<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Jefrianto.tuka</id>
	<title>WikiPangan - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Jefrianto.tuka"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Jefrianto.tuka"/>
	<updated>2026-04-05T10:16:36Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Donahu_Lepe&amp;diff=1740</id>
		<title>Donahu Lepe</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Donahu_Lepe&amp;diff=1740"/>
		<updated>2025-05-08T19:54:59Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Jefrianto.tuka: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Donahu Lepe&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;  Donahu Lepe atau Gula Lempeng adalah salah satu makanan yang terbuat dari bahan Nira (yang berasal dari Pohon Lontar).&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Donahu Lepe&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Donahu Lepe atau [[Gula Lempeng]] adalah salah satu makanan yang terbuat dari bahan Nira (yang berasal dari Pohon Lontar).&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Jefrianto.tuka</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kerigi_Wore&amp;diff=1738</id>
		<title>Kerigi Wore</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kerigi_Wore&amp;diff=1738"/>
		<updated>2025-05-08T19:43:02Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Jefrianto.tuka: Kerigi Wore, adalah wadah Anyaman yang terbuat dari Daun Lontar&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Kerigi Wore&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerigi Wore adalah salah satu wadah atau sebagai tempat makan (pengganti piring) yang terbuat dari anyaman  daun lontar. Kerigi wore adalah hasil keterampilan tangan asli dari masyarakat Sabu Raijua, khususnya perempuan pengrajin anyaman. Kerigi Wore biasanya digunakan dalam hajatan besar masyarakat Sabu Raijua seperti Acara Pernikahan (Kenoto), Syukuran Duka (Pemauu Domade), syukuran rumah (penatta ammu) maupun dalam ritual - ritual atau acara-acara yang mengkurbankan atau bunuh hewan/ternak (tabb&#039;u B&#039;ada).&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Jefrianto.tuka</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Donahu_Hawu&amp;diff=363</id>
		<title>Donahu Hawu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Donahu_Hawu&amp;diff=363"/>
		<updated>2023-12-15T06:05:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Jefrianto.tuka: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Donahu Hawu [Bahasa Sabu] atau Gula Sabu adalah olahan pangan lokal yang berasal dari masyarakat suku pulau Sabu Raijua. Secara umum , Donahu Hawu sangat terkenal dengan nama Gula Air oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Donahu Hawu adalah minuman khas masyarakat Sabu  dan dapat digunakan sebagai bahan olahan makanan seperti [[Wolappa]], [[Woperaggu]] dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan utama olahan Donahu Hawu adalah Nira yang berasal dari Pohon Lontar. Nira juga terkenal dengan &#039;Tuak Manis&#039; di wilayah NTT. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Donahu Hawu memiliki tekstur yang kental dan rasa yang manis. Menurut cerita dari masyarakat sabu, pada jaman dulu atau sebelum mengenal pola makan dan makanan-makanan seperti nasi, jagung, roti dan sebagainya, masyarakat sabu hanya mengandalkan Donahu Hawu untuk bertahan hidup. Pola makan jaman dulu tidak berpatokan pada pola makan tiga kali sehari, tetapi kadang-kadang atau hahkan tiga hari sekali, selebihnya , baik lapar maupun haus selalu mengandalkan Gula Air (Aii Donahu). Oleh karena itu, masyarakat sabu percaya, terutama para orang tua bahwa Donahu Hawu juga dapat dijadikan sebagai obat untuk penyakit lambung. Karena jaman dulu sangat jarang bahkan tidak pernah ada yang mengalami penyakit lambung. Rekomendasi untuk mengatasi penyakit lambung adalah Minum Air Gula (Aii Donahu Hawu) setiap pagi setelah bangun tidur atau dapat juga dcampur dengan tepung kanji lalu direbus hingga kental.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pengolahan Donahu Hawu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Siapkan Nira atau Tuak manis secukupnya. Ingat, harus yang manis atau yang belum mengandung alkohol!&lt;br /&gt;
