<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Abela.tambila</id>
	<title>WikiPangan - Kontribusi pengguna [id]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wikipangan.id/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Abela.tambila"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/wiki/Istimewa:Kontribusi_pengguna/Abela.tambila"/>
	<updated>2026-04-05T03:39:57Z</updated>
	<subtitle>Kontribusi pengguna</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.40.1</generator>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Tengteng_kacang&amp;diff=339</id>
		<title>Tengteng kacang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Tengteng_kacang&amp;diff=339"/>
		<updated>2023-12-13T22:12:28Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Abela.tambila: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Tengteng kacang merupakan cemilan ole-ole khas dari Pulau Rote Ndao. Tengteng dari Pulau Rote berbeda dengan tengteng kacang lain yaitu pada bahan pembuatannya. tengteng kacang dari rote terbuat dari gula air dan kacang tanah. Gula air adalah hasil olahan dari air lontar yang dimasak dengan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan gula air. Rasa tengteng kacang ini sangat manis dan gurih, ada sensasi lengket dari gula air saat mencicipi cemilan ini. Cemilan ini sangat terkenal dan sering diburu wisatawan untuk dijadikan ole-ole.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pengolahan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pengolahannya cukup mudah, diawali dengan memilih gula air dan kacang dengan kualitas yang baik, kacang di kupas dari kulit ari lalu disangrai dan dihancurkan kasar, setelahnya gula air dipanaskan diatas tungku dengan api kecil sampai kecokelatan dan dimasukkan sedikit garam dan kacang yang sudah dihancurkan, aduk hingga tercampur lalu diangkat dan dicetak diwadah datar. Diamkan hingga kering lalu dipotong-potong sesuai selera.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Abela.tambila</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Laku_Tobe&amp;diff=323</id>
		<title>Laku Tobe</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Laku_Tobe&amp;diff=323"/>
		<updated>2023-12-13T21:59:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Abela.tambila: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Laku Tobe adalah salah satu makanan khas masyarakat Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dibuat dengan bahan dasar ubi kayu (singkong) dan dicampur dengan kelapa yang sudah diparut dan juga dicampur sedikit gula batu (gula merah). Laku Tobe, merupakan olahan ubi kayu yang dikukus dan memiliki rasa yang khas karena merupakan hasil perpaduan beberapa campuran makanan lainnya. Makanan lokal ini biasa disajikan berbentuk seperti kerucut mirip nasi tumpeng. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pangan lokal ini sudah jarang dijumpai di masyarakat sebagai makanan/snack pagi ataupun sore karena pergeseran budaya dan kebiasaan masyarakat di pulau Timor sebagai makanan lokal. Saat ini, biasanya disajikan dalam acara tertentu seperti Hari Panen dan Hari Raya. Sekarang jarang dikonsumsi karena pengolahannya memakan waktu, tenaga dan juga hasil panen ubi kayu yang sudah berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Bahan yang dibutuhkan untuk membuat laku tobe yaitu:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
1. Ubi Kayu/singkong yang sudah dikeringkan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Kelapa parut secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Garam secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Gula merah/gula batu secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Air matang secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat laku tobe antara lain:&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
