<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Lasmi</id>
	<title>WikiPangan - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Lasmi"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Lasmi"/>
	<updated>2026-04-05T10:43:56Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Mbarase&amp;diff=332</id>
		<title>Mbarase</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Mbarase&amp;diff=332"/>
		<updated>2023-12-13T22:02:02Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Lasmi: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== &#039;&#039;&#039;Mbarase&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Mbarase/ikan se,  ditemukan di sekitar pantai Desa Paga dan Desa Wolowiro, Kecamatan Paga, dalam bulan tertentu setiap tahunnya. Ikan yang biasa digunakan dalam pembuatan mbarase adalah jenis ikan baronang yang berukuran kecil. Keunikan munculnya ikan Mbarase atau juga dikenal dengan Wogi itu sejak awal ratusan tahun silam dan hanya sebatas untuk konsumsi atau sekedar ole-ole untuk keluarga yang jauh. Seiring perkembangan waktu, Mbarase tidak lagi sekedar buah tangan untuk sanak saudara di luar Kecamatan Paga, tetapi sudah menjadi barang yang bernilai ekonomis tinggi. keberadaan ikan Wogi atau Mbarase di perairan pantai Paga dan Wolowiro itu yang muncul sekali dalam setahun menjadi ajang membina keakraban antar warga. Mbarase muncul saat bulan sabit namun hanya sekali dalam setahun. Saat musim Mbarase muncul di perairan Paga dan Wolowiro, ribuan warga akan berbondong-bondong ke pantai. Cara penangkapan Ikan se yakni para wanita membawa sebuah wadah disebut sere oleh masyarakat setempat. Bentuknya seperti kerucut. Mulutnya lebar dan ujungnya kecil&amp;lt;ref&amp;gt;https://kumparan.com/florespedia/mbarase-jenis-ikan-yang-hanya-ditemukan-di-paga-dan-wolowiro-sikka-1xlRT92dTuU/full&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mbarase merupakan makanan hasil fermentasi ikan dari Siganus sp. Bayi ikannya (1-2 cm) dibersihkan dan diberi garam kemudian disimpan dalam botol plastik. Botol ditutup (fermentasi anaerobik) dan difermentasi minimal 7 hari. Mbarase dapat disimpan selama satu tahun, sehingga dapat dijual segar atau setelah disimpan dalam jangka waktu tertentu. Mbarase merupakan bagian integral dari makanan dan budaya masyarakat Sikka. Ini dapat dikembangkan secara komersial untuk mendukung mata pencaharian. Mbarase dijual di pasar tradisional lokal di Sikka, Pulau Flores dengan harga Rp 35.000-50.000/botol. Sifat kimia Mbarase meliputi karbohidrat 7,732 %, protein 4.558 %, lemak 5,130 % &amp;lt;ref&amp;gt;Mahmud, N. R. A., Hasan, E., Daud, B., Sari, K., Ernawati, &amp;amp; Cahyaningtyas. (2023). Chemical characteristics and microbial identification of fish fermented food by flores ethnic. The 1st International Conference on Health and Medicine. NST Proceedings. pages 29-35. doi: 10.11594/ nstp.2023.3505&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Cara pengolahan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
1.     ikan se dicampurkan garam kasar dalam sebuah wadah, kemudian didiamkan kurang lebih 2 hari, agar garamnya meresap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.     Setelah itu ikan Wogi yang sudah bercampur garam lalu dimasukkan di dalam wadah seperti toples atau botol air kemasan berbagai ukuran dan siap dipasarkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.     Mbarase hendak dikonsumsi, terlebih dahulu dicampur dengan cabe, daun kemangi, bawang merah, bawang putih serta jeruk nipis atau jeruk maric&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Referensi&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Lasmi</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Pisang_Gepe&amp;diff=306</id>
		<title>Pisang Gepe</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Pisang_Gepe&amp;diff=306"/>
