung sagu yang kering&lt;br /&gt;
# Siapkan buah kenari yang kering dan sudah disangrai&lt;br /&gt;
# Siapkan gula merah&lt;br /&gt;
# Siapkan lesung (wada yang dipakai untuk menumbuk)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Masukkan semua bahan ke dalam lesung&lt;br /&gt;
# Tumbuk hingga bahannya tercampur secara merata&lt;br /&gt;
# Pastikan semua bahannya sudah halus dan sudah berminyak&lt;br /&gt;
# Angkat dan pindahkan ke wada yang lain&lt;br /&gt;
# Sagu tumbu siap dihidangkan dan dicicipi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://budaya-indonesia.org/Sagu-Tumbu-2&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Nasi_lapola&amp;diff=3562</id>
		<title>Nasi lapola</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Nasi_lapola&amp;diff=3562"/>
		<updated>2026-02-03T17:28:53Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Nasi Lapola&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Nasi lapola adalah kuliner khas Indonesia yang berasal dari wilayah Maluku, makanan ini lebih terkenal khususnya di Maluku Utara. Nasi Lapola memiliki rasa yang pulen serta bergizi dan menjadi salah satu hidangan yang sangat populer di Maluku Utara. Keunikan dari makanan ini adalah oromanya (yang dihasilkan oleh daun pandan) yang semakin meningkatkan gairah makan. Kehadiran kacang tolo dalam hidangan nasi lapola juga menambah pengalaman bersantap yang semakin menggugah selera. Bagi orang-orang di luar Maluku, barangkali nama nasi lapola terasa asing,  tetapi di Maluku hidangan ini sangat populer dan banyak diminati—karena kelezatan. Bagi masyarakat setempat, satu porsi nasi lapola dapat menjadikan pengalaman makan Anda sangat berkesan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Siapkan 1 buah [[kelapa]] (sedikit lebih muda)&lt;br /&gt;
# Parut  memanjang&lt;br /&gt;
# Siapkan 250 gram kacang tolo&lt;br /&gt;
# Dicuci hingga bersih kemudian direndam semalaman&lt;br /&gt;
# Siapkan Air bersih, 600 ml&lt;br /&gt;
# Siapkan 1 lembar daun pandan (yang sudah di sobek-sobek)&lt;br /&gt;
# Siapkan 500 gram [[beras]] yang sudah dicuci,&lt;br /&gt;
# Terakhir siapkan garam dapur secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Rebus kacang tolo hingga lembut dan biarkan cairan yang menyertai mengering lalu dingkat.&lt;br /&gt;
# Selanjutnya, didihkan air bersama daun pandan, kemudian masukkan beras yang telah dibersihkan sebelumnya dan masak dengan api kecil hingga matang dan airnya berkurang kemudian dingkat.&lt;br /&gt;
# Setelah itu, satukan beras yang telah dimasak dengan kacang tolo yang telah direbus, parutan kelapa, dan garam lalu diaduk hingga merata.&lt;br /&gt;
# Ketika semua bahan telah tercampur, tuangkan ke dalam dandang dan kukus selama 30 menit hingga matang sempurna. &lt;br /&gt;
# Angkat dan pindahkan ke dalam wadah yang telah disiapkan&lt;br /&gt;
# Dinginkan nasi dengan mengipas dan mengaduk perlahan agar nasi menjadi pulen.&lt;br /&gt;
# Nasi lapola siap disajikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://web.archive.org/web/20190412180547/http://www.kulinerindonesia.web.id/nasi-lapola/&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sate_gogos_pokea&amp;diff=3556</id>
		<title>Sate gogos pokea</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sate_gogos_pokea&amp;diff=3556"/>
		<updated>2026-02-01T23:34:47Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Sate Gogos Pokea&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Sate Gogos Pokea adalah salah satu hidangan tradisional khas masyarakat Konawe. Sajian ini menghadirkan perpaduan cita rasa pedas dan gurih yang mencerminkan karakter kuliner lokal. Dibuat dari daging kerang segar yang disajikan bersama sambal bacem bercita rasa manis, hidangan ini berasal dari Sulawesi Tenggara, tepatnya di Kabupaten Konawe, Desa Kali Pohara. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Tenggara, kuliner laut seperti Sate Gogos Pokea relatif mudah ditemukan dan menjadi salah satu sajian yang layak untuk dicicipi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan-bahan ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan 1 :&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
300 gr daging kerang dara&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20 buah tusuk sate dari lidi &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
350 ml air&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan 2 : (haluskan)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1 ½ sdm gula pasir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8 buah [[cabe rawit]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5 siung bawang putih&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2 cm [[lengkuas]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1 sdt &#039;&#039;&#039;Desaku Ketumbar Bubuk&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
