<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Erika.rahma</id>
	<title>WikiPangan - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Erika.rahma"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Erika.rahma"/>
	<updated>2026-04-05T10:16:38Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Beppa_pute&amp;diff=568</id>
		<title>Beppa pute</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Beppa_pute&amp;diff=568"/>
		<updated>2024-02-05T08:37:03Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Erika.rahma: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;Beppa Pute&#039;&#039; atau dalam bahasa bugis &#039;&#039;beppa&#039;&#039; (kue) dan &#039;&#039;pute&#039;&#039; (putih), merupakan kue tradisional yang biasa disajikan pada saat acara-acara dan upacara adat dalam masyarakat bugis seperti acara pernikahan, aqiqah, kematian maupun acara selamatan &#039;&#039;mendre’ bola&#039;&#039; (rumah baru). &#039;&#039;Beppa Pute&#039;&#039; merupakan kue yang terbuat dari ketan putih, telur potase’ serta &#039;&#039;pije pulu’&#039;&#039; sebagai perekat. Pembuatan adonan &#039;&#039;beppa pute ini&#039;&#039; cukup sulit dan membutuhkan keahlian khusus. &lt;br /&gt;
[[Berkas:Beppa pute.jpg|jmpl|400x400px|Katakerja. (2022). Ensiklopedia Pangan Olahan SulSelBar. Makassar: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Asal Makanan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Beppa Pute&#039;&#039; merupakan kue yang selalu ada dalam dalam setiap rangkaian acara masyarakat bugis. Kue ini sudah ada sejak zaman kerajaan dimana dimana cara penyajian, jumlah kue, dan bentuk kue sangat beragam. Terdapat 12 bentuk &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; yaitu (&#039;&#039;batu lawo, sojo, pandua bessi, buah paria, utara giling, tai lati, singkeru nabi, ambe langgong/ambe lau, pippi, kajajanga,bua gumpa&#039;&#039; dan &#039;&#039;arua ).&#039;&#039; Setiap bentuk tersebut memiliki nama serta memiliki makna atau simbol yang membedakan strata sosial antara bangsawan dan rakyat biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Beppa pute&#039;&#039; biasa disajikan menggunakan &#039;&#039;bosara’, Sariwita&#039;&#039; atau juga di tata di piring dengan jumlah yang berbeda-beda tergantung jenis dan status sosial yang mengadakan acara. Misalnya pada acara yang ditujukan oleh bangsawan bugis (&#039;&#039;sompa kati&#039;&#039;)&#039;&#039;’&#039;&#039;, &#039;&#039;sariwita&#039;&#039; akan berisikan 188 &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039;. Sedangkan kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat biasa (&#039;&#039;sompa’ beasa&#039;&#039;) &#039;&#039;sariwita’&#039;&#039; berisikan 124 &#039;&#039;beppa pute.&#039;&#039; Sedangkan pada acara seperti pernikahan, aqiqah, kematian atau memasuki rumah baru,  isian piring biasanya terdiri dari 12, 19, atau 7 dalam satu piring. Tergantung siapa yang mengadakan acara tersebut begitupun dengan jenis bentuk &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; apa yang  diinginkan&amp;lt;ref&amp;gt;Katakerja. (2022). Ensiklopedia Pangan Olahan SulSelBar. Makassar: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt;&amp;gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Resep Makanan:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Telur 5 butir&lt;br /&gt;
* ½ sendok potase&lt;br /&gt;
* 1 bungkus ketan putih&lt;br /&gt;
* 5 butir &#039;&#039;pije pulu’&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* 2 liter minyak goreng&lt;br /&gt;
* 1 Liter gula pasir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Cara Pembuatan:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Pecahkan telur 5 butir ke dalam baskom yang telah dibersihkan, campurkan ½ sendok potase’ kemudian dikocok.&lt;br /&gt;
* Selanjutnya campurkan ketan putih dan juga &#039;&#039;pije pulu’&#039;&#039; yang telah dihaluskan sebelumnya kemudian diayak.&lt;br /&gt;
* Campurkan 1 sendok makan minyak goreng ke dalam adonan sambil adonan diuleni hingga mengeras.&lt;br /&gt;
