<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Chandra.lakabela</id>
	<title>WikiPangan - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Chandra.lakabela"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Chandra.lakabela"/>
	<updated>2026-04-05T10:42:16Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Tengteng_kacang&amp;diff=946</id>
		<title>Tengteng kacang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Tengteng_kacang&amp;diff=946"/>
		<updated>2024-03-22T08:06:00Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Chandra.lakabela: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Tengteng kacang merupakan cemilan ole-ole khas dari [https://rotendaokab.go.id/profil-wilayah.php Pulau Rote Ndao]. Tengteng dari Pulau Rote berbeda dengan tengteng kacang lain yaitu pada bahan pembuatannya. Tengteng kacang dari Pulau Rote terbuat dari gula air dan kacang tanah (terkadang dicampur juga dengan wijen sangrai). Gula air adalah hasil olahan dari nila lontar yang dimasak dengan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan gula air. Rasa tengteng kacang ini sangat manis dan gurih, ada sensasi lengket dari gula air saat mencicipi cemilan ini. Cemilan ini sangat terkenal dan sering diburu wisatawan untuk dijadikan ole-ole. Tenteng kacang banyak dijual di pelabuhan dengan harga mulai dari 10.000/mika tergantung jumlah dan ukurannya.&lt;br /&gt;
[[Berkas:Tengteng kacang.jpg|jmpl|Tengteng Kacang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pengolahan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pengolahannya diawali dengan memilih gula air dan kacang dengan kualitas yang baik. Kacang di kupas dari kulit ari lalu disangrai dan dihancurkan kasar. Setelahnya gula air dipanaskan diatas tungku dengan api kecil sampai kecokelatan dan dimasukkan sedikit garam dan kacang yang sudah dihancurkan. Kemudian di aduk hingga tercampur lalu diangkat dan dicetak di wadah datar. Di&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
amkan hingga kering lalu dipotong-potong sesuai selera.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Chandra.lakabela</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Tengteng_kacang&amp;diff=940</id>
		<title>Tengteng kacang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Tengteng_kacang&amp;diff=940"/>
		<updated>2024-03-22T07:59:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Chandra.lakabela: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Tengteng kacang merupakan cemilan ole-ole khas dari Pulau Rote Ndao. Tengteng dari Pulau Rote berbeda dengan tengteng kacang lain yaitu pada bahan pembuatannya. Tengteng kacang dari Pulau Rote terbuat dari gula air dan kacang tanah (terkadang dicampur juga dengan wijen sangrai). Gula air adalah hasil olahan dari nila lontar yang dimasak dengan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan gula air. Rasa tengteng kacang ini sangat manis dan gurih, ada sensasi lengket dari gula air saat mencicipi cemilan ini. Cemilan ini sangat terkenal dan sering diburu wisatawan untuk dijadikan ole-ole. Tenteng kacang banyak dijual di pelabuhan dengan harga mulai dari 10.000/mika tergantung jumlah dan ukurannya.&lt;br /&gt;
[[Berkas:Tengteng kacang.jpg|jmpl|Tengteng Kacang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pengolahan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pengolahannya diawali dengan memilih gula air dan kacang dengan kualitas yang baik. Kacang di kupas dari kulit ari lalu disangrai dan dihancurkan kasar. Setelahnya gula air dipanaskan diatas tungku dengan api kecil sampai kecokelatan dan dimasukkan sedikit garam dan kacang yang sudah dihancurkan. Kemudian di aduk hingga tercampur lalu diangkat dan dicetak di wadah datar. Di&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
iamkan hingga kering lalu dipotong-potong sesuai selera.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Chandra.lakabela</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Tengteng_kacang&amp;diff=938</id>
		<title>Tengteng kacang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Tengteng_kacang&amp;diff=938"/>
		<updated>2024-03-22T07:58:48Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Chandra.lakabela: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Tengteng kacang merupakan cemilan ole-ole khas dari Pulau Rote Ndao. Tengteng dari Pulau Rote berbeda dengan tengteng kacang lain yaitu pada bahan pembuatannya. Tengteng kacang dari Pulau Rote terbuat dari gula air dan kacang tanah (terkadang dicampur juga dengan wijen sangrai). Gula air adalah hasil olahan dari nila lontar yang dimasak dengan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan gula air. Rasa tengteng kacang ini sangat manis dan gurih, ada sensasi lengket dari gula air saat mencicipi cemilan ini. Cemilan ini sangat terkenal dan sering diburu wisatawan untuk dijadikan ole-ole. Tenteng kacang banyak dijual di pelabuhan dengan harga mulai dari 10.000/mika tergantung jumlah dan ukurannya.&lt;br /&gt;