½ sdt &#039;&#039;&#039;Ladaku Merica Bubuk&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1 sdt garam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan 3 :&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6 buah gogos, seperti lemper tanpa isi, terbuat dari ketan yang sudah matang dibungkus dengan daun pisang yang dikukus dan dibakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
1. Rebus air hingga mendidih lalu masukkan bumbu halus, aduk rata hingga harum dan matang lalu masukkan gogos/kerang masak hingga air mulai habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Tusuk dengan tusuk lidi sebanyak 5-7 buah sesuai dengan selera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Panggang sesaat dengan pan dan sajikan panas panas beserta gogos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://konreg.bpsprovsultra.page/wisata/kuliner&lt;br /&gt;
# https://rasasayange.co.id/read/resep/20171103/gogos-sate-pokea.html&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Lapa-lapa&amp;diff=3555</id>
		<title>Lapa-lapa</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Lapa-lapa&amp;diff=3555"/>
		<updated>2026-02-01T23:22:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Lapa-lapa&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Lapa-lapa adalah makanan tradisional masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara yang tidak hanya berfungsi sebagai hidangan, tetapi juga sebagai penanda praktik sosial dan budaya. Nama &#039;&#039;lapa&#039;&#039;, yang berasal dari bahasa Walio dan berarti “berlipat-lipat”, mencerminkan teknik pembuatannya yang khas. Makanan ini dibuat dari beragam bahan pokok seperti [[beras]], ketan, [[jagung]], dan ubi, serta kerap hadir dalam berbagai momen penting kehidupan masyarakat, mulai dari perayaan Idulfitri hingga ritual Haroa, upacara adat, pernikahan, dan penyambutan tamu. Dalam konteks Haroa, Lapa-lapa menempati posisi penting sebagai hidangan yang tidak dapat dipisahkan dari rangkaian ritual. Praktik konsumsi Lapa-lapa menunjukkan keragaman lokal yang menarik. Di Makassar, makanan ini biasa disantap bersama ikan asin dan sambal kaluku berbahan [[kelapa]] parut, sementara di Sulawesi Tenggara sering dipadukan dengan sate pokea. Ketika masyarakat Sulawesi berpindah dan menetap di berbagai wilayah lain di Indonesia, Lapa-lapa turut mengalami penyesuaian sesuai dengan kondisi setempat. Di Sumbawa Barat, misalnya, bahan dasar Lapa-lapa beralih ke jagung, dan makanan ini dikonsumsi sebagai camilan sehari-hari maupun sajian berbuka puasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# 12 lonjor&lt;br /&gt;
# &amp;lt;bdi&amp;gt;600 ml&amp;lt;/bdi&amp;gt; beras ketan&lt;br /&gt;
# &amp;lt;bdi&amp;gt;250 ml&amp;lt;/bdi&amp;gt; santan kental dari 1/2 [[buah kelapa]]&lt;br /&gt;
# &amp;lt;bdi&amp;gt;1&amp;lt;/bdi&amp;gt; ,sdt garam&lt;br /&gt;
# &amp;lt;bdi&amp;gt;12 lembar&amp;lt;/bdi&amp;gt; janur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Kukus beras ketan 10 sampai 15 menit angkat tuangi santan+ garam yg sudah diaduk rata.&lt;br /&gt;
# Campur hingga santan terserap habis sambil diaduk.&lt;br /&gt;
# Dinginkan&lt;br /&gt;
# Lalu bungkus dan ikat lapa lapa. &lt;br /&gt;
# Presto 45 menit dari waktu presto mendesis. Dinginkan dan angkat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://id.wikipedia.org/wiki/Lapa-lapa&lt;br /&gt;
# https://cookpad.com/id/resep/16905024&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kabuto&amp;diff=3554</id>
		<title>Kabuto</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kabuto&amp;diff=3554"/>
		<updated>2026-02-01T20:15:18Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Kabuto&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabuto merupakan hidangan tradisional yang dibuat dari ubi kayu yang telah difermentasi dan dikukus. Ketika disajikan, Kabuto memiliki tekstur yang lembek dan kenyal. Kabuto diakui sebagai salah satu kuliner khas Sulawesi Tenggara yang berasal dari Kabupaten Muna. Hidangan Kabuto memiliki cita rasa unik dan umumnya disajikan sebagai pengganti nasi. Kabuto telah lama menjadi bahan makanan utama bagi penduduk Muna, Sulawesi Tenggara, sebagai alternatif nasi, terutama bagi mereka yang berdomisili di kawasan tepi laut. Di saat terjadi kekurangan pangan, Kabuto sangat dibutuhkan dan banyak dikonsumsi masyarakat setempat untuk meningkatkan stamina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# 250 Gram [[Singkong]] yang sudah dikeringkan (Kakombo).&lt;br /&gt;