* Setelah adonan jadi, masukkan kedalam alat penggiling kue kemudian digiling dan ditekan hingga membentuk adonan tali panjang&lt;br /&gt;
* Potong-potong menjadi beberapa bagian kemudian dibentuk-bentuk sesuai jenis &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; yang akan dibuat sambil sesekali mengolesi tangan dengan minyak agar adonan tidak menempel.&lt;br /&gt;
* Setelah adonan sudah dibentuk dan dicetak, selanjutnya dimasukkan kedalam wajan yang telah diisi minyak didiamkan beberapa menit sampai minyak meresap kedalam adonan.&lt;br /&gt;
* Selanjutnya adonan kue yang direndam kedalam minyak dingin dimasukkan ke dalam wajan berisi minyak yang telah dipanasi dan siap untuk digoreng. &#039;&#039;Beppa pute&#039;&#039; harus selalu dibalik dan ditekan agar kue mengapung pertanda kue mengembang dengan sempurna. &lt;br /&gt;
* Setelah matang &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; ditiriskan di atas &#039;&#039;pattapi’&#039;&#039; (ayakan) dan kemudian diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum dijemur dibawah sinar matahari agar sisa-sisa minyaknya hilang.&lt;br /&gt;
* Selanjutnya &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; yang telah dijemur kurang lebih satu atau setengah hari siap untuk diberi lelehan gula. Gula dilelehkan dengan api kecil agar tidak gosong. &lt;br /&gt;
* Setelah gula mencair, &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; &#039;&#039;disorong&#039;&#039; (dicelupkan satu-persatu ke lelehan gula) dan dibolak-balik sampai gula merata. &lt;br /&gt;
* Setelah diberi cairan gula, &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; siap untuk dihidangkan&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Erika.rahma</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Beppa_pute&amp;diff=567</id>
		<title>Beppa pute</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Beppa_pute&amp;diff=567"/>
		<updated>2024-02-05T08:25:53Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Erika.rahma: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;Beppa Pute’&#039;&#039; atau dalam bahasa bugis &#039;&#039;beppa&#039;&#039; (kue) dan &#039;&#039;pute&#039;&#039; (putih), merupakan kue tradisional yang biasa disajikan pada saat acara-acara dan upacara adat dalam masyarakat bugis seperti acara pernikahan, aqiqah, kematian maupun acara selamatan &#039;&#039;mendre’ bola&#039;&#039; (rumah baru). &#039;&#039;Beppa Pute&#039;&#039; merupakan kue yang terbuat dari ketan putih, telur potase’ serta &#039;&#039;pije pulu’&#039;&#039; sebagai perekat. Pembuatan adonan &#039;&#039;beppa pute ini&#039;&#039; cukup sulit dan membutuhkan keahlian khusus. &lt;br /&gt;
[[Berkas:Beppa pute.jpg|jmpl|400x400px|Katakerja. (2022). Ensiklopedia Pangan Olahan SulSelBar. Makassar: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Asal Makanan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Beppa Pute&#039;&#039; merupakan kue yang selalu ada dalam dalam setiap rangkaian acara masyarakat bugis. Kue ini sudah ada sejak zaman kerajaan dimana dimana cara penyajian, jumlah kue, dan bentuk kue sangat beragam. Terdapat 12 bentuk &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; yaitu (&#039;&#039;batu lawo, sojo, pandua bessi, buah paria, utara giling, tai lati, singkeru nabi, ambe langgong/ambe lau, pippi, kajajanga,bua gumpa&#039;&#039; dan &#039;&#039;arua ).&#039;&#039; Setiap bentuk tersebut memiliki nama serta memiliki makna atau simbol yang membedakan strata sosial antara bangsawan dan rakyat biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Beppa pute&#039;&#039; biasa disajikan menggunakan &#039;&#039;bosara’, Sariwita&#039;&#039; atau juga di tata di piring dengan jumlah yang berbeda-beda tergantung jenis dan status sosial yang mengadakan acara. Misalnya pada acara yang ditujukan oleh bangsawan bugis (&#039;&#039;sompa kati&#039;&#039;)&#039;&#039;’&#039;&#039;, &#039;&#039;sariwita&#039;&#039; akan berisikan 188 &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039;. Sedangkan kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat biasa (&#039;&#039;sompa’ beasa&#039;&#039;) &#039;&#039;sariwita’&#039;&#039; berisikan 124 &#039;&#039;beppa pute.