<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=David.susanto</id>
	<title>WikiPangan - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=David.susanto"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/David.susanto"/>
	<updated>2026-04-05T10:54:18Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Pindang_Ikan&amp;diff=355</id>
		<title>Pindang Ikan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Pindang_Ikan&amp;diff=355"/>
		<updated>2023-12-13T23:14:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;David.susanto: Sejarah Pindang&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Pindang Ikan.jpg|al=Pindang ikan khas Komering, Provinsi Sumatera Selatan|jmpl|444x444px|Pindang ikan khas Komering, Provinsi Sumatera Selatan]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Pindang&#039;&#039;&#039; adalah masakan berkuah khas melayu, panganan lauk berkuah ini hampir dipunyai daerah yang bersungai/ ekosistem air tawar di sepanjang pulau Sumatera, mulai dari Riau, Jambi, Sumsel dan Lampung. walau kadang pembahasaan dan penamaannya berbeda-beda dan kadang dialektika pengucapannya pun juga beda&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bumbu yang terdiri dari rempah-rempah dan aneka hasil ekosistem air tawar-nya dipengaruhi oleh kontur wilayah daerahnya (Perbukitan, Dataran rendah, dan Dataran Tinggi), contohnya adalah daerah Sumsel, Bumbu pindang dari OKI berbeda sekali dengan Bumbu Pindang dari Pagar Alam dan Lahat, dan akan berbeda lagi dengan Bumbu Pindang dari wilayah Musi Rawas, Pengagan dan Meranjat. Panganan lauk berkuah ini hampir semua daerahnya bahan utama-nya adalah ikan air tawar, pindang ini sendiri ada awal-nya adalah pengelolaan untuk menambah keragaman dari produk olahan dari ekosistem air tawar-nya dan dari waktu ke waktu makin beragam bahan utama-nya bukan hanya ekosistem air tawar saja, makin berkembang ke ekosistem air laut, Daging dan di beberapa daerah berkembang dengan buah dan sayuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Sumatera Selatan dikenal beberapa jenis Pindang berdasarkan wilayah dan bahan utama-nya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Pindang dibedakan dari Bahan Utama-nya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Pindang Ikan Belida&lt;br /&gt;
# Pindang Ikan Gabus&lt;br /&gt;
# Pindang Ikan Patin&lt;br /&gt;
# Pindang Ikan Baung&lt;br /&gt;
# Pindang Ikan Sapil&lt;br /&gt;
# Pindang Ikan Teri&lt;br /&gt;
# Pindang Ikan Salai (Baung, Lele, Lais, Patin)&lt;br /&gt;
# Pindang Udang&lt;br /&gt;
# Pindang Cumi&lt;br /&gt;
# Pindang Daging&lt;br /&gt;
# Pindang Ayam&lt;br /&gt;
# Pindang Tulang (Sapi, Kambing dan Rusa) &lt;br /&gt;
# Pindang Buah .... ( khas Muara Enim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Pindang dibedakan dari wilayah-nya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Pindang Musi Rawas&lt;br /&gt;
# Pindang Pengagan&lt;br /&gt;
# Pindang OKI/Meranjat&lt;br /&gt;
# Pindang Lahat- Pagar Alam&lt;br /&gt;
# Pindang Banyuasin-Musi Banyuasin&lt;br /&gt;
# Pindang Besemah ( Muara Enim, Tanjung Enim )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Pindang Ikan&#039;&#039;&#039; merupakan olahan ikan yang cukup terkenal di Sumatera Selatan. Pindang ikan memiliki warna coklat dengan cita rasa manis, segar, dan sedikit pedas. Ikan telah lama dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pangan oleh masyarakat di Sumatera Selatan. Masyarakat di Sumatera Selatan khususnya telah memiliki banyak resep kuliner turun temurun, diantarainya adalah pindang ikan khas Komering. Pindang ikan merupakan olahan ikan yang cukup terkenal di Sumatera Selatan dengan perpaduan warna coklat dan memiliki rasa manis segar sedikit pedas. Pindang ikan biasa dikonsumsi Masyarakat sehari-hari sebagai lauk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Mengolah ==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bahan:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 1 ekor ikan patin besar&lt;br /&gt;
* 2 ruas laos&lt;br /&gt;