# [[Kelapa]] parut secukupnya. &lt;br /&gt;
# Sejumput garam. &lt;br /&gt;
# Ikan asin yang telah digoreng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Potong Kakombo kecil - kecil, lalu rendam dengan air selama semalam. Kemudian tiriskan kakombo. &lt;br /&gt;
# Siapkan panci kukusan, dan kukus kakombo selama 15 - 30 menit dengan api sedang. &lt;br /&gt;
# Jika sudah matang, angkat lalu biarkan hingga dingin.  Campurkan dengan garam secukupnya. &lt;br /&gt;
# Sajikan kabuto dengan kelapa parut dan ikan asin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://rri.co.id/kuliner/773925/kabuto-makanan-khas-daerah-muna-sejak-zaman-dulu&lt;br /&gt;
# https://rri.co.id/kuliner/729703/resep-kabuto-makanan-khas-daerah-muna#:~:text=Cara%20membuat:,Gus%20Yahya%20sebagai%20Ketua%20Umum&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Ikan_dole&amp;diff=3553</id>
		<title>Ikan dole</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Ikan_dole&amp;diff=3553"/>
		<updated>2026-02-01T20:01:32Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Ikan Dole&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Ikan Dole merupakan makanan tradisional yang berasal dari Sulawesi Tenggara, khususnya di wilayah Buton. Makanan khas ini sering disajikan bagi masyarakat lokal yang tengah merayakan acara tertentu. Proses pembuatannya sangat simpel, yaitu dengan menyiapkan bahan seperti ikan tenggiri yang telah dihilangkan tulang dan durinya. Hidangan ini memiliki rasa yang lezat sebab bahan utamanya terbuat dari ikan tenggiri yang dicampur dengan [[kelapa]] muda. Kelapa muda inilah yang memberikan karakter rasa gurih pada hidangan khas ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
1 Kg Ikan Layang (dapat diganti dengan ikan lain seperti, ikan tenggiri, Ikan kuwe, Selar, Tuna ataupun Baby Tuna, yang penting jenis ikannya adalah ikan yang berdaging putih dan padat)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2 buah Jeruk nipis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1 sdm Garam kasar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1/2 sdm [[Kunyit]] bubuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1/4 bungkus Penyedap rasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minyak goreng&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bumbu ==&lt;br /&gt;
1/2 buah Kelapa yang tidak terlalu tua disangrai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5 buah Jeruk nipis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1/2 sdm Jintan halus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1 1/2 sdm Merica halus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1 1/2 sdm Ketumbar halus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1 sdm Garam kasar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1 bungkus Penyedap rasa ayam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1/2 sdm Gula pasir halus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2 buah Telur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bumbu yang dihaluskan ==&lt;br /&gt;
2 buah Cabe merah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3 buah [[Cabe rawit]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2 buah Cabe keriting&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5 siung Bawang putih&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7 siung [[Bawang Merah]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1 batang Serai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1 ruas [[Jahe]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1/2 ruas [[Lengkuas]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Bersihkan insang dan sisik ikan, lalu dipotong atau diiris seperti akan digoreng. Lalu campurkan perasan jeruk nipis, garam, kunyit dan penyedap, ratakan bumbu dan biarkan meresap sekitar 5 menit lalu kukus selama 15 menit dengan api sedang dilapisi daun pisang atau plastik bening yang biasa digunakan untuk membungkus makanan. Dinginkan lalu pisahkan daging ikan dari tulangnya. Tumbuk ikan tapi jangan sampai terlalu halus.&lt;br /&gt;