&#039;&#039; Sedangkan pada acara seperti pernikahan, aqiqah, kematian atau memasuki rumah baru,  isian piring biasanya terdiri dari 12, 19, atau 7 dalam satu piring. Tergantung siapa yang mengadakan acara tersebut begitupun dengan jenis bentuk &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; apa yang  diinginkan&amp;lt;ref&amp;gt;Katakerja. (2022). Ensiklopedia Pangan Olahan SulSelBar. Makassar: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt;&amp;gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Resep Makanan:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Telur 5 butir&lt;br /&gt;
* ½ sendok potase&lt;br /&gt;
* 1 bungkus ketan putih&lt;br /&gt;
* 5 butir &#039;&#039;pije pulu’&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* 2 liter minyak goreng&lt;br /&gt;
* 1 Liter gula pasir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Cara Pembuatan:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Pecahkan telur 5 butir ke dalam baskom yang telah dibersihkan, campurkan ½ sendok potase’ kemudian dikocok.&lt;br /&gt;
* Selanjutnya campurkan ketan putih dan juga &#039;&#039;pije pulu’&#039;&#039; yang telah dihaluskan sebelumnya kemudian diayak.&lt;br /&gt;
* Campurkan 1 sendok makan minyak goreng ke dalam adonan sambil adonan diuleni hingga mengeras.&lt;br /&gt;
* Setelah adonan jadi, masukkan kedalam alat penggiling kue kemudian digiling dan ditekan hingga membentuk adonan tali panjang&lt;br /&gt;
* Potong-potong menjadi beberapa bagian kemudian dibentuk-bentuk sesuai jenis &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; yang akan dibuat sambil sesekali mengolesi tangan dengan minyak agar adonan tidak menempel.&lt;br /&gt;
* Setelah adonan sudah dibentuk dan dicetak, selanjutnya dimasukkan kedalam wajan yang telah diisi minyak didiamkan beberapa menit sampai minyak meresap kedalam adonan.&lt;br /&gt;
* Selanjutnya adonan kue yang direndam kedalam minyak dingin dimasukkan ke dalam wajan berisi minyak yang telah dipanasi dan siap untuk digoreng. &#039;&#039;Beppa pute&#039;&#039; harus selalu dibalik dan ditekan agar kue mengapung pertanda kue mengembang dengan sempurna. &lt;br /&gt;
* Setelah matang &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; ditiriskan di atas &#039;&#039;pattapi’&#039;&#039; (ayakan) dan kemudian diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum dijemur dibawah sinar matahari agar sisa-sisa minyaknya hilang.&lt;br /&gt;
* Selanjutnya &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; yang telah dijemur kurang lebih satu atau setengah hari siap untuk diberi lelehan gula. Gula dilelehkan dengan api kecil agar tidak gosong. &lt;br /&gt;
* Setelah gula mencair, &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; &#039;&#039;disorong&#039;&#039; (dicelupkan satu-persatu ke lelehan gula) dan dibolak-balik sampai gula merata. &lt;br /&gt;
* Setelah diberi cairan gula, &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; siap untuk dihidangkan&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Erika.rahma</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Beppa_pute.jpg&amp;diff=566</id>
		<title>Berkas:Beppa pute.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Beppa_pute.jpg&amp;diff=566"/>
		<updated>2024-02-05T08:25:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Erika.rahma: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;atakerja. (2022). Ensiklopedia Pangan Olahan SulSelBar. Makassar: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Erika.rahma</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Leppa_Jampu&amp;diff=563</id>
		<title>Leppa Jampu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Leppa_Jampu&amp;diff=563"/>
		<updated>2024-02-05T08:21:32Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Erika.rahma: Erika.rahma memindahkan halaman Leppang ke Leppa Jampu&amp;#039;: Judul salah eja&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Leppa Jampu merupakan kue tradisional khas Bugis yang sudah jarang ditemukan. Disebut Leppa Jampu yang dalam Bahasa Bugis artinya jambu dan memiliki bentuk seperti batu jambu putih serta dibaluri adonan yang berbentuk seperti jambu. Leppang memiliki rasa yang cenderung manis. &lt;br /&gt;