1. Lesung dan aluk (untuk menumbuk ubi kayu yang sudah kering sampai halus menjadi tepung)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Pengaya (untuk mengayak ubi kayu yang ditumbuk untuk mendapatkan tepung bni kayu yang halus)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Bokor (untuk menampung tepung ubi kayu dan mencampurnya dengan kelapa parut, gula merah dan air)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Periuk Tanah (untuk mengkukus Laku Tobe)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;CARA MEMBUAT LAKU TOBE&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Irisan ubi kayu yang sudah dikeringkan, kemudian ditumbuk sampai halus untuk mendapatkan tepungnya, setelah itu dipercik dengan air sampai membentuk butiran menyerupai tepung yang agak kasar.&lt;br /&gt;
# Tepung tersebut kemudian dicampur dengan kelapa parut, sedikit gula merah dan garam secukupnya. &lt;br /&gt;
# Setelah itu campuran tersebut dimasukan dalam wadah (tobe kbaun) yang terbuat dari anyaman menyerupai kerucut kemudian dikukus di periuk tanah yang airnya sudah mendidih selama satu jam lamanya. &lt;br /&gt;
# Adonan yang telah matang lalu diangkat dan dihidangkan di piring atau temapt yang sudah disiapkan. Selanjutnya Laku Tobe siap dikonsumsi. Paling nikmat kalau minum kopi atau teh sambil makan laku tobe.Namun, sebagai makanan kuliner, perlunya ada terobosan inovatif agar menghadirkan kembali cita rasa laku tobe sebagai makanan hidangan baik kegiatan pemerintahan dan acara-acara adat sehingga makanan tradisional ini tidak hilang ditelan waktu. Sehingga para wisatawan yang datang ke Pulau Timor bisa mencicipi Laku Tobe dan pulang juga bisa membawanya sebagai oleh-oleh.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Abela.tambila</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Jagung_titi&amp;diff=299</id>
		<title>Jagung titi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Jagung_titi&amp;diff=299"/>
		<updated>2023-12-13T21:47:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Abela.tambila: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== &#039;&#039;&#039;Sejarah dan Asal Daerah&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
[[Berkas:Jagung Titi.jpg|jmpl|349x349px|&#039;&#039;Sumber : Kompasiana.com&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
Ketika zaman penjajahan NTT masuk dalam provinsi Sunda Kecil. Pada saat itu, NTT terdiri dari beberapa kepulauan dengan 3 pulau utama yaitu Flores, Sumba dan Timor Barat. Dari dahulu NTT menjadi incaran negara-negara lain, karena mempunyai alam yang kaya akan rempah-rempah, hal ini yang membuat kuliner khas NTT kaya dengan bumbu rempah. Menurut sejarah, menyebutkan bahwa kuliner kawasan Indonesia Timur mirip dengan seni memasak dari Polinesia dan Melanesia, dengan ciri khas sajian yang didominasi rasa rempah dan gurih. Pada saat itu, jagung titi menjadi makanan pokok masyarakat setempat sebagai pengganti beras. [[Jagung Goreng|Jagung]] titi yang merupakan salah satu makanan khas NTT, terutama di pulai Flores seperti pulau Solor, Adonara, Lembata dan Pulau Alor. Masyarakat setempat menyebutnya dengan nama Watta Bitti yang berarti jagung yang di tumbuk (dititi) dengan menggunakan batu. Pada saat itu, jagung titi menjadi makanan pokok masyarakat setempat sebagai pengganti beras.&amp;lt;ref&amp;gt;Jagung Titi (Wata Bitti) Makanan Khas NTT yang Jarang Diketahui Orang Halaman 1 - Kompasiana.com&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jagung titi ini biasanya disantap pada saat &#039;&#039;&#039;sarapan pagi&#039;&#039;&#039; seperti sereal jagung. Berhubung makanan jagung titi ini makanan khas NTT, yang biasanya akan disajikan untuk menjamu tamu atau bekal ke suatu tempat yang jauh karena tahan sampai berbulan-bulan di wadah yang kering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Deskripsi dan Cara Memasak&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Pembuatan jagung titi terbilang unik dan sederhana. Hanya menggunakan 2 buah batu yang berbeda ukuran. Batu pertama diletakan di atas tanah dan batu lainnya sebesar kepalan tangan digunakan untuk menumbuk jagung,yang sudah digoreng tanpa minyak di dalam wajan yang terbuat dari tanah liat. Jagung titi tergolong sangat muda, akan tetapi alat yang dipakai masih tradisional. Alat dan bahan yang dibutuhkan, yaitu : batu besar berpermukaan datar, batu bulat seukuran kepalan tangan orang dewasa, batu tungku, kayu bakar, alat pengaduk dan jagung (bahan dasar).