# Masak hingga mendidih, biasanya menggunakan nyala api yang besar atau suhu tinggi&lt;br /&gt;
# Apabila meluap, dapat kendalikan menggunakan tangkai daun kedondong hutan. Siapkan secukupnya untuk pengendalian setiap kali meluap&lt;br /&gt;
# Apabila sudah berwarna kekuningan, kurangi nyala api dan tunggu hingga didihan kental, tidak meluap dan warna kuning kemerahan (semakin merah artinya semakin kental, sesuaikan dengan selera)&lt;br /&gt;
# Angkat, biarkan dingin sesuai suhu ruangan, Donahu Hawu telah hadi dan siap digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://ensiklopedikuliner.pmb.brin.go.id/ensiklopedi/detail/4092&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Jefrianto.tuka</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Halaman_Utama&amp;diff=362</id>
		<title>Halaman Utama</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Halaman_Utama&amp;diff=362"/>
		<updated>2023-12-15T05:43:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Jefrianto.tuka: /* Komunitas WikiPangan NTT */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;=== Selamat datang di WikiPangan! ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
WikiPangan adalah ensiklopedi digital yang dibangun melalui inisiatif bersama dan secara sukarela untuk &#039;&#039;&#039;mengumpulkan, mengompilasi, menyintesa dan menuturkan kembali&#039;&#039;&#039; pengetahuan serta informasi tentang [[Pangan Lokal|pangan lokal]] ke dalam satu sistem pengelolaan pengetahuan, untuk disebarluaskan ke semua pihak yang membutuhkan, demi terwujudnya ketahanan iklim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
WikiPangan mengumpulkan, menyimpan, dan menyebarkan pengetahuan terkait praktik pertanian lokal, teknik pemrosesan, dan inovasi terbaru dalam produksi pangan lokal. Sistem pengelola pengetahuan pada WikiPangan membantu dalam dokumentasi dan pelestarian informasi tentang keanekaragaman pangan lokal, dan memfasilitasi pertukaran informasi antar pemangku kepentingan, memungkinkan berbagi pengalaman, praktik terbaik, dan solusi untuk tantangan yang dihadapi dalam produksi pangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
WikiPangan juga berharap dapat berkontribusi sebagai sistem pengelola pengetahuan yang dapat membantu dalam pengembangan strategi ketahanan pangan lokal dengan menyimpan data tentang pola musiman, cadangan pangan, dan mekanisme tanggap cepat terhadap ancaman terhadap produksi pangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengelolaan pengetahuan dalam WikiPangan dapat mendukung pelatihan dan pendidikan petani lokal, petugas pertanian, dan pihak terkait lainnya dalam menerapkan praktik-praktik terbaik, teknologi baru, dan inovasi di sektor pangan lokal.&lt;br /&gt;
Dengan memanfaatkan WikiPangan, komunitas pangan lokal dapat memperkuat kapasitas mereka untuk beradaptasi dengan perubahan, meningkatkan kualitas produk, dan membangun ekosistem pangan lokal yang berkelanjutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Komunitas WikiPangan NTT ====&lt;br /&gt;
[[Berkas:WikipanganNTT.jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggal 14 Desember 2023, 26 orang anggota &#039;&#039;&#039;Komunitas WikiPangan Nusa Tenggara Timur&#039;&#039;&#039; berkumpul untuk pertama kalinya di Kupang. Pertemuan ini adalah pertemuan pertama yang akan mengawali langkah Komunitas WikiPangan NTT dalam mengumpulkan dan mengelola pengetahuan tentang pangan lokal yang begitu beragam di provinsi ini. Dalam pertemuan yang berlangsung sehari penuh, anggota WikiPangan NTT belajar bersama tentang konsep wiki, sekaligus mencoba menulis, menyunting dan mengembangkan tulisan tentang keragaman pangan yang ada, seperti [[jagung titi]], [[Jagung Bose|jagung bose]], [[Pisang Gepe]] , [[Wolappa]] , [[Donahu Hawu]] dan lain-lain.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Jefrianto.tuka</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Aii_Donahu_Hawu&amp;diff=361</id>