# Tumbuk kelapa yang telah disangrai sampai cukup halus. Campurkan ikan yang juga telah ditumbuk. Pengolahan ikan dan kelapa yang ditumbuk adalah untuk mempertahankan struktur ikan dan kelapa, sehingga tidak menjadi halus seperti bumbu rempahnya.&lt;br /&gt;
# Bumbu yang dihaluskan jika menggunakan blender boleh menambahkan sedikit air, dengan catatan setelah halus perlu sedikit dipanaskan diatas api, tanpa minyak agar kadar airnya berkurang. Setelah itu masukkan ke dalam campuran ikan dan kelapa. Bumbu tadi bisa juga dihaluskan dengan cara ditumbuk saja.&lt;br /&gt;
# Campurkan semua bumbu seperti perasan jeruk nipis, jintan, merica, ketumbar, garam, penyedap, gula dan telur. Pastikan semuanya tercampur rata, Lalu siap dicetak.&lt;br /&gt;
# Sebelum dicetak Anda bisa mencoba rasanya dan menyesuaikan kembali sesuai selera. Misalnya ingin ikannya terasa lebih pedas, bisa menambahkan cabe lebih banyak, ingin rasanya lebih kecut juga bisa dengan menambahkan jeruk nipis lebih banyak. Simpan ikan terlebih dahulu di dalam kulkas baru kemudian digoreng. Hal ini kan membuat ikan renyah pada bagian luar dan lebih lembut di bagian dalam.&lt;br /&gt;
# Panaskan minyak goreng dengan api sedang, lalu goreng hingga kecoklatan. Sebelum digoreng ikan bisa juga dibalur lagi dengan tambahan putih telur, tergantung selera.&lt;br /&gt;
# Cetak ikan sesuai bentuk yang diinginkan, tapi perhatikan ketebalannya, idealnya 1-1,5 cm saja agar minyak bisa meresap dengan baik dan ikan tidak terlalu rapuh saat digoreng. Dengan ketebalan dan bentuk seperti di dalam gambar, resep ini bisa menghasilkan 42 potong Kenta ni dole yang siap digoreng. Bagi yang tidak ingin menambahkan kelapa bisa saja dihilangkan, tapi volumenya jelas akan berkurang, kemungkinan hanya akan menghasilkan 30 potong ikan saja.&lt;br /&gt;
# Santap selagi hangat, kala Anda gigit asap mengepul keluar dan nikmat kelembutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujuakn ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://konreg.bpsprovsultra.page/wisata/kuliner#3-karasi&lt;br /&gt;
# https://budaya-indonesia.org/Ikan-Dole&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Karasi&amp;diff=3552</id>
		<title>Karasi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Karasi&amp;diff=3552"/>
		<updated>2026-02-01T19:50:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Karasi&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Karasi adalah kuliner tradisional yang berasal dari Kendari, Sulawesi Tenggara. Bagi masyarakat setempat, hidangan ini memiliki cita rasa yang manis. Selain itu, hidangan yang berasal dari Kendari ini bahan dasarnya menggunakan [[jagung]] dan gula merah cair, yang kadang-kadang dikenal dengan sebutan gola bone lonsa. Hal ini terjadi karena pada masa lalu, gula pasir dan tepung [[beras]] belum tersedia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 250 gr tepung beras&lt;br /&gt;
* 50 gr tepung tapioka&lt;br /&gt;
* 200 ml air&lt;br /&gt;
* 3 sdm kental manis&lt;br /&gt;
* 4 sdm gula pasir&lt;br /&gt;
* 1 butir [[telur ayam]]&lt;br /&gt;
* 1/2 sdt [[vanili]]&lt;br /&gt;
* 1/4 sdt garam&lt;br /&gt;
* minyak goreng secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Campur tepung beras, tapioka, gula pasir, garam, vanili dan telur ayam. Aduk semua bahan.&lt;br /&gt;
# Campurkan kental manis ke dalam air. Tuang air ke dalam adonan hingga terbentuk adonan cair kental.&lt;br /&gt;
# Saring adonan ke dalam wadah lain untuk memisahkan adonan yang kira-kira masih menggumpal. Haluskan lagi sisa bahan yang menggumpal hingga tercampur rata.&lt;br /&gt;
# Siapkan saringan dengan lubang-lubang kecil. &lt;br /&gt;
# Panaskan wajan dan minyak secukupnya. Masukkan adonan ke dalam cetakan, tuang ke dalam wajan sambil diputar-putar hingga terbentuk seperti sarang.&lt;br /&gt;
# Lipat adonan yang sudah merah keemasan, gulung dan angkat jika sudah krispi.&lt;br /&gt;
# Lakukan hingga adonan habis, dianginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karasi khas Sulawesi Tenggara siap dinikmati dan simpan di stoples agar tidak melempem.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://konreg.bpsprovsultra.page/wisata/kuliner#3-karasi&lt;br /&gt;
# https://www.fimela.com/food/read/4674944/resep-karasi-khas-sulawesi-tenggara&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sinonggi&amp;diff=3551</id>
		<title>Sinonggi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sinonggi&amp;diff=3551"/>