		<updated>2023-12-13T21:48:03Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Lasmi: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Pisang Gepe&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pisang Gepe adalah salah satu makanan khas Kupang Nusa Tenggara Timur. Biasanya pisang gepe banyak dijumpai di pinggiran pantai kota kupang dan Eltari. Bahan yang digunakan untuk membuat pisang gepe cukup sederhana, karena hanya menggunakan tiga bahan saja, akan tetapi tidak semua pisang bisa membuat pisang gepe. Biasanya pisang gepe dibuat menggunakan pisang raja atau bisa juga diganti dengan pisang kepok yang lebih mudah dijumpai. Pisang gepe biasanya dinikmati oleh penikmatnya di sore hari, di pinggiran pantai dan dimalam hari di Eltari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Bahan-bahan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Pisang raja/pisang kepok&lt;br /&gt;
# Kacang tanah &lt;br /&gt;
# gula merah &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== &#039;&#039;&#039;Alat&#039;&#039;&#039; ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Arang&lt;br /&gt;
# Panggangan  kawat  jepit&lt;br /&gt;
# Tungku &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== &#039;&#039;&#039;Cara Membuat&#039;&#039;&#039; ====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# pisang kepok dikupas kulitnya&lt;br /&gt;
# pisang kepok yang sudah bersih kemudian dipanggang pada bara api dengan menggunakan kawat jepit&lt;br /&gt;
# pisang gepe dibakar dengan cara dibolak-balik panggangannya agar matang merata&lt;br /&gt;
# pisang yang sudah setengah matang di geprek dan dipanggang lagi hingga matang&lt;br /&gt;
# setelah itu pisang gepe diangkat dan dipindahkan ke wadah piring&lt;br /&gt;
# kemudian pisang gepe diberi toping berupa susu/kacang tanah halus/gula air &lt;br /&gt;
# pisang gepe khas Kupang NTT siap dinikmati&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Lasmi</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Mudu&amp;diff=276</id>
		<title>Mudu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Mudu&amp;diff=276"/>
		<updated>2023-12-13T21:33:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Lasmi: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Mudu&#039;&#039;&#039; adalah salah satu olahan pangan berbahan dasar fermentasi jeroan ikan dengan yang dicampurkan dengan parutan kelapa . Mudu menjadi salah satu pangan lokal dari daerah Flores timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mudu biasa dijadikan pengganti lauk yang disajikan bersamaan dengan makanan khas &amp;quot; kalesong&amp;quot;. [[Kalesong]] merupakan bahan olahan dari beras biasa dan beras merah yang dicampurkan dengan santan kelapa murni, kemudian dibungkus menggunakan daun janur kelapa yang berbentuk panjang, kemudian direbus hingga matang. Mudu merupakan salah satu makanan khas yang buat dengan memanfaatkan limbah ikan, karena sebagain besar letak geografis Flores Timur adalah daerah pesisir laut dengan mata pencaharian nelayan. Hasil alam ikan yang melimpah dan satu satunya sumber protein yang terbesar yang menjadi satu-satunya lauk utama. Namun pada saat musim-musim tertentu karena faktor cuaca, maka hasil tangkapan ikan yang berkurang, maka masyarakat memanfaatkan hasil olahan limbah ikan yang telah difermentasi untuk dijadikan sebagai bahan pengganti lauk. Mudu dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama yakni mencapai 1 bulan, namun jika disimpan di dalam kulkas bisa tahan hingga 6 bulan. Dulu banyak masyarakat yang membuat dan menyimpan mudu untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga, namun sekarang biasanya hanya penjual kalesong yang masih membuat mudu.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan-bahan: ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Isian perut ikan 1 toples (Jenis Ikan yang dibuat menjadi Mudu bisa Ikan apa saja, namun yang paling sering dipakai adalah ikan tongkol.)&lt;br /&gt;
* Kelapa parut 2 buah&lt;br /&gt;
* Asam 2 atau 3 bulatan &lt;br /&gt;
* Bawang merah 7 siung &lt;br /&gt;
* bawang putih 4 siung&lt;br /&gt;
* Kunyit 1 jari&lt;br /&gt;
* Jahe 1 jari&lt;br /&gt;