		<title>Aii Donahu Hawu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Aii_Donahu_Hawu&amp;diff=361"/>
		<updated>2023-12-14T21:30:59Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Jefrianto.tuka: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;Jika anda berkunjung ke Nusa Tenggara Timur, anda mungkin menemukan minum yang nama-namanya hampir mirip. Contohnya Gula Air dan  Air Gula. Gula Air (kalau dalam bahasa sabu: Donahu Hawu ) adalah olahan pangan dari Nira yang disadap dari pohon lontar.   Sedangkan Air Gula adalah minuman olahan dari Gula Air (Donahu Hawu). Air Gula atau Dalam Bahasa Sabu dikenal Dengan Aii Donahu Hawu adalah salah satu minuman lokal Sabu Raijua. Pada jaman dulu, sebelum ko...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Jika anda berkunjung ke Nusa Tenggara Timur, anda mungkin menemukan minum yang nama-namanya hampir mirip. Contohnya Gula Air dan  Air Gula. Gula Air (kalau dalam bahasa sabu: [[Donahu Hawu]] ) adalah olahan pangan dari Nira yang disadap dari pohon lontar.   Sedangkan Air Gula adalah minuman olahan dari Gula Air ([[Donahu Hawu]]). Air Gula atau Dalam Bahasa Sabu dikenal Dengan Aii Donahu Hawu adalah salah satu minuman lokal Sabu Raijua. Pada jaman dulu, sebelum kopi atau teh yang notabene hasil olahan industri masuk ke pulau sabu, masyarakat di sana biasanya menyambut tamu yang datang atau yang melewati rumah mereka, dengan menyuguhkan Aii Donahu. Aii Donahu biasanya digunakan sebagai sarapan, minuman sebelum dan sesudah kerja maupun sebelum dan setelah bangun tidur. Aii Donahu juga biasanya digunakan sebagai minuman sebelum, sedang dan setelah makan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara membuat Aii Donahu sangat gampang dan sederhana. Jika sampai sampai pada saat anda membaca Artikel ini, anda belum pernah minum Aii Donahu Hawu, maka perlu tahu cara membuatnya sebelum anda meminumnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Siapakan air putih 1/2 gelas atau mok dan [[Donahu Hawu]] sesuai kebutuhan anda (biasanya 1/5 gelas/mok, tergantung tingkat kemanisan yang diinginkan)&lt;br /&gt;
# Tuangkan [[Donahu Hawu]] secara perlahan ke dalam gelas dan aduk sampai tercampur merata&lt;br /&gt;
# Aii Donahu telah jadi dan siap untuk diminum&lt;br /&gt;
# Oh iya, jika anda biasanya ngopi dengan cemilan, maka yang cocok dengan Aii Donahu adalah, lawar ikan dan ikan bakar. Selamat mencoba!&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Jefrianto.tuka</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Donahu_Hawu&amp;diff=360</id>
		<title>Donahu Hawu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Donahu_Hawu&amp;diff=360"/>
		<updated>2023-12-14T19:58:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Jefrianto.tuka: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;Donahu Hawu [Bahasa Sabu] atau Gula Sabu adalah olahan pangan lokal yang berasal dari masyarakat suku pulau Sabu Raijua. Secara umum , Donahu Hawu sangat terkenal dengan nama Gula Air oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Donahu Hawu adalah minuman khas masyarakat Sabu tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan olahan makanan seperti Wolappa, Woperaggu dan lain-lain.  Bahan utama olahan Donahu Hawu adalah Nira yang berasal dari Pohon Lontar. Nira juga...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Donahu Hawu [Bahasa Sabu] atau Gula Sabu adalah olahan pangan lokal yang berasal dari masyarakat suku pulau Sabu Raijua. Secara umum , Donahu Hawu sangat terkenal dengan nama Gula Air oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Donahu Hawu adalah minuman khas masyarakat Sabu tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan olahan makanan seperti [[Wolappa]], [[Woperaggu]] dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan utama olahan Donahu Hawu adalah Nira yang berasal dari Pohon Lontar. Nira juga terkenal dengan &#039;Tuak Manis&#039; di wilayah NTT. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Donahu Hawu memiliki tekstur yang kental dan rasa yang manis. Menurut cerita dari masyarakat sabu, pada jaman dulu atau sebelum mengenal pola makan dan makanan-makanan seperti nasi, jagung, roti dan sebagainya, masyarakat sabu hanya mengandalkan Donahu Hawu untuk bertahan hidup. Pola makan jaman dulu tidak berpatokan pada pola makan tiga kali sehari, tetapi kadang-kadang atau hahkan tiga hari sekali, selebihnya , baik lapar maupun haus selalu mengandalkan Gula Air (Aii Donahu). Oleh karena itu, masyarakat sabu percaya, terutama para orang tua bahwa Donahu Hawu juga dapat dijadikan sebagai obat untuk penyakit lambung. Karena jaman dulu sangat jarang bahkan tidak pernah ada yang mengalami penyakit lambung. Rekomendasi untuk mengatasi penyakit lambung adalah Minum Air Gula (Aii Donahu Hawu) setiap pagi setelah bangun tidur atau dapat juga dcampur dengan tepung kanji lalu direbus hingga kental.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pengolahan Donahu Hawu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Siapkan Nira atau Tuak manis secukupnya. Ingat, harus yang manis atau yang belum mengandung alkohol!&lt;br /&gt;
# Masak hingga mendidih, biasanya menggunakan nyala api yang besar atau suhu tinggi&lt;br /&gt;
# Apabila meluap, dapat kendalikan menggunakan tangkai daun kedondong hutan. Siapkan secukupnya untuk pengendalian setiap kali meluap&lt;br /&gt;
# Apabila sudah berwarna kekuningan, kurangi nyala api dan tunggu hingga didihan kental, tidak meluap dan warna kuning kemerahan (semakin merah artinya semakin kental, sesuaikan dengan selera)&lt;br /&gt;
# Angkat, biarkan dingin sesuai suhu ruangan, Donahu Hawu telah hadi dan siap digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# https://ensiklopedikuliner.pmb.brin.go.id/ensiklopedi/detail/4092&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Jefrianto.tuka</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Wolappa&amp;diff=359</id>
		<title>Wolappa</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Wolappa&amp;diff=359"/>
		<updated>2023-12-14T18:51:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Jefrianto.tuka: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Wollapa.png|jmpl|Gambar Wollapa. (https://wisata-id.com/3-makanan-khas-sabu-raijua/)]]&lt;br /&gt;
Wolappa adalah salah satu makanan tradisional dari Pulau Sabu Raijua, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.  Dalam bahasa sabu, Wolappa  Berasal dari  kata  Wo (Sebuah/ Sesuatu) dan Lappa (Lipat/dilipat), sehingga Wolappa dapat diartikan sebagai Suatu atau Sebuah makanan yang dilipat. Bisa juga diartikan sebagai makanan yang dikemas dengan cara dilipat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan utama pembuatan Wolappa adalah tepung Sorgum (Atto Terae Hawu) dan Gula Sabu (Donahu Hawu). Untuk memperkaya rasa dan  selera tertentu tepung Sorgum juga dapat diganti atau dicampur dengan tepung beras. Oleh karena itu, Wolappa sangat cukup dengan kandungan gizi seperti karbohidrat, protein, fosfor dan kalium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umumnya orang Sabu menggunakan Wolappa sebagai bekal/cadangan makanan apabila hendak perpergian atau perjalanan jauh dalam waktu yang lama. Selain itu, Wolappa juga dapat digunakan sebagai cemilan dan selalu dijadikan oleh-oleh dan juga disajikan dalam hajatan-hajatan keluarga. Berkaitan dengan hal ini, ada banyak cerita unik dibalik manfaat wolappa. Salah satunya adalah mengantisipasi kelaparan saat badai atau cuaca buruk pada saat bepergian atau perjalanan ke luar pulau, terutama mereka menggunakan perahu layar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