[[Berkas:Tengteng kacang.jpg|jmpl|Tengteng Kacang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pengolahan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pengolahannya diawali dengan memilih gula air dan kacang dengan kualitas yang baik. Kacang di kupas dari kulit ari lalu disangrai dan dihancurkan kasar. Setelahnya gula air dipanaskan diatas tungku dengan api kecil sampai kecokelatan dan dimasukkan sedikit garam dan kacang yang sudah dihancurkan. Kemudian di aduk hingga tercampur lalu diangkat dan dicetak di wadah datar. Di&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
diamkan hingga kering lalu dipotong-potong sesuai selera.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Chandra.lakabela</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Tengteng_kacang&amp;diff=936</id>
		<title>Tengteng kacang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Tengteng_kacang&amp;diff=936"/>
		<updated>2024-03-22T07:54:36Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Chandra.lakabela: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Tengteng kacang merupakan cemilan ole-ole khas dari [https://rotendaokab.go.id/profil-wilayah.php Pulau Rote Ndao]. Tengteng dari Pulau Rote berbeda dengan tengteng kacang lain yaitu pada bahan pembuatannya. Tengteng kacang dari Pulau Rote terbuat dari gula air dan kacang tanah (terkadang dicampur juga dengan wijen sangrai). Gula air adalah hasil olahan dari nila lontar yang dimasak dengan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan gula air. Rasa tengteng kacang ini sangat manis dan gurih, ada sensasi lengket dari gula air saat mencicipi cemilan ini. Cemilan ini sangat terkenal dan sering diburu wisatawan untuk dijadikan ole-ole. Tenteng kacang banyak dijual di pelabuhan dengan harga mulai dari 10.000/mika tergantung jumlah dan ukurannya.&lt;br /&gt;
[[Berkas:Tengteng kacang.jpg|jmpl|Tengteng Kacang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pengolahan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pengolahannya diawali dengan memilih gula air dan kacang dengan kualitas yang baik, kacang di kupas dari kulit ari lalu disangrai dan dihancurkan kasar. Setelahnya gula air dipanaskan diatas tungku dengan api kecil sampai kecokelatan dan dimasukkan sedikit garam dan kacang yang sudah dihancurkan. Lalu aduk hingga tercampur lalu diangkat dan dicetak di wadah datar. Kemudian diamkan hingga kering lalu dipotong-potong sesuai selera.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Chandra.lakabela</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Rumpu_Rampe&amp;diff=329</id>
		<title>Rumpu Rampe</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Rumpu_Rampe&amp;diff=329"/>
		<updated>2023-12-13T22:01:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Chandra.lakabela: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan keanekaragaman budaya dan kuliner. Di antara banyaknya makanan khas NTT yang lezat dan unik, [[rumpu rampe]] adalah hidangan yang sangat terkenal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, rumpu rampe disajikan dalam acara adat dan upacara tradisional. Hidangan ini memiliki makna simbolis dalam budaya dan kehidupan keagamaan masyarakat NTT. Rumpu rampe terbuat dari bunga pepaya, daun kelor, buah pepaya muda, daun pepaya, daun singkong, serta jantung pisang. Seiring berjalannya waktu, makanan khas NTT ini juga sering kali disajikan dengan tambahan kangkung, udang, dan ikan teri. Rumpu Rampe adalah istilah yang menggambarkan keberagaman dan kelimpahan. Biasanya, hidangan ini disantap bersama dengan Jagung Bose, makanan tradisional lain dari Nusa Tenggara Timur. Makanan tradisional ini mencerminkan kekayaan kuliner dan keanekaragaman hayati di wilayah Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan bahan-bahan lokal dan cita rasa khas.[[Berkas:14269034-183058168770463-1686893089-n-381e635754e046f635689515e36878b2.jpg|alt=Gambar Sayuran Rumpu Rampe|jmpl|301x301px|Gambar Sayuran Rumpu Rampe|kiri]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Cara Pembuat Sayuran Rumpu Rampe&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Pembuatannya sangat serderhana. Pertama bahan-bahan utama seperti daun pepaya, bunga pepaya, dan singkong direbus terlebih dahulu jangan sampai terlalu layu kemudian ditiriskan. Rebusan ini kemudian dipotong kecil-kecil supaya lebih mudah ketika memakannya. Sementara bagian dalam jantung pisang dipotong kecil-kecil dan dicampur garam lalu dikukus, bahan-bahan tersebut kemudian ditumis dengan bumbu hingga meresap. Rumpu rampe ditumis hingga aroma wangi keluar. Rumpu Rampe memiliki cita rasa gurih dengan campuran rasa pahit. Rumpu Rampe bisa ditumis, bisa juga langsung dicampur parutan kelapa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Kandungan Gizi Rumpu Rampe&#039;&#039;&#039; &amp;lt;ref&amp;gt;https://parboaboa.com/rumpu-rampe&amp;lt;/ref&amp;gt; ==&lt;br /&gt;