* 2 batang sereh&lt;br /&gt;
* 2 batang daun bawang&lt;br /&gt;
* 5 pucuk daun kemangi&lt;br /&gt;
* 2 buah tomat merah&lt;br /&gt;
* 1 buah asam jawa&lt;br /&gt;
* 10 butir bawang merah&lt;br /&gt;
* 2 siung bawang putih besar&lt;br /&gt;
* 1,5 sdm kecap manis&lt;br /&gt;
* 1 ruas jahe&lt;br /&gt;
* 1 ruas kunyit&lt;br /&gt;
* 50 gr cabe merah&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Cara memasak:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bersihkan bumbu lalu haluskan menggunakan blender atau ulekan&lt;br /&gt;
* Bersihkan ikan lalu potong menjadi 5 bagian&lt;br /&gt;
* lumuri bumbu ke ikan patin, diamkan 10-30 menit&lt;br /&gt;
* rebus ikan yang telah dibumbui lalu masukkan bumbu yang lain&lt;br /&gt;
* masak hingga matang&lt;br /&gt;
[[index.php?title=Kategori:Rintisan]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>David.susanto</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kue_Delapan_Jam&amp;diff=72</id>
		<title>Kue Delapan Jam</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kue_Delapan_Jam&amp;diff=72"/>
		<updated>2023-12-04T20:14:33Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;David.susanto: ←Membuat halaman berisi &amp;#039;Salah satu makanan khas pada saat lebaran di Provinsi Sumatera Selatan adalah Kue basah Lapan Jam, Kue ini kalau di Palembangnya juga dikenal sebagai kue dengan durasi pembuatannya paling lama 8 jam, proses pembuatannya memerlukan panas yang konstan, di dalam budaya-nya kue delapan jam ini menjadi kue yang mengakar pada Masyarakat Sumatera Selatan, dahulu hulu-an sampai ke hilir-an dari Sungai Musi.  ===== &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Asal Muasal Kue Lapan Jam&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; ===== Berkas:Kue Basah....&amp;#039;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Salah satu makanan khas pada saat lebaran di Provinsi Sumatera Selatan adalah Kue basah Lapan Jam, Kue ini kalau di Palembangnya juga dikenal sebagai kue dengan durasi pembuatannya paling lama 8 jam, proses pembuatannya memerlukan panas yang konstan, di dalam budaya-nya kue delapan jam ini menjadi kue yang mengakar pada Masyarakat Sumatera Selatan, dahulu hulu-an sampai ke hilir-an dari Sungai Musi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===== &#039;&#039;&#039;Asal Muasal Kue Lapan Jam&#039;&#039;&#039; =====&lt;br /&gt;
[[Berkas:Kue Basah.jpg|al=#Kue Basah 8 Jam|jmpl|Kue Basah 8 Jam]]&lt;br /&gt;
Dari Sejarah-nya kue delapan jam ini sudah ada pada masa kesultanan Darussalam Palembang, penganan ini adalah pangan wajib dan selalu ada di setiap pertemuan kesultanan. Seiring dengan waktu kue Lapan Jam ini juga makin dikenal dan digemari Masyarakat secara umum, proses pembuatannya pun sudah menjadi pengetahuan umum bagi Masyarakat di Sumatera Selatan khususnya orang Palembang Asli (Wong Kito) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===== &#039;&#039;&#039;Kandung Gizi dari Kue Lapan Jam&#039;&#039;&#039; =====&lt;br /&gt;
Kandungan Gizi yang ada di kue lapan Jam ini cukup beragam, Dalam 1 potong kue Lapan terdapat 76 kalori, 10,6-gram karbohidrat, 2,1-gram lemak dan 2,1-gram protein (&#039;&#039;Sumber Google.com&#039;&#039;)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>David.susanto</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Kue_Basah.jpg&amp;diff=71</id>
		<title>Berkas:Kue Basah.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Kue_Basah.jpg&amp;diff=71"/>
		<updated>2023-12-04T20:13:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;David.susanto: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Kue Basah 8 Jam&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>David.susanto</name></author>
	</entry>
</feed>