salah satunya adalah masyarakat sabu yang mau berangkat le luar da,eterutara mah menggunakan perahu ly aka harus menyiapkan Wolappa secukupnya untuk bekal dalam perjal. Karena apabila dalam perjalanan diterpa badai atau cuaca yang tnan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Cara mengolah:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Siapkan alat berupa pisau, periuk, dan bahan berupa tepung sorgum, gula sabu/gula air, air secukupnya dan pucuk daun kelapa&lt;br /&gt;
# Campurkan tepung sorgum dan gula sabu sesuai selera&lt;br /&gt;
# Aduk merata, bahan tersebut hingga padat dan menggumpal, jangan sampai mencair&lt;br /&gt;
# Selanjutnya bungkus dengan daun kelapa lalu rebus selama 1 jam&lt;br /&gt;
# Setelah masak, angkat, tiriskan dan biarkan dingin &lt;br /&gt;
# Wolappa telah jadi dan siap dicicipi&lt;br /&gt;
# Agar wolappa tetap awet, jemur di bawah matahari selama 2-3 jam, jangan sampai terkena air atau simpan di tempat yang lembab&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Referensi:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
https://www.nusrainside.com/seni-budaya/pr-8516455186/mengenal-wollapa-makanan-khas-masyarakat-suku-sabu-di-ntt&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Jefrianto.tuka</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Wolappa&amp;diff=358</id>
		<title>Wolappa</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Wolappa&amp;diff=358"/>
		<updated>2023-12-14T18:50:54Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Jefrianto.tuka: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Wollapa.png|jmpl|Gambar Wollapa. (https://wisata-id.com/3-makanan-khas-sabu-raijua/)]]&lt;br /&gt;
Wolappa adalah salah satu makanan tradisional dari Pulau Sabu Raijua, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.  Dalam bahasa sabu, Wolappa  Berasal dari  kata  Wo (Sebuah/ Sesuatu) dan Lappa (Lipat/dilipat), sehingga Wolappa dapat diartikan sebagai Suatu atau Sebuah makanan yang dilipat. Bisa juga diartikan sebagai makanan yang dikemas dengan cara dilipat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan utama pembuatan Wolappa adalah tepung Sorgum (Atto Terae Hawu) dan Gula Sabu (Donahu Hawu). Untuk memperkaya rasa dan  selera tertentu tepung Sorgum juga dapat diganti atau dicampur dengan tepung beras. Oleh karena itu, Wolappa sangat cukup dengan kandungan gizi seperti karbohidrat, protein, fosfor dan kalium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umumnya orang Sabu menggunakan Wolappa sebagai bekal/cadangan makanan apabila hendak perpergian atau perjalanan jauh dalam waktu yang lama. Selain itu, Wolappa juga dapat digunakan sebagai cemilan dan selalu dijadikan oleh-oleh dan juga disajikan dalam hajatan-hajatan keluarga. Berkaitan dengan hal ini, ada banyak cerita unik dibalik manfaat wolappa. Salah satunya adalah mengantisipasi kelaparan saat badai atau cuaca buruk pada saat bepergian atau perjalanan ke luar pulau, terutama mereka menggunakan perahu layar. S&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
salah satunya adalah masyarakat sabu yang mau berangkat le luar da,eterutara mah menggunakan perahu ly aka harus menyiapkan Wolappa secukupnya untuk bekal dalam perjal. Karena apabila dalam perjalanan diterpa badai atau cuaca yang tnan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Cara mengolah:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Siapkan alat berupa pisau, periuk, dan bahan berupa tepung sorgum, gula sabu/gula air, air secukupnya dan pucuk daun kelapa&lt;br /&gt;
# Campurkan tepung sorgum dan gula sabu sesuai selera&lt;br /&gt;
# Aduk merata, bahan tersebut hingga padat dan menggumpal, jangan sampai mencair&lt;br /&gt;
# Selanjutnya bungkus dengan daun kelapa lalu rebus selama 1 jam&lt;br /&gt;
# Setelah masak, angkat, tiriskan dan biarkan dingin &lt;br /&gt;
# Wolappa telah jadi dan siap dicicipi&lt;br /&gt;
# Agar wolappa tetap awet, jemur di bawah matahari selama 2-3 jam, jangan sampai terkena air atau simpan di tempat yang lembab&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Referensi:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
https://www.nusrainside.com/seni-budaya/pr-8516455186/mengenal-wollapa-makanan-khas-masyarakat-suku-sabu-di-ntt&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Jefrianto.tuka</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Wolappa&amp;diff=357</id>