* Lengkuas 1 jari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Cara Pembuatan Mudu&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Isian dalam ikan yang digunakan (insang, perut, tulang maupun daging ikan), dihaluskan kemudian di cuci bersih.&lt;br /&gt;
# Bagian ikan yang sudah dicuci kemudian diberi garam dengan kadar tinggi dan dicampur hingga merata&lt;br /&gt;
# Ikan tersebut kemudian dibiarkan (difermentasi) selama kurang lebih 2 minggu untuk mendapatkan hasil yang baik&lt;br /&gt;
# Haluskan semua bumbu kemudian tumis dengan minyak sedikit hingga harum, selanjutnya masukkan air asam dan tunggu hingga mendidih.&lt;br /&gt;
# Masukkan perut atau tai ikan dan kemudian tambahkan Micin atau gula sesuai selera. &lt;br /&gt;
# Tunggu hingga mendidih lagi, dan masukkan kelapa yang sudah di sangrai tadi. Tunggu air asam pada masakan sampai kering dan mudu siap disajikan.&lt;br /&gt;
# Setelah dimasak hingga matang, untuk menambah selera bisa ditambahkan perasa pedas , daun kemangi dan juga bisa menambahkan mentimun&lt;br /&gt;
# Mudu siap disantap. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Referensi&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wawancara secara langsung dengan pembuat &amp;quot;Mudu&amp;quot;.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Lasmi</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Ikan_Kering&amp;diff=256</id>
		<title>Ikan Kering</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Ikan_Kering&amp;diff=256"/>
		<updated>2023-12-13T21:19:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Lasmi: Ikan kering kakap putih yang digunakan dalam upacara adat Pesta Kacang&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== &#039;&#039;&#039;Ikan Kering Kakap Putih&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Ikan kering merupakan produk olahan ikan setengah jadi yang dioleh dengan cara dijemur di bawah matahari. Banyak &lt;br /&gt;
[[Berkas:WhatsApp Image 2023-12-14 at 12.43.35.jpg|jmpl|224x224px|Ikan Kering Kakap Putih]]&lt;br /&gt;
jenis ikan yang dapat diolah menjadi ikan kering. Salah satunya ikan kakap putih. Ikan kakap putih berupa jenis ikan demersal yang memiliki tekstur daging yang lembut, daging berwarna putih, dan tentunya mengandung nilai gizi yang tinggi terutama kandungan protein. Ikan kakap kering merupakan salah satunya jenis ikan yang digunakan sebagai salah satu syarat pangan dalam upacara pesta kacang di Ile Ape Kabupaten Lembata. Selain ikan kering, ada juga aneka jenis pangan yang lain seperti kacang tanah, jagung titi, Nasi yang di masak bersama kacang nasi, serta minuman berupa tuak. Upacara ini dilaksanakan pada minggu ketiga atau minggu keempat bulan september atau pada minggu pertama dan kedua bulan Oktober setelah panen kacang tanah selesai. Pesta Kacang di Ile Ape merupakan salah satu tradisi budaya yang unik dan menarik. Pesta ini tidak hanya menjadi ajang untuk merayakan hasil panen, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antar masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah ==&lt;br /&gt;
1.      Memilih jenis ikan jenis ikan kakap putih yang masih segar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.     Ikan digunakan berukuran sedang atau sebesar telapak tangan orang dewasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.      Ikan dibelah menjadi dua bagian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.      Ikan yang sudah dibelah selanjutnya dibersihkan dan langsung di jemur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Lasmi</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:WhatsApp_Image_2023-12-14_at_12.43.35.jpg&amp;diff=231</id>
		<title>Berkas:WhatsApp Image 2023-12-14 at 12.43.35.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:WhatsApp_Image_2023-12-14_at_12.43.35.jpg&amp;diff=231"/>
		<updated>2023-12-13T20:55:47Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Lasmi: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Ikan Kakap Kering&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Lasmi</name></author>
	</entry>
</feed>