Rumpu rampe merupakan sayuran khas NTT yang tak hanya enak tetapi juga mengandung banyak gizi. Adapun beberapa kandungan gizi yang terdapat dalam per porsi sayur rumpu rampe, sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ø  Kalori: 150-200 kalor&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ø  Karbohidrat: 30-40 gram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ø  Protein: 5-10 gram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ø  Lemak: 2-5 gram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ø  Serat: 5-8 gram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ø  Vitamin A: 1000-2000 IU&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ø  Vitamin C: 20-30 mg&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ø  Zat besi: 1-2 mg&amp;lt;ref&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==  &#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Fakta Menarik Rumpu Rampe&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== 1. Kekayaan Kuliner yang Unik ===&lt;br /&gt;
Rumpu rampe merupakan salah satu jenis makanan khas yang berasal dari Nusa Tenggara Timur di Indonesia. Makanan ini menawarkan pengalaman kuliner yang unik dan memikat, mencerminkan kekayaan alam dan kebudayaan wilayah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== 2. Gabungan Bahan yang Beragam ===&lt;br /&gt;
Rumpu rampe terdiri dari berbagai bahan seperti bunga pepaya, daun kelor, buah pepaya muda, daun pepaya, daun singkong, dan jantung pisang dan parutan kelapa.  Kombinasi bahan-bahan ini menciptakan citarasa yang beragam dan tekstur yang unik dalam hidangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== 3. Rasa dan Nutrisi yang Seimbang ===&lt;br /&gt;
Bunga pepaya memberikan sentuhan manis dan sedikit pahit, sementara daun kelor memberikan kesegaran dengan kandungan nutrisi yang melimpah. Sedangkan daun singkong memberikan rasa dan tekstur yang unik dan jantung pisang memberikan kelezatan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== 4. Variasi Penyajian yang Menarik ===&lt;br /&gt;
Hidangan ini juga dapat disajikan dengan penambahan kangkung, udang, dan ikan teri. Kangkung memberikan rasa segar dan renyah, sementara udang memberikan kelezatan dan tekstur yang kenyal. Ikan teri memberikan rasa gurih dan renyah yang khas. Kombinasi ini menambah variasi rasa dan kelezatan dalam hidangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== 5. Pelestarian Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati ===&lt;br /&gt;
Rumpu rampe menggambarkan penggunaan bahan-bahan lokal dan alami dalam hidangan. Hal ini tidak hanya mencerminkan kearifan lokal, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan memanfaatkan tumbuhan dan bahan-bahan yang melimpah di daerah tersebut, makanan rumpu rampe menjadi simbol dari keanekaragaman hayati dan kekayaan alam Nusa Tenggara Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== 6. Makna Budaya yang Dalam ===&lt;br /&gt;
Selain menjadi hidangan yang lezat, sayur rumpu rampe juga memiliki makna budaya yang dalam. Nama &amp;quot;Rumpu Rampe&amp;quot; menggambarkan keberagaman dan kehidupan yang ramai, mencerminkan kehidupan masyarakat setempat dan keanekaragaman kuliner di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== 7. Warisan Budaya yang Perlu Diawetkan ===&lt;br /&gt;
Makanan khas NNT rumpu rampe merupakan warisan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan. Hidangan ini tidak hanya memberikan kenikmatan gastronomi, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas dan warisan masyarakat setempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== 8. Menjadi Wisata Kuliner ===&lt;br /&gt;
Rumpu rampe adalah cara yang baik untuk mengeksplorasi dan menghargai keanekaragaman kuliner Indonesia. Makanan ini dapat menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang ingin mencicipi kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Referensi&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Chandra.lakabela</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kenari&amp;diff=313</id>
		<title>Kenari</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kenari&amp;diff=313"/>