		<title>Wolappa</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Wolappa&amp;diff=357"/>
		<updated>2023-12-14T18:50:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Jefrianto.tuka: tambahan penjelasan&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Wollapa.png|jmpl|Gambar Wollapa. (https://wisata-id.com/3-makanan-khas-sabu-raijua/)]]&lt;br /&gt;
Wolappa adalah salah satu makanan tradisional dari Pulau Sabu Raijua, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.  Dalam bahasa sabu, Wolappa  Berasal dari  kata  Wo (Sebuah/ Sesuatu) dan Lappa (Lipat/dilipat), sehingga Wolappa dapat diartikan sebagai Suatu atau Sebuah makanan yang dilipat. Bisa juga diartikan sebagai makanan yang dikemas dengan cara dilipat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan utama pembuatan Wolappa adalah tepung Sorgum (Atto Terae Hawu) dan Gula Sabu (Donahu Hawu). Untuk memperkaya rasa dan  selera tertentu tepung Sorgum juga dapat diganti atau dicampur dengan tepung beras. Oleh karena itu, Wolappa sangat cukup dengan kandungan gizi seperti karbohidrat, protein, fosfor dan kalium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umumnya orang Sabu menggunakan Wolappa sebagai bekal/cadangan makanan apabila hendak perpergian atau perjalanan jauh dalam waktu yang lama. Selain itu, Wolappa juga dapat digunakan sebagai cemilan dan selalu dijadikan oleh-oleh dan juga disajikan dalam hajatan-hajatan keluarga. Berkaitan dengan hal ini, ada banyak cerita unik dibalik manfaat wolappa. Salah satunya adalah mengantisipasi kelaparan saat badai atau cuaca buruk pada saat bepergian atau perjalanan ke luar pulau, terutama mereka menggunakan perahu layar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
salah satunya adalah masyarakat sabu yang mau berangkat le luar da,eterutara mah menggunakan perahu ly aka harus menyiapkan Wolappa secukupnya untuk bekal dalam perjal. Karena apabila dalam perjalanan diterpa badai atau cuaca yang tnan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Cara mengolah:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Siapkan alat berupa pisau, periuk, dan bahan berupa tepung sorgum, gula sabu/gula air, air secukupnya dan pucuk daun kelapa&lt;br /&gt;
# Campurkan tepung sorgum dan gula sabu sesuai selera&lt;br /&gt;
# Aduk merata, bahan tersebut hingga padat dan menggumpal, jangan sampai mencair&lt;br /&gt;
# Selanjutnya bungkus dengan daun kelapa lalu rebus selama 1 jam&lt;br /&gt;
# Setelah masak, angkat, tiriskan dan biarkan dingin &lt;br /&gt;
# Wolappa telah jadi dan siap dicicipi&lt;br /&gt;
# Agar wolappa tetap awet, jemur di bawah matahari selama 2-3 jam, jangan sampai terkena air atau simpan di tempat yang lembab&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Referensi:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
https://www.nusrainside.com/seni-budaya/pr-8516455186/mengenal-wollapa-makanan-khas-masyarakat-suku-sabu-di-ntt&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Jefrianto.tuka</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Aka_Bilan&amp;diff=315</id>
		<title>Aka Bilan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Aka_Bilan&amp;diff=315"/>
		<updated>2023-12-13T21:51:30Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Jefrianto.tuka: huruf&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:NENEK.jpg|jmpl|Cara Pengolahan[[Berkas:Nenek 2.jpg|jmpl|Bahan- bahan]]]]&lt;br /&gt;