[[Berkas:Leppa jampu .jpg|al=Hidangan Leppa&#039; Jampu&#039;|jmpl|400x400px|Hidangan Leppa Jampu&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Asal Makanan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Kue khas ini hanya dapat dibuat oleh orang tua di Wajo dan jarang dipelajari anak muda karena proses pembuatannya yang sulit. Biasanya kue ini dapat dijumpai pada acara satu hari sebelum akad pernikahan adat atau orang Wajo biasa menyebutnya Cakkire-kire/Maddawa-dawa, aqiqah, atau acara pindah rumah&amp;lt;ref&amp;gt;Katakerja. (2022). &#039;&#039;Ensiklopedia Pangan Olahan SulSelBar. Makassar&#039;&#039;: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kue ini biasa disajikan pada saat acara lamaran, dimana pihak laki-laki membawa 7 jenis kue yang diletakkan dalam piring termasuk Leppa Jampu yang biasa disebut &#039;&#039;Erang-erang&#039;&#039;. Masyarakat Bugis percaya bahwa niat baik yang ingin dilakukan harus disajikan juga dengan kue manis agar mendapatkan hasil yang baik pula. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kue ini biasa disajikan di piring bosara bersama dengan berbagai jenis kue manis lainnya. Bahan Potasa’ yang digunakan pada kue ini merupakan pengembang kue. Leppa Jampu memiliki rasa manis dari gula merah, gurih dari adonan sepatu selain itu teksturnya yang renyah diluar lembut di dalam ketika digigit. Biasanya adonan Leppa Jampu didiamkan selama satu malam dan digoreng pada esok hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Asal Daerah: Wajo&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Kategori: Makanan Kudapan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan Utama: Tepung ketan, Potasa’, Gula merah, Gula pasir, Tepung beras, Telur ayam, Terigu, Air kelapa, Air&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Resep:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Tepung ketan 1 kg&lt;br /&gt;
* Potasa atau baking powder’ ½ sdm&lt;br /&gt;
* Gula merah 1 liter&lt;br /&gt;
* Gula pasir  ¼ kg&lt;br /&gt;
* Tepung beras 250 ml&lt;br /&gt;
* Telur ayam 1 butir&lt;br /&gt;
* Terigu &lt;br /&gt;
* Air kelapa&lt;br /&gt;
* Air&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Cara Pembuatan:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Campur tepung ketan dengan potasa’ sambil diaduk&lt;br /&gt;
* Masukkan gula pasir ¼  kg dan gula merah ¾  liter yang telah diiris-iris kecil, aduk rata menggunakan tangan agar tak ada gumpalan dalam adonan&lt;br /&gt;
* Tuang air kelapa sedikit demi sedikit sambil diuleni, bila adonan terlalu lengket dan lembek tambahkan tepung beras yang telah diayak&lt;br /&gt;
* Setelah adonan tercampur rata, tutup dan diamkan&lt;br /&gt;
* Untuk membuat adonan sepatu pecahkan 1 butir telur, ma’gontang (kocok) dan tambahkan tepung terigu dan air, aduk rata&lt;br /&gt;
* Panaskan minyak goreng dalam wajan &lt;br /&gt;
* Bentuk adonan seperti jambu lalu dicelupkan setengahnya pada adonan sepatu lalu digoreng hingga mengembang&lt;br /&gt;
* Jika sudah mengembang, angkat dan tiriskan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Rujukan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Erika.rahma</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Sinole&amp;diff=548</id>
		<title>Sinole</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Sinole&amp;diff=548"/>
		<updated>2024-02-05T07:58:48Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Erika.rahma: /* Cara pembuatan: */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:WhatsApp Image 2024-02-05 at 14.55.55.jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