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama jagung dipipil dari tongkolnya, disangrai 5-7 menit hingga setengah matang. Penyangraian harus di periuk/belanga tanah liat. Agar proses transfer panas lebih lambat, tapi merata ke seluruh bagian jagung pipilan. Jangan sekali-kali menggunakan periuk/wajan dari logam karena dijamin akan rusak berat. Setelah proses penyangraian (roasting), dimulailah proses penempaan atau pemukulan. Ambil 5-7 butir jagung panas, lalu taruh di atas batu landasan. Butiran jagung panas pun langsung memipih. Jadilah jagung titi. Dua tiga butir berdempetan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Kandungan Gizi&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Kandungan jagung titi di antaranya adalah &#039;&#039;&#039;374 kkal energi; 9.40 gram protein; 2.20 gram lemak; 79.10 karbohidrat; 14.00 mg kalsium; 142 mg fosfor; 2.90 mg zat besi; 0 IU vitamin A; 0.20 mg vitamin B; dan 0 mg vitamin C.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;ref&amp;gt;Kandungan Jagung Aneka Jenis, Mana Paling Bergizi? (doktersehat.com)&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Budaya, Mitos dan Fakta Menarik Lainnya&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
Perkembangan zaman menjadikan jagung titi bukan lagi makanan pokok melainkan menjadi makanan khas daerah setempat. Walaupun tekstur keras, namun tidak bisa dihilangkan karena warisan nenek moyang. Biasanya jagung titi dihidangkan ketika ada tamu dari daerah luar sebagai bentuk penghormatan tamu tersebut. Jagung titi ini juga bisa di jadikan cemilan (emping jagung), dinikmati sembari minum kopi atau teh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengerjaannya yang mudah, akhirnya ibu-ibu rumah tangga menggunakannya sebagai mata pencaharian untuk menambah penghasilan keluarga. Setelah selesai pembuatan, jagung titi akan di simpan dan menunggu pembeli. Olahan jagung titi dapat bertahan beberapa hari, bahkan mungkin sampai berminggu-minggu. Walaupun begitu, makanan ini akan tetap terjaga dan awet karena di goreng tanpa menggunakan minyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Referensi&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Abela.tambila</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Kenari&amp;diff=285</id>
		<title>Kenari</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Kenari&amp;diff=285"/>
		<updated>2023-12-13T21:36:03Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Abela.tambila: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Berkas:Kenari Kupas.jpg|jmpl]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DESKRIPSI:&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenari merupakan biji-bijian berwana coklat gelap yang berasal dari buah pohon &#039;&#039;Canarium indicum L.&#039;&#039; dan merupakan makanan khas masyarakat Kabupaten Alor. Pohon Kenari dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi dan umumnya mudah ditemukan. Masyarakat Kabupaten Alor mempercayai kenari sebagai makanan yang mengandung berbagai khasiat dan dapat dikonsumsi sebagai obat-obatan dan makanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;PENGOLAHAN&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenari diolah dengan cara di “titik”. Cara ini merupakan cara lokal yang digunakan masyarakat untuk mengambil biji kenari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;PENYAJIAN&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenari dapat disajikan sebagai makanan adat, bahan kue hingga camilan. Untuk camilan masyarakat mengkonsumsi kenari dengan jagung titik dan menjadi ole-ole khas masyarakat Alor. Sebagai makanan adat, pada beberapa suku kenari disiapkan sebagai sesajian hingga campuran untuk upacara adat.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Abela.tambila</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Kenari_Kupas.jpg&amp;diff=284</id>
		<title>Berkas:Kenari Kupas.jpg</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wikipangan.id/index.php?title=Berkas:Kenari_Kupas.jpg&amp;diff=284"/>
		<updated>2023-12-13T21:35:41Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Abela.tambila: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;kenari kupas&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Abela.tambila</name></author>
	</entry>
</feed>