Aka Bilan adalah makanan tradisional dari Kabupaten Malaka. Bahan utama Aka Bilan adalah sagu yang diambil dari batang pohon gewang (Corypha utan Lamk). Empulur batang gewang yang sudah tua (umur di atas 20 tahun) dikenal sebagai putak oleh masyarakat Timor telah lama dimanfaatkan sebagai sumber pakan maupun pangan. Untuk tujuan pangan, putak biasanya diproses dengan cara ekstraksi sederhana untuk diambil pati kasar. Pati tersebut kemudian diolah menjadi makanan baik berupa sejenis roti tipis (pan cake) yang oleh masyarakat Malaka dikenal sebagai Aka Bilan (Lalel,H.J.D dan Riwu Kaho, N.P.L.B., 2018). Untuk pembuatan Aka bilan, sagu dicampur dengan kacang hijau, parutan kelapa dan sedikit garam atau gula sesuai dengan selera, juga bisa ditambahkan kacang tanah yang di tumbuk halus untuk menambah cita rasa lebih enak. aka lele juga bisa dimakan dengan kuah ikan. Aka Bilan mempunyai cita rasa khas yang bisa dinikmati sebagai makanan pokok di musim paceklik atau sebagai teman minum teh dan kopi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Pengolahan: ==&lt;br /&gt;
1.    Sagu dipotong kecil-kecil, diekstraksi secara sederhana dengan  ditumbuk, ayak, dan diendapkan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.    Gumpalan hasil endapan sagu dihaluskan setelah itu disaring&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.    Menyiapkan juga parutan kelapa, kacang hijau, gula dan kelapa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.    Mencampur semua bahan-bahan hingga tercampur dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.    Wadah yang digunakan untuk memanggang adalah babilak yang terbuat dari tanah liat, pastikan wadah tersebut bersih dan dioles menggunakan parutan kelapa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6.    Panaskan babilak diatas bara api, ambil sejumlah adonan aka bilan di letakkan pada babilak. Ratakan adonan membentuk lapisan tipis, Setelah beberapa menit ditambahkan topping kacang hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7.    Pada saat pembuatan menggunakan 2 babilak setelah bergantian. Babilak juga sebagai penutup babilak yang lain. Proses pemanggangan membutuhkan waktu 5-7 menit. Setelah matang langsung disantap selagi panas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kalau berkunjung ke Betun ibu kota Malaka jangan lupa mampir di pasar mingguan dari Jumat Sore- Sabtu Siang, Anda akan menemukan ibu-ibu menjual sagu mentahan dan Aka Bilan&#039;&#039;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Jefrianto.tuka</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Woperaggu&amp;diff=312</id>
		<title>Woperaggu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Woperaggu&amp;diff=312"/>
		<updated>2023-12-13T21:49:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Jefrianto.tuka: tambahan penjelasan&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Biji sorgum local asal Sabu Raijua dapat diolah menjadi tepung sorgum. Kelebihan dari tepung sorgum adalah memiliki kandungan pati yang cukup tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biji sorgum memiliki kandungan gizi yang baik, seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin, serta tidak mengandung gluten seperti yang terdapat di dalam gandum, sehingga aman untuk penderita penyakit intoleran terhadap gluten seperti autisme, penyakit seliak, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kue kering “Woperaggu” merupakan salah satu jenis makanan ringan yang banyak diminati masyarakat dari bahan olahan menggunakan biji sorgum. “Woperaggu adalah kue berbahan dasar tepung yang memiliki kadar air rendah, berukuran kecil, biasanya memiliki rasa yang manis dan berbahan baku tepung terigu, gula dan lemak yang dibuat melalui proses pemanggangan. Proses membuat “Woperaggu diperlukan bahan pengikat dan bahan pelembut. Bahan pengikat yang digunakan yaitu tepung, air dan telur, sedangkan bahan pelembut adalah gula shortening/margarin, baking powder dan kuning telur. “Woperaggu dapat dibuat dari tepung sorgum dengan substitusi mencapai 70-80%. Tepung sorgum ialah hasil penggilingan dari beras sorgum yang telah disosoh menggunakan mesin penyosoh atau bisa ditumbuk secara tradisional dalam lesung seperti kebiasaan masyarakat Sabu Raijua pada umumnya. Dengan penyosohan, beras sorgum yang dihasilkan masih berlembaga sehingga kandungan lemak beras sorgum giling masih tinggi. Woperaggu dapat digunakan sebagai cemilan dan bekal untuk berpergian atau perjalanan jauh.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Jefrianto.tuka</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Wolappa&amp;diff=258</id>