		<updated>2026-02-01T19:39:10Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Sinonggi&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinonggi merupakan hidangan tradisional suku Tolaki yang terbuat dari ekstrak pati [[sagu]]. Di Sulawesi Selatan, hidangan yang mirip dikenal sebagai [[kapurung]], sementara di Kepulauan Maluku disebut [[papeda]]. Walaupun bahan-bahan yang digunakan mirip, cara penyajian masing-masing hidangan tersebut berbeda. Untuk sinonggi, tepung sagu yang telah dimasak tidak dicampurkan dengan sayuran, kuah ikan, sambal (&amp;quot;dabu-dabu&amp;quot;), atau bumbu lain, melainkan disesuaikan dengan selera individu. Bagi Suku Tolaki, sinonggi dulunya adalah makanan pokok, namun kini telah beralih menjadi makanan sekunder sebagai pengganti [[beras]] saat masa sulit. Meskipun merupakan kuliner tradisional Suku Tolaki, belum ada catatan yang jelas berapa lama Suku Tolaki telah mengonsumsi sinonggi. Namun, makanan ini telah ada selama ratusan tahun, mirip dengan beras. Dalam mitos yang berkembang di kalangan Tolaki, disebutkan bahwa pohon sagu sebagai bahan utama Sinonggi tumbuh secara alami di perkampungan Kuko Hulu di sepanjang Sungai Konaweha, yang kini dikenal sebagai Latoma Tua. Dalam bahasa Tolaki, istilahnya adalah &amp;quot;sowurere&amp;quot;, yang berarti &amp;quot;sebuah desa yang dipenuhi ribuan pohon sagu&amp;quot;. Lokasinya terletak tepat di dekat Tongauna, Kecamatan Ulu Iwoi, Kabupaten Kolaka. Versi lain mengungkapkan bahwa pohon sagu tersebut yang tumbuh di lahan basah sesungguhnya berasal dari daerah Maluku. Pada umumnya, makanan siap saji seperti sayuran, kuah ikan, dan sambal sudah disiapkan sebelumnya agar bisa langsung dinikmati ketika sinonggi masih dalam keadaan panas. Sayuran dan sambal biasanya ditambah dengan daun kemangi serta jeruk purut, yang di Kendari dikenal sebagai &amp;quot;jeruk Tolaki. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Pati Sagu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Sebelum memasak, pati sagu direndam dalam wadah seperti baskom, menggunakan air dingin semalaman untuk memungkinkan pengendapan. &lt;br /&gt;
# Setelah itu, airnya dibuang. &lt;br /&gt;
# Saat sagu akan diolah, ia dicairkan dengan air dingin secukupnya, &lt;br /&gt;
# kemudian secara bertahap disiram dengan air mendidih sambil terus diaduk sampai mengental.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://id.wikipedia.org/wiki/Sinonggi&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Garigi&amp;diff=3549</id>
		<title>Garigi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Garigi&amp;diff=3549"/>
		<updated>2026-02-01T14:45:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Garigi&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Dari sekian makanan khas yang dimiliki oleh Masyakat Enrekang, Garigi juga merupakan salah satunya yang unik. Keunikannya terletak pada bahan dasar makanan ini, yang dibuat dari kaki sapi dan sering juga dari kulit kepala sapi atau juga kulit kepala kerbau. Garigi biasanya dimasak seperti Nasu Cemba, hanya saja yang membedakannya adalah Garigi biasanya ditambahkan caberawit untuk memperkuat cita rasa pedasnya yang dipadukan dengan kenyal-kenyal dari kulit kaki sapi ataupun kerbau, guna mempertahankan rasa nikmat dari Garigi. Bagi masyarakat Engrekang, konon makanan satu ini juga dapat meningkatkan stamina, terutama bagi pria. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Dua ptong Kaki sapi atau kulit kepala sapi/kerbau (&#039;&#039;tedong&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bumbu ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 5 siung Bawang putih&lt;br /&gt;
* 8 butir [[Bawang Merah]]&lt;br /&gt;
* 6 buah [[Jahe]]&lt;br /&gt;
* 2 buah [[Kemiri]]&lt;br /&gt;
* 1  sendok makan Merica&lt;br /&gt;
* ½ sendok makan [[Kunyit]]&lt;br /&gt;
* 2 sendok makan [[Kelapa]] sangrai (dihaluskan sampai mengeluarkan minyak)&lt;br /&gt;
* Daun Cemba (yang masih muda)&lt;br /&gt;
* [[Cabe rawit]] (sesuai selera)&lt;br /&gt;
* 1 buah nangka muda ukuran sedang&lt;br /&gt;
* Garam&lt;br /&gt;
* Penyedap rasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Kaki sapi atau kulit kepala dibakar di atas bara api sampai bulu-bulu hangus terbakar yang tandanya akan mengeluarkan aroma yang khas, kemudian kaki sapi/kulit kepala yang sudah dibakar tadi dikeruk menggunakan pecahan-pecahan botol (&#039;&#039;yang bersih tentunya&#039;&#039;) sampai semua bulu-bulu keluar dan kelihatan halus.&lt;br /&gt;