Saat masa beras sulit didapatkan, Masyarakat Luwu menjadikan Sinole sebagai makanan sehari-hari. Sinole merupakan salah satu makanan olahan dari sagu, salah satu makanan pokok pengganti nasi. [[Sagu]] sendiri mudah didapatkan di daerah Luwu dan menjadi oleh-oleh ciri khas daerah tersebut. Sinole sudah ada sejak dahulu dan diwariskan turun temurun. Sinole berbahan dasar sagu, dicampur dengan kelapa, dan sedikit garam. Teksturnya sedikit lebih kering, dan rasanya hambar. Sangat cocok dinikmati dengan berbagai lauk-pauk seperti lawa dan parede&amp;lt;ref&amp;gt;Katakerja. (2022). &#039;&#039;Ensiklopedia Pangan Olahan SulSelBar.&#039;&#039; Makassar: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bahan Baku: ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Sagu 500 gram &lt;br /&gt;
# Kelapa tidak tua tetapi tidak terlalu muda yang sudah diparut 1 buah -&lt;br /&gt;
# Garam 1 sdm&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara pembuatan: ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Siapkan sagu dan parutan kelapa, campurkan keduanya ke dalam satu wadah. &lt;br /&gt;
# Aduk menggunakan tangan hingga tercampur, tambahkan garam secukupnya untuk penyedap rasanya -&lt;br /&gt;
# Siapkan wajan di atas kompor, panaskan dengan api sedang &lt;br /&gt;
# Masukkan semua bahan yang telah dicampurkan tadi untuk disangrai &lt;br /&gt;
# Aduk semua bahan menggunakan spatula &lt;br /&gt;
# Jika sudah berubah warna dan aromanya wangi, sinole sudah matang.&lt;br /&gt;
# Sinole siap dihidangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Erika.rahma</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Beppa_pute&amp;diff=525</id>
		<title>Beppa pute</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Beppa_pute&amp;diff=525"/>
		<updated>2024-02-05T07:36:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Erika.rahma: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Beppa Pute’&amp;#039;&amp;#039; atau dalam bahasa bugis &amp;#039;&amp;#039;beppa&amp;#039;&amp;#039; (kue) dan &amp;#039;&amp;#039;pute&amp;#039;&amp;#039; (putih), merupakan kue tradisional yang biasa disajikan pada saat acara-acara dan upacara adat dalam masyarakat bugis seperti acara pernikahan, aqiqah, kematian maupun acara selamatan &amp;#039;&amp;#039;mendre’ bola&amp;#039;&amp;#039; (rumah baru). &amp;#039;&amp;#039;Beppa Pute&amp;#039;&amp;#039; merupakan kue yang terbuat dari ketan putih, telur potase’ serta &amp;#039;&amp;#039;pije pulu’&amp;#039;&amp;#039; sebagai perekat. Pembuatan adonan &amp;#039;&amp;#039;beppa pute ini&amp;#039;&amp;#039; cukup sulit dan membutuhkan...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;Beppa Pute’&#039;&#039; atau dalam bahasa bugis &#039;&#039;beppa&#039;&#039; (kue) dan &#039;&#039;pute&#039;&#039; (putih), merupakan kue tradisional yang biasa disajikan pada saat acara-acara dan upacara adat dalam masyarakat bugis seperti acara pernikahan, aqiqah, kematian maupun acara selamatan &#039;&#039;mendre’ bola&#039;&#039; (rumah baru). &#039;&#039;Beppa Pute&#039;&#039; merupakan kue yang terbuat dari ketan putih, telur potase’ serta &#039;&#039;pije pulu’&#039;&#039; sebagai perekat. Pembuatan adonan &#039;&#039;beppa pute ini&#039;&#039; cukup sulit dan membutuhkan keahlian khusus. &lt;br /&gt;
[[Berkas:Beppa pute1.jpg|jmpl|400x400px|Katakerja. (2022). Ensiklopedia Pangan Olahan SulSelBar. Makassar: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Asal Makanan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Beppa Pute&#039;&#039; merupakan kue yang selalu ada dalam dalam setiap rangkaian acara masyarakat bugis. Kue ini sudah ada sejak zaman kerajaan dimana dimana cara penyajian, jumlah kue, dan bentuk kue sangat beragam. Terdapat 12 bentuk &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; yaitu (&#039;&#039;batu lawo, sojo, pandua bessi, buah paria, utara giling, tai lati, singkeru nabi, ambe langgong/ambe lau, pippi, kajajanga,bua gumpa&#039;&#039; dan &#039;&#039;arua ).&#039;&#039; Setiap bentuk tersebut memiliki nama serta memiliki makna atau simbol yang membedakan strata sosial antara bangsawan dan rakyat biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Beppa pute&#039;&#039; biasa disajikan menggunakan &#039;&#039;bosara’, Sariwita&#039;&#039; atau juga di tata di piring dengan jumlah yang berbeda-beda tergantung jenis dan status sosial yang mengadakan acara. Misalnya pada acara yang ditujukan oleh bangsawan bugis (&#039;&#039;sompa kati&#039;&#039;)&#039;&#039;’&#039;&#039;, &#039;&#039;sariwita&#039;&#039; akan berisikan 188 &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039;. Sedangkan kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat biasa (&#039;&#039;sompa’ beasa&#039;&#039;) &#039;&#039;sariwita’&#039;&#039; berisikan 124 &#039;&#039;beppa pute.