		<title>Wolappa</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Wolappa&amp;diff=258"/>
		<updated>2023-12-13T21:20:33Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Jefrianto.tuka: Lengkapi Referensi&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Wolappa adalah Makanan lokal/tradisional dari Pulau Sabu Raijua. Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.  Umumnya orang Sabu menggunakan Wolappa sebagai bekal/makanan apabila hendak perpergian atau perjalanan jauh. Selain itu, Wolappa juga dapat digunakan sebagai cemilan dan selalu dijadikan ole-ole.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Cara mengolah:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Siapkan alat berupa pisau, periuk, dan bahan berupa tepung sorgum, gula sabu/gula air, air secukupnya dan pucuk daun kelapa&lt;br /&gt;
# campurkan tepung sorgum dan gula sabu sesuai selera&lt;br /&gt;
# Aduk merata, padat, menggumpal, jangan sampai mencair&lt;br /&gt;
# bungkus dengan daun kelapa lalu rebus selama 1 jam&lt;br /&gt;
# angkat, tiriskan dan biarkan dingin&lt;br /&gt;
# Wolappa telah jadi dan siap dicicipi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Referensi:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
https://www.nusrainside.com/seni-budaya/pr-8516455186/mengenal-wollapa-makanan-khas-masyarakat-suku-sabu-di-ntt&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Jefrianto.tuka</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Wolappa&amp;diff=252</id>
		<title>Wolappa</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Wolappa&amp;diff=252"/>
		<updated>2023-12-13T21:18:29Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Jefrianto.tuka: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;Wolappa adalah Makanan lokal/tradisional dari Pulau Sabu Raijua. Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.  Umumnya orang Sabu menggunakan Wolappa sebagai bekal/makanan apabila hendak perpergian atau perjalanan jauh. Selain itu, Wolappa juga dapat digunakan sebagai cemilan dan selalu dijadikan ole-ole.   &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Cara mengolah:&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;  # Siapkan alat berupa pisau, periuk, dan bahan berupa tepung sorgum, gula sabu/gula air, air secukupnya dan pucuk daun kelapa # campurkan tepun...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Wolappa adalah Makanan lokal/tradisional dari Pulau Sabu Raijua. Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.  Umumnya orang Sabu menggunakan Wolappa sebagai bekal/makanan apabila hendak perpergian atau perjalanan jauh. Selain itu, Wolappa juga dapat digunakan sebagai cemilan dan selalu dijadikan ole-ole.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Cara mengolah:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Siapkan alat berupa pisau, periuk, dan bahan berupa tepung sorgum, gula sabu/gula air, air secukupnya dan pucuk daun kelapa&lt;br /&gt;
# campurkan tepung sorgum dan gula sabu sesuai selera&lt;br /&gt;
# Aduk merata, padat, menggumpal, jangan sampai mencair&lt;br /&gt;
# bungkus dengan daun kelapa lalu rebus selama 1 jam&lt;br /&gt;
# angkat, tiriskan dan biarkan dingin&lt;br /&gt;
# Wolappa telah jadi dan siap dicicipi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Referensi:&#039;&#039;&#039;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Jefrianto.tuka</name></author>
	</entry>
</feed>