# Kaki sapi yang sudah dikeruk kemudian dicuci bersih terus dipotong-potong sesuai dengan selera (&#039;&#039;biasanya 1 kaki sapi bisa menjadi 5 – 6 potongan&#039;&#039;), apabila menggunakan kulit kepala maka dipotong-potong kecil bentuk dadu supaya cepat masak dan bumbunya meresap masuk.&lt;br /&gt;
# Bawang putih, bawang merah, jahe dan kemiri dihaluskan dan dicampur kemudian ditumis sampai harum.&lt;br /&gt;
# Nangka muda dipotong bentuk dadu dengan ukuran sekitar 5 cm x 5 cm&lt;br /&gt;
# Masukkan potongan kaki sapi / kulit kepala ke dalam panci dan dimasak&lt;br /&gt;
# Masukkan Bawang putih, bawang merah, jahe dan kemiri yang telah ditumis&lt;br /&gt;
# Tambahkan merica dan kunyit&lt;br /&gt;
# Masukkan potongan nangka muda&lt;br /&gt;
# Tambahkan Garam dan penyedap rasa (secukupnya)&lt;br /&gt;
# Masukkan Kelapa sangrai (kelapa sangrai yang telah dihaluskan sampai mengeluarkan minyak) 2 sendok makan.&lt;br /&gt;
# Tambahkan daun cemba sekitar segenggam&lt;br /&gt;
# Masukkan cabe rawit yang telah dihaluskan&lt;br /&gt;
# Masak sekitar 3-4 jam, boleh ditambahkan air apabila kuahnya berkurang karena dimasak dalam waktu yang cukup lama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://pangkandean.blogspot.com/2012/12/garigi.html&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Ro%27dok&amp;diff=3548</id>
		<title>Ro&#039;dok</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Ro%27dok&amp;diff=3548"/>
		<updated>2026-02-01T13:15:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Ro&amp;#039;dok&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Ro’dok adalah salah satu jenis makanan yang berbahan dasar keladi. Hidangan ini sering dijumpai di Sulawesi Selatan. Ro’dok merupakan kuliner legendaris yang berasal dari Enrekang. Bagi Masyarakat Enrekang Ro’dok sudah ada sejak tahun 70-an, dan masih populer hingga sekarang. Karakteristiknya; bagi Masyarakat Enrekang menggugah selerah dan mudah mengenyangkan, selain itu harganya yang terbilang murah, membikin Ro’dok  digemari oleh masyarakat Enrekang pada masanya. Ro’dok menjadi salah satu makanan pokok bagi masyarakat Enrekang yang kembali dan banyak diminati sekarang.  Ro’dok juga dijadikan sebagai makanan pendanping. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan Utama ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 7 – 8 Keladi dengan ukuran sedang&lt;br /&gt;
* 1 buah [[kelapa]] muda&lt;br /&gt;
* Daun Pisang&lt;br /&gt;
* Daun kucai&lt;br /&gt;
* Garam secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Keladi di kupas dan dicuci sampai bersih kemudian dikukus sampai matang&lt;br /&gt;
# ditandai apabila keladi sudah empuk ketika ditusuk lidi&lt;br /&gt;
# Keladi yang sudah masak tadi kemudian dihaluskan&lt;br /&gt;
# Kemudian dicampukan dengan kelapa muda yang telah diparut&lt;br /&gt;
# Tambahkan garam secukupnya&lt;br /&gt;
# Tambahkan daun kucai, &lt;br /&gt;
# kemudian disatukan (dengan cara diaduk pakai tangan) sampai semua bahan tercampur secara merata&lt;br /&gt;
# Kemudian dibungkus dengan daun pisang&lt;br /&gt;
# Ro&#039;dok siap disajikan (&#039;&#039;jangan lupa sambal pedasnya ya…&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://pangkandean.blogspot.com/2012/12/rodok.html&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Nasu_Burak&amp;diff=3547</id>
		<title>Nasu Burak</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Nasu_Burak&amp;diff=3547"/>
		<updated>2026-02-01T11:37:44Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Nasu Burak&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Nasu Burak adalah salah satu jenis makanan tradisional yang dibuat dari perpaduan batang pisang muda (umumnya dari pisang batu) yang diiris, ayam atau ikan, dan santan. Nasu Burak berasal dari daerah Enrekang Sulawesi Selatan. Nasu Burak juga merupakan  salah satu hidangan yang paling dicari  orang-orang kampung yang baru kembali dari kota. Aromanya yang khas menjadi alasan makanan ini begitu lezat dan yang paling sering dicari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 1 atau 2 Batang pisang batu&lt;br /&gt;
* 1 buah [[Kelapa]] Muda&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bumbu-Bumbu ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* ½ sendok makan Merica&lt;br /&gt;
* 4 siung bawang putih&lt;br /&gt;
* 7-8 siung bawang merah&lt;br /&gt;
* ½ sendok ketumbar&lt;br /&gt;
* 1 sendok makan Kelapa sangrai (&#039;&#039;yang telah dihaluskan sampai keluar minyaknya&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
* 3-4 batang sereh&lt;br /&gt;
* 2-3 batang [[jahe]]&lt;br /&gt;
* 2-3 batang [[lengkuas]]&lt;br /&gt;
* [[Kunyit]]&lt;br /&gt;
* Garam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Batang pisang yang telah dikupas sampai ditemukan intinya yang berwarna putih dengan tekstur agak lembut, kemudian diiris tipis-tipis&lt;br /&gt;
# Kelapa muda diparut&lt;br /&gt;
# Semua bumbu dihaluskan dan dicampurkan dengan irisan batang pisang tadi kemudian diremas-remas sampai tercampur merata kecuali jahe dan lengkuas cukup tumbuk saja.&lt;br /&gt;
# Kemudian ditambahkan air dan dimasak dengan ayam atau &#039;&#039;koteng&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
# Masak sekitar 1 – 2 jam tergantung ayam yang digunakan (ayam tua atau yang masih muda), kalau menggunakan &#039;&#039;koteng&#039;&#039; cukup 1 jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://pangkandean.blogspot.com/2012/12/nasu-burak.html&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sawalla&amp;diff=3546</id>
		<title>Sawalla</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sawalla&amp;diff=3546"/>