&#039;&#039; Sedangkan pada acara seperti pernikahan, aqiqah, kematian atau memasuki rumah baru,  isian piring biasanya terdiri dari 12, 19, atau 7 dalam satu piring. Tergantung siapa yang mengadakan acara tersebut begitupun dengan jenis bentuk &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; apa yang  diinginkan&amp;lt;ref&amp;gt;Katakerja. (2022). Ensiklopedia Pangan Olahan SulSelBar. Makassar: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt;&amp;gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Resep Makanan:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Telur 5 butir&lt;br /&gt;
* ½ sendok potase&lt;br /&gt;
* 1 bungkus ketan putih&lt;br /&gt;
* 5 butir &#039;&#039;pije pulu’&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* 2 liter minyak goreng&lt;br /&gt;
* 1 Liter gula pasir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Cara Pembuatan:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Pecahkan telur 5 butir ke dalam baskom yang telah dibersihkan, campurkan ½ sendok potase’ kemudian dikocok.&lt;br /&gt;
* Selanjutnya campurkan ketan putih dan juga &#039;&#039;pije pulu’&#039;&#039; yang telah dihaluskan sebelumnya kemudian diayak.&lt;br /&gt;
* Campurkan 1 sendok makan minyak goreng ke dalam adonan sambil adonan diuleni hingga mengeras.&lt;br /&gt;
* Setelah adonan jadi, masukkan kedalam alat penggiling kue kemudian digiling dan ditekan hingga membentuk adonan tali panjang&lt;br /&gt;
* Potong-potong menjadi beberapa bagian kemudian dibentuk-bentuk sesuai jenis &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; yang akan dibuat sambil sesekali mengolesi tangan dengan minyak agar adonan tidak menempel.&lt;br /&gt;
* Setelah adonan sudah dibentuk dan dicetak, selanjutnya dimasukkan kedalam wajan yang telah diisi minyak didiamkan beberapa menit sampai minyak meresap kedalam adonan.&lt;br /&gt;
* Selanjutnya adonan kue yang direndam kedalam minyak dingin dimasukkan ke dalam wajan berisi minyak yang telah dipanasi dan siap untuk digoreng. &#039;&#039;Beppa pute&#039;&#039; harus selalu dibalik dan ditekan agar kue mengapung pertanda kue mengembang dengan sempurna. &lt;br /&gt;
* Setelah matang &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; ditiriskan di atas &#039;&#039;pattapi’&#039;&#039; (ayakan) dan kemudian diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum dijemur dibawah sinar matahari agar sisa-sisa minyaknya hilang.&lt;br /&gt;
* Selanjutnya &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; yang telah dijemur kurang lebih satu atau setengah hari siap untuk diberi lelehan gula. Gula dilelehkan dengan api kecil agar tidak gosong. &lt;br /&gt;
* Setelah gula mencair, &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; &#039;&#039;disorong&#039;&#039; (dicelupkan satu-persatu ke lelehan gula) dan dibolak-balik sampai gula merata. &lt;br /&gt;
* Setelah diberi cairan gula, &#039;&#039;beppa pute&#039;&#039; siap untuk dihidangkan&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Erika.rahma</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Leppa_Jampu&amp;diff=501</id>
		<title>Leppa Jampu</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Leppa_Jampu&amp;diff=501"/>
		<updated>2024-02-05T07:16:26Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Erika.rahma: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;Leppa Jampu merupakan kue tradisional khas Bugis yang sudah jarang ditemukan. Disebut Leppa Jampu yang dalam Bahasa Bugis artinya jambu dan memiliki bentuk seperti batu jambu putih serta dibaluri adonan yang berbentuk seperti sepatu.  Hidangan Leppa Jampu&amp;#039;  == &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Asal Makanan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; == Kue khas ini hanya dapat dibuat oleh orang tua di Wajo dan jarang dipelajari anak muda karena proses pembuatannya y...&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Leppa Jampu merupakan kue tradisional khas Bugis yang sudah jarang ditemukan. Disebut Leppa Jampu yang dalam Bahasa Bugis artinya jambu dan memiliki bentuk seperti batu jambu putih serta dibaluri adonan yang berbentuk seperti sepatu. &lt;br /&gt;