		<updated>2023-12-13T21:49:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Chandra.lakabela: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Kenari Kupas.jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DESKRIPSI:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenari merupakan biji-bijian berwana coklat gelap yang berasal dari buah pohon Kenari (&#039;&#039;Canarium indicum L.)&#039;&#039; dan merupakan makanan khas masyarakat Kabupaten Alor. Pohon Kenari dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi dan umumnya mudah ditemukan. Masyarakat Kabupaten Alor mempercayai kenari sebagai makanan yang mengandung berbagai khasiat dan dapat dikonsumsi sebagai obat-obatan dan makanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;PENGOLAHAN&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenari diolah dengan cara di “titi”. Cara ini merupakan cara lokal yang digunakan masyarakat untuk mengambil biji kenari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;PENYAJIAN&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenari dapat disajikan sebagai makanan adat, bahan kue hingga camilan. Untuk camilan masyarakat mengkonsumsi kenari dengan jagung titik dan menjadi ole-ole khas masyarakat Alor. Sebagai makanan adat, pada beberapa suku kenari disiapkan sebagai sesajian hingga campuran untuk upacara adat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;MANFAAT KACANG KENARI&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Meningkatkan kesehatan jantung&lt;br /&gt;
# Membantu menurunkan dan menjaga berat badan sehat&lt;br /&gt;
# Meningkatkan kesehatan otak&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Chandra.lakabela</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kenari&amp;diff=310</id>
		<title>Kenari</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kenari&amp;diff=310"/>
		<updated>2023-12-13T21:48:41Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Chandra.lakabela: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Kenari Kupas.jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DESKRIPSI:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenari merupakan biji-bijian berwana coklat gelap yang berasal dari buah pohon Kenari (&#039;&#039;Canarium indicum L.)&#039;&#039; dan merupakan makanan khas masyarakat Kabupaten Alor. Pohon Kenari dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi dan umumnya mudah ditemukan. Masyarakat Kabupaten Alor mempercayai kenari sebagai makanan yang mengandung berbagai khasiat dan dapat dikonsumsi sebagai obat-obatan dan makanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;PENGOLAHAN&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenari diolah dengan cara di “titik”. Cara ini merupakan cara lokal yang digunakan masyarakat untuk mengambil biji kenari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;PENYAJIAN&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenari dapat disajikan sebagai makanan adat, bahan kue hingga camilan. Untuk camilan masyarakat mengkonsumsi kenari dengan jagung titik dan menjadi ole-ole khas masyarakat Alor. Sebagai makanan adat, pada beberapa suku kenari disiapkan sebagai sesajian hingga campuran untuk upacara adat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;MANFAAT KACANG KENARI&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Meningkatkan kesehatan jantung&lt;br /&gt;
# Membantu menurunkan dan menjaga berat badan sehat&lt;br /&gt;
# Meningkatkan kesehatan otak&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Chandra.lakabela</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kenari&amp;diff=308</id>
		<title>Kenari</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kenari&amp;diff=308"/>
		<updated>2023-12-13T21:48:07Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Chandra.lakabela: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Kenari Kupas.jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DESKRIPSI:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenari merupakan biji-bijian berwana coklat gelap yang berasal dari buah pohon &#039;&#039;Canarium indicum L.&#039;&#039; dan merupakan makanan khas masyarakat Kabupaten Alor. Pohon Kenari dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi dan umumnya mudah ditemukan. Masyarakat Kabupaten Alor mempercayai kenari sebagai makanan yang mengandung berbagai khasiat dan dapat dikonsumsi sebagai obat-obatan dan makanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;PENGOLAHAN&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenari diolah dengan cara di “titik”. Cara ini merupakan cara lokal yang digunakan masyarakat untuk mengambil biji kenari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;PENYAJIAN&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenari dapat disajikan sebagai makanan adat, bahan kue hingga camilan. Untuk camilan masyarakat mengkonsumsi kenari dengan jagung titik dan menjadi ole-ole khas masyarakat Alor. Sebagai makanan adat, pada beberapa suku kenari disiapkan sebagai sesajian hingga campuran untuk upacara adat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;MANFAAT KACANG KENARI&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Meningkatkan kesehatan jantung&lt;br /&gt;