		<updated>2026-02-01T11:16:40Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Sawalla&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Sawalla adalah salah satu jenis kuliner yang terkenal di Buntu Lamba, Desa Bonto Kecamatan Malua, daerah Sawalla ini dibuat. Bentuknya yang khas, yaitu bulat dan berwarna cokelat tua, serta cara penyajiannya yang ditusuk layaknya sate, sering kali dibandingkan dengan bakso tusuk dan oleh anak-anak di Buntu Lamba sering menyebutnya Nyo’nyang Buntu Lamba’. Sawalla termasuk dalam kategori cemilan atau kue ringan, tetapi mampu memberikan rasa kenyang karena terbuat dari tepung ketan, sehingga sawalla ini sering kali hadir dalam berbagai acara seperti gotong royong, buka puasa bersama, hingga disajikan dalam Bosara’ saat perayaan pernikahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 1 liter Tepung [[Beras]] Ketan Hitam/Merah&lt;br /&gt;
* 1 batang Gula [[Aren]] (dihaluskan)&lt;br /&gt;
* 2 buah [[kelapa]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Beras ketan yang telah direndam selama ½ hari dihaluskan menjadi tepung beras&lt;br /&gt;
# Masukkan air dalam wadah berukuran sedang untuk mencampur tepung beras ketan sedikit-demi sedikit sampai semua tercampur dengan rata.&lt;br /&gt;
# Masukkan parutan kelapa tadi, kemudian dicampur sampai parutan kelapa tercampur merata dengan adonan (&#039;&#039;adonan tidak terlalu lembek agar mudah dibentuk&#039;&#039;).&lt;br /&gt;
# Adonan dibentuk bundar-bundar sebesar bola &#039;&#039;ping pong&#039;&#039; sebagai bentuk dasar dari sawalla&lt;br /&gt;
# Adonan digoreng di atas minyak yang panas&lt;br /&gt;
# Goreng adonan&lt;br /&gt;
# Panaskan gula aren di atas kuali hingga mencair kemudian masukkan hasil penggorengan tadi ke dalam kuali dan aduk sampai tercampur merata&lt;br /&gt;
# Tiriskan, kemudian pisah-pisahkan sawalla yang saling lengket (&#039;&#039;kaya’ tong orang pacaran tidak mau pisah&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
# Sawalla anda siap di sajikan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://pangkandean.blogspot.com/2012/12/sawalla-jenis-makananini-sangat-populer.html&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Bolloso_tello&amp;diff=3535</id>
		<title>Bolloso tello</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Bolloso_tello&amp;diff=3535"/>
		<updated>2026-01-30T08:36:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Bolloso Tello&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Bolloso tello adalah sebuah kuliner yang dipanggang dengan cara berbeda, dikenal juga sebagai kue bolu. Tepung [[beras]], santan, gula [[aren]], dan telur mejadi bahan dasar kuliner ini. Kue ini memiliki tektur yang unik, diluar terasa renyah tetapi di dalamnya lembut. Ciri khasnya yang manis, ditambahkan pandan, menciptakan kelezatan maupun  aroma pengalaman yang sensoris. Bolloso tello bukan hanya kuliner, lebih jauh kue ini adalah sejarah masyarakat bugis-makassar, budaya yang diwariskan. Bagi masyarakat bugis-makssar kue ini lebih cocok disajikan dengan teh atau kopi, sebab diyakini sebagai kudapan yang layak menemani waktu senggang mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan Utama ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Telur [[bebek]]&lt;br /&gt;
# Santan kental, dan &lt;br /&gt;
# Air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bumbu Utama ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Siung bawang merah&lt;br /&gt;
# Bawang putih&lt;br /&gt;
# [[Lengkuas]] (digeprek)&lt;br /&gt;
# Serai (digeprek)&lt;br /&gt;
# [[Jahe]] (digeprek)&lt;br /&gt;
# Daun salam&lt;br /&gt;
# Garam&lt;br /&gt;
# Lada, dan gula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Siapkan panci dan air&lt;br /&gt;
# Rebus air hingga mendidih &lt;br /&gt;
# Masukkan semua bumbu (kecuali garan, lada, dan gula)&lt;br /&gt;
# Biarkan beberapa waktu, lalu pecahkan telur dan masukkan. &lt;br /&gt;
# Biarkan hingga telurnya cukup matang, &lt;br /&gt;
# Lalu masukkan santan dan aduk hingga merata. &lt;br /&gt;
# Beberapa saat sesudah matang, masukkan garam, gula, dan lada secukupnya—sesuai selera. &lt;br /&gt;
# Jika sudah, bolloso tello siap untuk dihidangkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujuakan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://resepmamiku.com/bolloso-tello-lisasiduppa_&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kambu_Terung&amp;diff=3533</id>
		<title>Kambu Terung</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kambu_Terung&amp;diff=3533"/>