[[Berkas:Leppa jampu .jpg|al=Hidangan Leppa&#039; Jampu&#039;|jmpl|400x400px|Hidangan Leppa Jampu&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Asal Makanan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Kue khas ini hanya dapat dibuat oleh orang tua di Wajo dan jarang dipelajari anak muda karena proses pembuatannya yang sulit. Biasanya kue ini dapat dijumpai pada acara satu hari sebelum akad pernikahan adat atau orang Wajo biasa menyebutnya Cakkire-kire/Maddawa-dawa, aqiqah, atau acara pindah rumah&amp;lt;ref&amp;gt;Katakerja. (2022). &#039;&#039;Ensiklopedia Pangan Olahan SulSelBar. Makassar&#039;&#039;: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kue ini biasa disajikan pada saat acara lamaran, dimana pihak laki-laki membawa 7 jenis kue yang diletakkan dalam piring termasuk Leppa Jampu yang biasa disebut &#039;&#039;Erang-erang&#039;&#039;. Masyarakat Bugis percaya bahwa niat baik yang ingin dilakukan harus disajikan juga dengan kue manis agar mendapatkan hasil yang baik pula. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kue ini biasa disajikan di piring bosara bersama dengan berbagai jenis kue manis lainnya. Bahan Potasa’ yang digunakan pada kue ini merupakan pengembang kue. Leppa Jampu memiliki rasa manis dari gula merah, gurih dari adonan sepatu selain itu teksturnya yang renyah diluar lembut di dalam ketika digigit. Biasanya adonan Leppa Jampu didiamkan selama satu malam dan digoreng pada esok hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Asal Daerah: Wajo&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Kategori: Makanan Kudapan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan Utama: Tepung ketan, Potasa’, Gula merah, Gula pasir, Tepung beras, Telur ayam, Terigu, Air kelapa, Air&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Resep:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Tepung ketan 1 kg&lt;br /&gt;
* Potasa’ ½ sdm&lt;br /&gt;
* Gula merah 1 liter&lt;br /&gt;
* Gula pasir  ¼ kg&lt;br /&gt;
* Tepung beras 250 ml&lt;br /&gt;
* Telur ayam 1 butir&lt;br /&gt;
* Terigu &lt;br /&gt;
* Air kelapa&lt;br /&gt;
* Air&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Cara Pembuatan:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Campur tepung ketan dengan potasa’ sambil diaduk&lt;br /&gt;
* Masukkan gula pasir ¼  kg dan gula merah ¾  liter yang telah diiris-iris kecil, aduk rata menggunakan tangan agar tak ada gumpalan dalam adonan&lt;br /&gt;
* Tuang air kelapa sedikit demi sedikit sambil diuleni, bila adonan terlalu lengket dan lembek tambahkan tepung beras yang telah diayak&lt;br /&gt;
* Setelah adonan tercampur rata, tutup dan diamkan&lt;br /&gt;
* Untuk membuat adonan sepatu pecahkan 1 butir telur, ma’gontang (kocok) dan tambahkan tepung terigu dan air, aduk rata&lt;br /&gt;
* Panaskan minyak goreng dalam wajan &lt;br /&gt;
* Bentuk adonan seperti jambu lalu dicelupkan setengahnya pada adonan sepatu lalu digoreng hingga mengembang&lt;br /&gt;
* Jika sudah mengembang, angkat dan tiriskan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Rujukan&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Erika.rahma</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Leppa_jampu_.jpg&amp;diff=398</id>
		<title>Berkas:Leppa jampu .jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Leppa_jampu_.jpg&amp;diff=398"/>
		<updated>2024-02-05T04:22:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Erika.rahma: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Dokumentasi Ensiklopedia Pangan Olahan Lokal Sulselbar&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Erika.rahma</name></author>
	</entry>
</feed>