# Membantu menurunkan dan menjaga berat badan sehat&lt;br /&gt;
# Meningkatkan kesehatan otak&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Chandra.lakabela</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kenari&amp;diff=304</id>
		<title>Kenari</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kenari&amp;diff=304"/>
		<updated>2023-12-13T21:47:45Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Chandra.lakabela: Menambahkan manfaat kacang kenari&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Kenari Kupas.jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DESKRIPSI:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenari merupakan biji-bijian berwana coklat gelap yang berasal dari buah pohon &#039;&#039;Canarium indicum L.&#039;&#039; dan merupakan makanan khas masyarakat Kabupaten Alor. Pohon Kenari dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi dan umumnya mudah ditemukan. Masyarakat Kabupaten Alor mempercayai kenari sebagai makanan yang mengandung berbagai khasiat dan dapat dikonsumsi sebagai obat-obatan dan makanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Manfaat Kacang Kenari&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;PENGOLAHAN&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenari diolah dengan cara di “titik”. Cara ini merupakan cara lokal yang digunakan masyarakat untuk mengambil biji kenari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;PENYAJIAN&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenari dapat disajikan sebagai makanan adat, bahan kue hingga camilan. Untuk camilan masyarakat mengkonsumsi kenari dengan jagung titik dan menjadi ole-ole khas masyarakat Alor. Sebagai makanan adat, pada beberapa suku kenari disiapkan sebagai sesajian hingga campuran untuk upacara adat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;MANFAAT KACANG KENARI&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Meningkatkan kesehatan jantung&lt;br /&gt;
# Membantu menurunkan dan menjaga berat badan sehat&lt;br /&gt;
# Meningkatkan kesehatan otak&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Chandra.lakabela</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Aka_Bilan&amp;diff=282</id>
		<title>Aka Bilan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Aka_Bilan&amp;diff=282"/>
		<updated>2023-12-13T21:34:38Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Chandra.lakabela: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:NENEK.jpg|jmpl|Cara Pengolahan[[Berkas:Nenek 2.jpg|jmpl|Bahan- Bahan]]]]&lt;br /&gt;
Aka Bilan adalah makanan tradisional dari Kabupaten Malaka. Bahan utama Aka Bilan adalah sagu yang diambil dari batang pohon gewang (Corypha utan Lamk). Empulur batang gewang yang sudah tua (umur di atas 20 tahun) dikenal sebagai putak oleh masyarakat Timor telah lama dimanfaatkan sebagai sumber pakan maupun pangan. Untuk tujuan pangan, putak biasanya diproses dengan cara ekstraksi sederhana untuk diambil pati kasar. Pati tersebut kemudian diolah menjadi makanan baik berupa sejenis roti tipis (pan cake) yang oleh masyarakat Malaka dikenal sebagai Aka Bilan (Lalel,H.J.D dan Riwu Kaho, N.P.L.B., 2018). Untuk pembuatan Aka bilan, sagu dicampur dengan kacang hijau, parutan kelapa dan sedikit garam atau gula sesuai dengan selera. Aka Bilan mempunyai cita rasa khas yang bisa dinikmati sebagai makanan pokok di musim paceklik atau sebagai teman minum teh dan kopi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara Pengolahan: ==&lt;br /&gt;
1.    Sagu dipotong kecil-kecil, diekstraksi secara sederhana dengan  ditumbuk, ayak, dan diendapkan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.    Gumpalan hasil endapan sagu dihaluskan setelah itu disaring&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.    Menyiapkan juga parutan kelapa, kacang hijau, gula dan kelapa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.    Mencampur semua bahan-bahan hingga tercampur dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.    Wadah yang digunakan untuk memanggang adalah babilak yang terbuat dari tanah liat, pastikan wadah tersebut bersih dan dioles menggunakan parutan kelapa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6.    Panaskan babilak diatas bara api, ambil sejumlah adonan aka bilan di letakkan pada babilak. Ratakan adonan membentuk lapisan tipis, Setelah beberapa menit ditambahkan topping kacang hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7.    Pada saat pembuatan menggunakan 2 babilak setelah bergantian. Babilak juga sebagai penutup babilak yang lain. Proses pemanggangan membutuhkan waktu 5-7 menit. Setelah matang langsung disantap selagi panas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kalau berkunjung ke Betun ibu kota Malaka jangan lupa mampir di pasar mingguan dari Jumat Sore- Sabtu Siang, Anda akan menemukan ibu-ibu menjual sagu mentahan dan Aka Bilan&#039;&#039;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Chandra.lakabela</name></author>
	</entry>
</feed>