		<updated>2026-01-30T08:21:39Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Kambu Terung&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Kambu terung atau kambu bondong adalah makanan dengan bahan utamanya dari terong ungu, santan dan parutan [[kelapa]] yang sudah disangrai . Dikenal sebagai salah satu hidangan lokal Sulawesi Selatan (Bugis - Makassar).  Kambu terung memiliki kuah dan aroma santan yang kental. Diolahnya menggabungkan bumbu-bumbu khas seperti bawang merah dan putih, [[kunyit]], [[jahe]] dan merica, membuat hidangan ini punya rasa yang khas: perpaduan antara pedas dan manis. Dalam tradisi Bugis-Makassar Kambu Terung sering disajikan bersama nasi sebagai pengganti lauk seperti ikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan Utama ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Terong&lt;br /&gt;
# Santan&lt;br /&gt;
# Kelapa yang disangrai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bumbu Utama ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Bawang mereah&lt;br /&gt;
# Bawang putih&lt;br /&gt;
# Telur&lt;br /&gt;
# Jahe&lt;br /&gt;
# Kunyit&lt;br /&gt;
# Penyedap rasa&lt;br /&gt;
# Garam dan&lt;br /&gt;
# Merica&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Terong direbus terpisah hingga matang&lt;br /&gt;
# Kemudian bawang merah dan bawang putih dihaluskan dan &lt;br /&gt;
# Dimasukkan bersamaan dengan kelapa yang sudah disangrai&lt;br /&gt;
# Ditambahkan telur&lt;br /&gt;
# Diberi garam, merica dan penyedap rasa&lt;br /&gt;
# Sesudah itu diaduk hingga merata&lt;br /&gt;
# Terong yang direbus tadi, diambil dan dibelah di bagian tengah&lt;br /&gt;
# Kemudiaan santannya dimasak, ditambah kunyit dan garam&lt;br /&gt;
# Dibiarkan hingga mendidih dan dimasukkan kembali terong yang sudah dibelah. &lt;br /&gt;
# Setelah dimasukkan, dibumbui lagi garam dan jahe yang sudah dimemarkan, kemudian ditambah lagi penyedap rasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://cookpad.com/id/resep/6572354?ref=search&amp;amp;search_term=kambu+terung&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sokko_Pipi%E2%80%99&amp;diff=3532</id>
		<title>Sokko Pipi’</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sokko_Pipi%E2%80%99&amp;diff=3532"/>
		<updated>2026-01-30T07:57:54Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;M.judha: Membuat halaman Sokko Pipi&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Sokko Pipi]]&#039; merupakan hidangan tradisional yang berasal dari Enrekang Sulawesi Selatan, yang dibuat dari [[beras]] ketan (umumnya ketan hitam), dikukus dengan santan, lalu ditekan atau dibentuk dengan cetakan tertentu sehingga menyerupai pipih atau perhau. Bentuk pengolahan makanan ini juga seringkali dobakar dan dibungkus dengan daun. Rasanya yang gurih menjadi ciri khas dan pilihan sarapan yang terkenal di Enrekang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahaan-bahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Beras Ketan Hitam atau merah, &lt;br /&gt;
# buah [[kelapa]] dijadikan santan, &lt;br /&gt;
# Daun Pisang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara membuat ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Rendam beras ketan selama setengah hari&lt;br /&gt;
# Parut kelapa dan ambil santannya.&lt;br /&gt;
# Setelah beras ketan direndam, tiriskan dan masukkan ke panci untuk dikukus.&lt;br /&gt;
# Angkat dari kukusan, lalu tambahkan santan pertama dan aduk hingga merata.&lt;br /&gt;
# Untuk membuat Sokko’ Pipi’ lebih lembut, kukus dua kali dan masukkan santan kedua seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;
# Setelah matang dan mengeluarkan aroma khas sokko’, angkat dan letakkan dalam baskom ukuran sedang.&lt;br /&gt;
# Dingin sambil dipukul pukul (biasanya dengan sendok nasi besar dari kayu yang disebut sanduk nande).&lt;br /&gt;
# Selanjutnya, masukkan sokko’ ke salah satu cetakan kayu dan tekan-tekan hingga agak padat, kemudian keluarkan dari cetakan.&lt;br /&gt;
# Sokko’ pipi’ telah siap dihidangkan (agar tampil lebih alami seperti aslinya, bisa dibungkus dengan daun pisang).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# &amp;lt;nowiki&amp;gt;https://pangkandean.blogspot.com/2012/12/sokko-pipi.html&amp;lt;/nowiki&amp;gt; - comment-form&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>M.judha</name></author>
	</entry>
</feed>